
IVZ
Invesco Plc



Invesco Plc




“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (23/07), dimana index S&P 500 (+0.22%), DJIA (+0.26%), dan NASDAQ (+0.13%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $NRG (+5.20%), $CEG (+4.72%), $VST (+4.18%), $IVZ (+2.92%), dan $AZN (+2.37%). Pasar Asia ditutup cenderung menguat pada perdagangan hari ini (23/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+3.51%), HSI (+1.44%), KOSPI (+0.44%), SSE Composite (+0.01%), dan ASX Australia (+0.69%). Selain itu di pasar Eropa dibuka melemah dimana indeks FTSE 100 (+0.38%), DAX (+0.72%), CAC (+1.07%) dan AEX Amsterdam (+0.88%). Pemerintah AS dan Jepang mencapai kesepakatan dagang menjelang tenggat 1 Agustus, dengan pengurangan tarif impor Jepang dari 25% menjadi 15% serta komitmen investasi Tokyo senilai US$ 550 miliar ke pasar AS, termasuk rencana pembangunan joint venture proyek LNG di Alaska. Kesepakatan ini meredakan tekanan tarif dan memicu reli pasar saham Jepang, dengan indeks Nikkei melonjak 2,6% dan saham produsen mobil seperti Toyota naik 11%, Honda 9%, serta Nissan 8%, sementara saham Hyundai dan Kia di Korea Selatan juga menguat sekitar 6%. Jepang mencatat surplus perdagangan mencapai US$ 70 miliar tahun lalu dari total perdagangan bilateral US$ 230 miliar, dan kesepakatan ini memberi peluang bagi pembicaraan lanjutan dengan negara kawasan Asia serta Uni Eropa. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (21/07), dimana index S&P 500 (+0.27%), DJIA (+0.25%), dan NASDAQ (+0.32%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $ALB (+3.13%), $MSTR (+2.71%), $GEV (+2.68%), $FCX (+2.28%), dan $IVZ (+2.11%). Pasar Asia ditutup cenderung mix pada perdagangan hari ini (21/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (-0.21%), HSI (+0.72%), KOSPI (+0.71%), SSE Composite (+0.72%), dan ASX Australia (-1.02%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (+0.12%), DAX (+0.03%), CAC (-0.21%) dan AEX Amsterdam (-0.06%). Chicago Federal Reserve President Austan Goolsbee menyatakan bahwa gelombang pengumuman tarif impor yang terus menerus membuat Fed kesulitan membaca tren inflasi secara jelas, sehingga bisa menunda rencana penurunan suku bunga. Menurut dia, tarif ini bukan hanya berdampak satu kali saja tetapi menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan yang memerlukan waktu untuk dianalisis dampaknya sebelum kebijakan moneter dilonggarkan. Goolsbee menekankan bahwa The Fed tidak akan mengambil keputusan pemangkasan suku bunga sebelum ada kepastian soal efek tarif terhadap inflation path yang menuju target 2%. Pernyataan ini bertentangan dengan Chris Waller, Gubernur The Fed yang menyatakan siap menurunkan suku bunga. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (23/07), dimana index S&P 500 (+0.22%), DJIA (+0.26%), dan NASDAQ (+0.13%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $NRG (+5.20%), $CEG (+4.72%), $VST (+4.18%), $IVZ (+2.92%), dan $AZN (+2.37%). Pasar Asia ditutup cenderung menguat pada perdagangan hari ini (23/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+3.51%), HSI (+1.44%), KOSPI (+0.44%), SSE Composite (+0.01%), dan ASX Australia (+0.69%). Selain itu di pasar Eropa dibuka melemah dimana indeks FTSE 100 (+0.38%), DAX (+0.72%), CAC (+1.07%) dan AEX Amsterdam (+0.88%). Pemerintah AS dan Jepang mencapai kesepakatan dagang menjelang tenggat 1 Agustus, dengan pengurangan tarif impor Jepang dari 25% menjadi 15% serta komitmen investasi Tokyo senilai US$ 550 miliar ke pasar AS, termasuk rencana pembangunan joint venture proyek LNG di Alaska. Kesepakatan ini meredakan tekanan tarif dan memicu reli pasar saham Jepang, dengan indeks Nikkei melonjak 2,6% dan saham produsen mobil seperti Toyota naik 11%, Honda 9%, serta Nissan 8%, sementara saham Hyundai dan Kia di Korea Selatan juga menguat sekitar 6%. Jepang mencatat surplus perdagangan mencapai US$ 70 miliar tahun lalu dari total perdagangan bilateral US$ 230 miliar, dan kesepakatan ini memberi peluang bagi pembicaraan lanjutan dengan negara kawasan Asia serta Uni Eropa. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (21/07), dimana index S&P 500 (+0.27%), DJIA (+0.25%), dan NASDAQ (+0.32%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $ALB (+3.13%), $MSTR (+2.71%), $GEV (+2.68%), $FCX (+2.28%), dan $IVZ (+2.11%). Pasar Asia ditutup cenderung mix pada perdagangan hari ini (21/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (-0.21%), HSI (+0.72%), KOSPI (+0.71%), SSE Composite (+0.72%), dan ASX Australia (-1.02%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (+0.12%), DAX (+0.03%), CAC (-0.21%) dan AEX Amsterdam (-0.06%). Chicago Federal Reserve President Austan Goolsbee menyatakan bahwa gelombang pengumuman tarif impor yang terus menerus membuat Fed kesulitan membaca tren inflasi secara jelas, sehingga bisa menunda rencana penurunan suku bunga. Menurut dia, tarif ini bukan hanya berdampak satu kali saja tetapi menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan yang memerlukan waktu untuk dianalisis dampaknya sebelum kebijakan moneter dilonggarkan. Goolsbee menekankan bahwa The Fed tidak akan mengambil keputusan pemangkasan suku bunga sebelum ada kepastian soal efek tarif terhadap inflation path yang menuju target 2%. Pernyataan ini bertentangan dengan Chris Waller, Gubernur The Fed yang menyatakan siap menurunkan suku bunga. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib