
Goldman Sachs Group Inc
JPM / GS (Banking Sector) - Saham bank besar seperti JPMorgan ($JPM) dan Goldman Sachs ($GS) mulai mendapatkan perhatian menjelang earnings Q1, dengan ekspektasi peningkatan laba didorong oleh net interest income tinggi dan lonjakan aktivitas investment banking, khususnya dari M&A deal yang meningkat signifikan. Namun, outlook sektor ini dibayangi ketidakpastian akibat konflik Iran yang memicu volatilitas pasar, potensi inflasi lebih tinggi, dan risiko pengetatan kebijakan moneter lebih lama. Hal ini membuat earnings tidak hanya soal beat/miss, tetapi lebih kepada guidance 2026 terkait loan growth dan credit quality, yang akan menjadi penentu arah saham ke depan.
Goldman Sachs ($GS): -2.6% Penurunan $GS mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap sektor perbankan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik. Blokade maritim yang diumumkan hari ini berpotensi mempersulit transaksi keuangan internasional, trade finance, dan deal flow di kawasan, semua area di mana $GS punya eksposur signifikan. Komentar Clark Bellin (Bellwether Wealth) relevan di sini: pasar sedang "repricing fair value saham" setelah menyadari tidak ada akhir yang terlihat dari konflik ini, dan bank investasi adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak dari environment seperti ini.
Analisis Teknikal — 11 Mei 2026 * (Accum Buy) $MSFT Closing Price: $415,12 TP: $484,00 SL: $374,00 * (Swing Buy) $PANW Closing Price: $207,88 TP: $223,00 SL: $199,00 * (Swing Buy) $GS Closing Price: $936,48 TP: $975,00 SL: $910,00 Disclaimer ON!
Fed Siapkan Kenaikan Suku Bunga Pertama di Era Kevin Warsh, CPI Mei Sentuh 4,2% CPI Mei 2026 tercatat 4,2% secara tahunan, naik dari 3,8% pada April dan menjadi level tertinggi sejak 2023, didorong lonjakan harga energi 23,5% dan kenaikan bahan bakar kendaraan 41% yang terkait konflik Iran. Inflasi inti relatif terkendali di 2,9% YoY, namun tetap mencatatkan level tertinggi sejak September. Respons pasar berjangka langsung. Fed funds futures berbalik mempricing kenaikan suku bunga sebagai skenario lebih mungkin, dengan CME FedWatch menunjukkan probabilitas setidaknya satu hike sebelum Desember di atas 50%. Pertemuan FOMC 17 Juni menjadi fokus utama, sekaligus menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua Fed baru Kevin Warsh. Suku bunga diperkirakan tetap di kisaran 3,50%-3,75% pada pertemuan ini, namun pasar juga mengantisipasi kemungkinan Warsh menghapus dot plot sebagai bagian dari perombakan komunikasi kebijakan. Lingkungan ini menciptakan pemilahan tajam antar sektor: * Finansial — $JPM dan $GS diposisikan diuntungkan dari margin bunga bersih yang melebar seiring kurva imbal hasil yang melandai di tengah siklus kenaikan suku bunga. * Energi terintegrasi — $XOM dan $CVX mencatat ekspansi marjin seiring harga minyak yang tetap tinggi, didukung pengakuan pasar bahwa inflasi energi bersifat persisten. Disclaimer ON!