The Goldman Sachs Group, Inc., is an American multinational investment bank and financial services company headquartered in New York City. It offers services in investment management, securities, asset management, prime brokerage, and securities underwriting. It also provides investment banking to institutional investors.
Ayo dong naik dong abangku $GRAB$NVDA$GS yakali Udah Laba Gede masih aja stuck ga malu Sama $GOTO ?
JPM / GS (Banking Sector) - Saham bank besar seperti JPMorgan ($JPM) dan Goldman Sachs ($GS) mulai mendapatkan perhatian menjelang earnings Q1, dengan ekspektasi peningkatan laba didorong oleh net interest income tinggi dan lonjakan aktivitas investment banking, khususnya dari M&A deal yang meningkat signifikan. Namun, outlook sektor ini dibayangi ketidakpastian akibat konflik Iran yang memicu volatilitas pasar, potensi inflasi lebih tinggi, dan risiko pengetatan kebijakan moneter lebih lama. Hal ini membuat earnings tidak hanya soal beat/miss, tetapi lebih kepada guidance 2026 terkait loan growth dan credit quality, yang akan menjadi penentu arah saham ke depan.
Goldman Sachs ($GS): -2.6%
Penurunan $GS mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap sektor perbankan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik.
Blokade maritim yang diumumkan hari ini berpotensi mempersulit transaksi keuangan internasional, trade finance, dan deal flow di kawasan, semua area di mana $GS punya eksposur signifikan.
Komentar Clark Bellin (Bellwether Wealth) relevan di sini: pasar sedang "repricing fair value saham" setelah menyadari tidak ada akhir yang terlihat dari konflik ini, dan bank investasi adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak dari environment seperti ini.
JPM / GS (Banking Sector) - Saham bank besar seperti JPMorgan ($JPM) dan Goldman Sachs ($GS) mulai mendapatkan perhatian menjelang earnings Q1, dengan ekspektasi peningkatan laba didorong oleh net interest income tinggi dan lonjakan aktivitas investment banking, khususnya dari M&A deal yang meningkat signifikan. Namun, outlook sektor ini dibayangi ketidakpastian akibat konflik Iran yang memicu volatilitas pasar, potensi inflasi lebih tinggi, dan risiko pengetatan kebijakan moneter lebih lama. Hal ini membuat earnings tidak hanya soal beat/miss, tetapi lebih kepada guidance 2026 terkait loan growth dan credit quality, yang akan menjadi penentu arah saham ke depan.
Goldman Sachs ($GS): -2.6%
Penurunan $GS mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap sektor perbankan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik.
Blokade maritim yang diumumkan hari ini berpotensi mempersulit transaksi keuangan internasional, trade finance, dan deal flow di kawasan, semua area di mana $GS punya eksposur signifikan.
Komentar Clark Bellin (Bellwether Wealth) relevan di sini: pasar sedang "repricing fair value saham" setelah menyadari tidak ada akhir yang terlihat dari konflik ini, dan bank investasi adalah salah satu yang paling langsung merasakan dampak dari environment seperti ini.