Investasi

Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Krusial?

pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi

Ajaib.co.id – Tentunya ada pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi seberapa krusialkah itu? Untuk menjawabnya, yuk simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Investasi mulai digemari banyak orang. Sudah banyak yang menyadari bahwa investasi adalah satu kegiatan yang penting demi menunjang masa depan dan mempersiapkan diri atas kejadian tidak terduga yang mungkin akan terjadi.

Tidak hanya orang dewasa, kaum milenial pun juga sudah memiliki kesadaran akan hal ini. Pertukaran informasi di era digital yang cepat dan semakin mudah untuk mengakses informasi turut memberikan peran dalam proses edukasi kaum milenial mengenai pentingnya investasi.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Investasi?

Investasi adalah aktivitas menempatkan dana di suatu instrumen pada periode tertentu dengan harapan dana tersebut bisa menghasilkan keuntungan atau mengalami peningkatan nilai. Instrumen investasi bermacam-macam, mulai dari saham, emas, hingga properti. Seseorang yang berinvestasi disebut dengan investor.

Selain untuk mempersiapkan keadaan ketika menghadapi kejadian tidak terduga di masa depan, berinvestasi juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tetap. Hal ini bisa dilakukan jika kamu menjadi pemodal di sebuah bisnis atau perusahaan. Kamu akan selalu menerima royalti laba setiap bulannya,

jika perusahaan yang kamu modali mendapatkan keuntungan. Maka itu, pilihlah perusahaan yang ingin kamu modali dengan cermat. Karena jika perusahaan itu mengalami kerugian, maka kamu juga akan mengalami kerugian.

Dengan melakukan investasi, kaum milenial seperti kamu juga sedang meningkatkan aset. Misalnya, sekarang kamu membeli tanah atau properti sebagai investasi dan dijual lagi di masa depan dengan nilai berkali-kali lipat dari harga beli. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan kaum milenial, dengan usianya yang masih muda tetapi sudah memiliki banyak aset untuk masa depan.

Pada umumnya bentuk investasi dapat dibedakan menjadi dua, investasi pada aktiva riil dan investasi pada aktiva finansial. Investasi pada aktiva riil adalah investasi yang dilakukan seseorang pada instrumen yang dapat dilihat secara nyata, seperti emas, properti, tanah, dan lain-lain.

Kemudian, investasi pada aktiva finansial adalah investasi yang dilakukan seseorang pada instrumen yang tidak dapat dilihat secara nyata, seperti saham, deposito, dan surat berharga lainnya. Penjelasan beberapa instrumen investasi secara lengkapnya sebagai berikut:

1. Saham

Instrumen investasi yang satu ini adalah instrumen yang paling populer di antara instrumen investasi lainnya. Dengan berinvestasi saham, kamu juga berpeluang untuk memperoleh profit yang sangat besar. Investasi di saham bisa dimulai dengan modal minim.

2. Reksa Dana

Dengan modal yang sangat terjangkau, berinvestasi di Reksa Dana juga memungkinkan kamu untuk tidak terjun secara langsung dalam mengurus pengembangan modal. Hal ini dikarenakan kamu akan mendapatkan manajer investasi yang memiliki keahlian profesional dalam menganalisis risiko dari investasi kamu.

Reksa Dana bisa disebut juga sebagai tempat berkumpulnya para investor. Meskipun profit yang didapatkan dalam berinvestasi reksa dana akan lebih sedikit daripada instrumen investasi yang lainnya tetapi resikonya juga lebih kecil.

3. Pasar Forex

Instrumen investasi yang satu ini bisa dilakukan dengan modal yang sangat minim, karena tidak ada standar khusus dalam memulai trading di pasar valuta asing. Jadi, kamu bisa mulai berinvestasi dengan kemampuan yang kamu miliki, berapapun itu.

Namun risiko dalam instrumen ini juga cukup besar, yaitu tidak pastinya pergerakan mata uang asing yang bisa saja naik atau turun secara tiba-tiba sehingga kamu perlu mengawasinya setiap saat jika ingin mendapatkan profit maksimal dari instrumen ini.

4. Logam Mulia

Instrumen investasi yang satu ini adalah investasi dengan risiko paling kecil karena sangat mudah untuk dijual kembali. Logam mulia dikenal dengan penambahan nilai dari tahun ke tahun sehingga investasi pada instrumen ini bisa dibilang sebagai investasi yang paling sesuai untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan.

5. Properti

Instrumen investasi yang satu ini tergolong beresiko kecil dengan peluang profit yang sangat besar. Namun, modal untuk memulai investasi pada properti tidak sedikit dan kamu juga tidak bisa menjual instrumen investasi ini dengan cepat.

6. Deposito

Deposito merupakan penanaman modal dalam bentuk simpanan uang kepada suatu perusahaan tertentu dengan jaminan bahwa investor akan mendapatkan profit berupa bunga dalam suatu periode yang telah disepakati.

Profit dari investasi pada instrumen ini didapatkan dari bunga jumlah deposito sehingga hampir bisa dibilang tidak ada resiko sama sekali. Investasi dalam bentuk deposito dibedakan menjadi deposito berjangka dan sertifikat deposito.

7. Obligasi (Surat Utang)

Obligasi umumnya dilakukan pada bisnis yang menyediakan jasa pinjaman modal. Lain dengan deposito, profit yang didapatkan dari bunga obligasi bisa lebih besar lagi karena nilai dari obligasi itu sendiri juga lebih besar dari deposito sehingga besaran bunga juga akan lebih tinggi.

Investasi pada instrumen ini juga tergolong aman jika obligasi atau surat pinjaman yang digunakan diterbitkan oleh negara sehingga tidak akan ada risiko surat tidak diakui di mata hukum.

Namun, jangka waktu untuk melakukan investasi ini cukup panjang dan tidak boleh ditarik sebelum waktu yang disepakati bila sewaktu-waktu investor membutuhkan dana dalam waktu mendesak atau bila ingin menanamkan modal untuk investasi lain.

Dapat dilihat bahwa masing-masing instrumen memiliki risiko yang berbeda. Masing-masing instrumen pun juga memiliki kekurangan dan keuntungannya tersendiri. Hal-hal inilah yang membedakan satu instrumen investasi dengan instrumen investasi lainnya.

Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Selain pengertian investasi di atas, ahli ekonomi Sadono Sukirno mendefinisikan investasi sebagai pengeluaran atau pembelian penanaman modal atau perusahaan sebagai pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut ditujukan untuk membeli barang-barang dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian suatu negara.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekonomi suatu negara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi ini membutuhkan suatu peran strategi yaitu pembentukan modal. Inilah yang bersumber dari kegiatan investasi atau pendanaan di sejumlah pasar uang. Di sinilah pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pembentukan modal bersumber dari modal yang ditanam oleh para investor (baik individu maupun perusahaan). Pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi berupa modal ini akan sangat membantu perekonomian dalam menambah stok modal yang dibutuhkan.

Dari sinilah ekonomi suatu negara bisa dapat bertumbuh pesat. Tanpa adanya pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi berupa stok modal ini, pertumbuhan ekonomi negara bisa menjadi sangat lesu.

Setelah mengetahui pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, kini kamu sadar bahwa investasi yang kamu lakukan tidak hanya untuk diri kamu sendiri tetapi juga sebagai kontribusi kamu untuk pertumbuhan ekonomi negara. Maka itu, kamu bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dengan terus berinvestasi. Selamat berinvestasi! 

Artikel Terkait