Daftar Pemilik Saham Darma Henwa (DEWA), Emiten Kontraktor Tambang
Sarifa•December 23, 2025

Saham DEWA menarik perhatian dengan nilai transaksi besar di bursa. Kepemilikan sahamnya didominasi oleh publik (68.73%), dengan pengendali utama Zurich Asset International (6.18%) dan penerima manfaat akhir dari Bakrie Group.
Sebagai investor pemula, mengenali siapa yang memiliki dan mengendalikan sebuah perusahaan publik, seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), adalah langkah penting. Memahami struktur kepemilikannya bisa memberi kamu gambaran tentang stabilitas dan arah bisnis emiten kontraktor tambang ini.
Sekilas Tentang PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berperan sebagai penyedia jasa kontraktor pertambangan, khususnya batu bara. Perusahaan ini tidak memiliki tambang sendiri, tetapi menyediakan segala layanan yang dibutuhkan agar operasional tambang kliennya berjalan lancar.
Layanannya sangat komprehensif, mencakup dua bidang utama:
- Jasa Pertambangan: Mulai dari pembukaan dan pengupasan lahan, pengeboran, peledakan, penambangan, hingga pengangkutan batu bara.
- Jasa Infrastruktur: Seperti pembangunan jalan tambang, jembatan, dan rehabilitasi lahan pasca-tambang.
Didirikan pada 1991, DEWA memiliki sejarah panjang. Perusahaan pernah dikendalikan oleh grup asal Australia, Henry Walker Group, sebelum akhirnya diambil alih oleh Zurich Asset International pada 2005. Saham DEWA tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2007.
Siapa Saja Pemegang Saham Mayoritas DEWA?
Struktur kepemilikan Saham DEWA per akhir November 2025 memberikan peta yang jelas tentang siapa yang memegang kendali.
Berikut adalah daftar pemegang saham utama DEWA:
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase Kepemilikan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Masyarakat (Non-Warkat) | 27,96 miliar | 68,73% | Kepemilikan publik melalui bursa |
| Goldwave Capital Limited | 3,81 miliar | 9,38% | Perusahaan investasi |
| PT Andhesti Tungkas | 3,80 miliar | 9,33% | Perusahaan Indonesia |
| CIMB Securities | 2,59 miliar | 6,38% | Perusahaan sekuritas |
| Zurich Asset International | 2,51 miliar | 6,18% | Pengendali Perusahaan |
Memahami Peta Kepemilikan dan Pengendalian
Tabel di atas mengungkap beberapa hal krusial bagi kamu sebagai investor:
- Dominasi Kepemilikan Publik: Mayoritas saham DEWA (hampir 70%) dimiliki oleh masyarakat luas melalui perdagangan di bursa. Artinya, harga saham sangat dipengaruhi oleh sentimen dan permintaan-penawaran dari investor ritel dan institusi.
- Perbedaan Pemegang Saham dan Pengendali: Meskipun Zurich Asset International hanya memegang 6.18% saham, mereka tercatat sebagai pengendali saham. Posisi sebagai pengendali biasanya memberikan kewenangan penting dalam pengambilan keputusan strategis di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
- Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner): Di balik kepemilikan Zurich Asset International, penerima manfaat akhir dari Saham DEWA adalah Nirwan Dermawan Bakrie. Ini menegaskan bahwa DEWA merupakan bagian dari ekosistem Bakrie Group, salah satu konglomerasi besar di Indonesia.
Mengapa Informasi Kepemilikan Ini Penting untuk Investor Pemula?
Mengetahui pemilik saham DEWA bukan sekadar hafalan. Ada alasan praktis di baliknya:
- Melihat Stabilitas dan Reputasi: Kepemilikan oleh grup besar seperti Bakrie dan perusahaan investasi internasional seperti Zurich bisa menjadi indikator stabilitas. Namun, selalu lakukan riset mandiri tentang performa dan reputasi grup tersebut.
- Memahami Potensi Koneksi Bisnis: Sebagai bagian dari Bakrie Group, DEWA berpotensi mendapatkan proyek atau dukungan dari perusahaan dalam grup yang sama. Di sisi lain, ini juga bisa berarti risiko jika ada masalah dalam grup tersebut.
- Menganalisis Likuiditas Saham: Tingginya persentase kepemilikan publik (68.73%) umumnya berarti saham ini cukup likuid di pasar, sehingga memudahkan kamu untuk membeli atau menjual.
Tips Menganalisis Saham Seperti DEWA untuk Pemula
Sebelum memutuskan berinvestasi, pertimbangkan langkah sederhana ini:
- Pelajari Bisnis Intinya: Pastikan kamu pahami model bisnisnya. DEWