Ekonomi

Ini Jurnal Pembelian yang Mudahkan Laporan Keuangan Bisnis

Jurnal pembelian
Jurnal pembelian

Ajaib.co.id – Kalau kamu menjalankan bisnis atau perusahaan dagang pasti selalu melakukan aktivitas jual dan beli. Namun, tidak semua transaksi penjualan dan pembelian dilakukan secara tunai. Maka penting sekali untuk kamu membuat jurnal penjualan dan jurnal pembelian. Kali ini Ajaib akan khusus memaparkan hal-hal penting jika kamu membuat jurnal pembelian.

Secara pengertian, jurnal pembelian merupakan jurnal khusus yang memang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang. Termasuk barang lainnya yang dilakukan secara kredit. Kalau pembelian barang secara tunai itu biasanya dicatat dalam jurnal khusus. Namanya jurnal pengeluaran kas.

Adapun untuk transaksi pembelian kredit barang yang lain. Seperti berupa pembelian perlengkapan dan peralatan akan dicatat di kolom debet akun perlengkapan dan kredit akun utang dagang. Sementara itu, kalau transaksinya berulang kamu bisa membuat kolom tersendiri untuk perlengkapan.

Apa saja fungsi dari jurnal pembelian? Sebetulnya fungsi utama dari jurnal pembelian adalah untuk melakukan pencatatan transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Namun, ada kemudahan-kemudahan lain yang bisa kamu dapatkan.

Seperti bisa memudahkan proses pencatatan dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya jurnal pembelian akan membuat laporan keuangan perusahaan lebih terlihat sistematis dan efisien. Karena dalam laporan keuangan setidaknya ada 4 macam transaksi yang harus dilakukan oleh perusahaan. Di antaranya, penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan pengeluaran.

Selain itu, adanya jurnal pembelian juga bisa membuat proses transaksi menjadi lebih cepat. Karena sudah ada pengelompokan khusus untuk transaksi pembelian. Di jurnal khusus pembelian ini ada transaksi yang berulang dan sering dicatat jadi sudah tersusun dengan sistematis dan khusus.

Fungsi lainnya, melakukan pencatatan jurnal khusus pembelian maka dengan sendirinya akan menyajikan data khusus. Jadi kalau kamu lagi butuh data tertentu soal transaksi pembelian, jadi lebih mudah mencari dan mendapatkannya. Soalnya data yang kamu butuhkan berada dalam kelompok yang sama.

Termasuk jika kamu akan melakukan proses input transaksi ke buku besar dan saat proses pemeriksaan keuangan. Tentunya karena semua transaksi yang dilakukan memang sudah dikelompokan ke dalam jenis transaksi yang sama. Jadi kamu akan sangat dimudahkan dalam proses input data ke dalam buku besar. Begitu pun saat akan ada pemeriksaan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan. Proses audit jadi lebih khusus dan jelas.

Fungsi penting lainnya, dengan melakukan pencatatan jurnal pembelian bisa mencegah terjadinya tindakan pemalsuan. Jadinya pihak yang mencatat laporan ini punya tanggung jawab besar berkaitan kebenaran transaksi ini.

Jenis-Jenis Jurnal Pembelian

Setidaknya terdapat 4 jenis jurnal pembelian yang bisa kamu terapkan. Di antaranya:

1.     Jurnal Pembelian Tunai

Jurnal yang pertama disebut dengan jurnal pembelian. Sebagian besar perusahaan dagang kecil dan peritel banyak menggunakan sistem persediaan perpetual komputerisasi.

Berikut Ajaib berikan contoh jurnal pembelian tunai:

Pada tanggal 5 Agustus 2019, PT Sabar Subur membeli bahan baku dari Toko Berkah senilai Rp 2.610.000 secara tunai.

Kalau kamu menggunakan sistem ini, pembelian bahan baku tersebut secara tunai akan dicatat dengan jurnal pembelian bahan baku seperti berikut ini:

(Debit) Persediaan = Rp 2.610.000

(Kredit) Kas = Rp 2.610.000

2.     Jurnal Pembelian Kredit

Jurnal pembelian yang kedua adalah jurnal pembelian kredit. Biasanya memang perusahaan menggunakan atau menyusun jurnal pembelian secara kredit. Dan memang dalam transaksi sistem akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur seringkali terjadi pembelian secara kredit.

Pada jurnal pembelian ini, barang secara kredit dicatat sebagai jurnal pembelian kredit seperti contoh berikut ini:

Pada tanggal 10 Juli 2018, PT Sabar Subur membeli barang dari Toko Berkah senilai Rp 8.250.000 secara kredit dengan PPN 10%.

Maka pencatatan jurnal pembelian kredit dengan PPN tersebut pada transaksi seperti berikut ini:

(Debit) Persediaan = Rp 7.325.000

(Debit) PPN = Rp 925.000

(Kredit) Utang Usaha = Rp 8.250.000

3.     Jurnal Diskon Pembelian

Apakah kamu harus membayar faktur tagihan seperti kartu kredit segera setelah kamu menerimanya? Kemungkinan hal ini tidak terjadi. Soalnya umumnya faktur yang kamu terima tidak menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal.

Faktur juga hanya menunjukkan tanggal jatuh tempo serta denda untuk keterlambatan pembayaran. Tak heran kamu sering menerima faktur beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Dalam hal seperti ini, kamu akan mendapatkan keuntungan lewat menyimpan faktur berdasarkan tanggal jatuh tempo tersebut. Melalui cara seperti ini, kamu bisa menggunakan dana untuk tujuan produktif. Seperti, untuk menghasilkan bunga di rekening tabungan kamu.

Sementara itu, untuk perusahaan, diskon pembelian yang diambil oleh pembeli untuk pembayaran faktur lebih awal bisa mengurangi harga pokok pembelian. Tak heran, kebanyakan perusahaan merancang sistem akuntansi tersendiri sehingga semua diskon yang tersedia diambil.

Berikut contoh jurnal diskon pembelian:

Sebagai ilustrasi, diasumsikan PT Makmur Sejahtera mengeluarkan faktur senilai Rp 4.000.000 ke PT Sabar Subur pada tanggal 12 Juni 2019, dengan syarat 2/10, n/30.

PT Sabar Subur akan mencatat faktur PT Makmur Sejahtera dan pembayarannya pada akhir periode diskon sebagai berikut.

(Debit) Persediaan Rp 4.000.000

(Kredit) Utang Usaha – PT Makmur Sejahtera Rp 4.000.000

(Debit) Utang Usaha – PT Makmur Sejahtera Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 3.940.000

(Kredit) Persediaan Rp 60.000

Jika PT Sabar Subur tidak mengambil diskon karena PT Sabar Subur tidak membayar faktur sampai tanggal 11 Juli 2019.

Maka pencatatan pembayarannya adalah sebagai berikut:

(Debit) Utang Usaha – PT Makmur Sejahtera

 Rp 4.000.000

(Kredit) Kas Rp 4.000.000

4.     Jurnal Retur dan Potongan Pembelian

Saat perusahaan kamu melakukan pengembalian barang, yang merupakan proses retur pembelian (purchases return) atau permintaan potongan harga telah diajukan. Yakni merupakan potongan pembelian (purchases allowance), pembeli (debitur) umumnya akan mengirimkan surat atas memorandum debit ke penjual.

Berikut contoh jurnal retur dan potongan pembelian

Zora T-Shirt membeli barang secara kredit dari supplier senilai Rp 11.500.000 dengan syarat 2/10, n/30.

Lalu Zora T-Shirt melakukan pengembalian barang senilai Rp 3.000.000 dan mendapatkan kredit secara penuh.

Dalam sistem persediaan perpetual, akun yang dikredit oleh Zora T-Shirt untuk mencatat retur disebut akun Persediaan.

Sehingga jika Zora T-Shirt membayar faktur dalam periode diskon, maka besaran uang tunai yang diperlukan untuk pembayaran tersebut adalah:

= Pembelian – Retur – Diskon

= Rp 11.500.000 – Rp 3.000.000 – (Rp 11.500.000 – Rp 3.000.000) x 2%

= Rp 8.330.000

Artikel Terkait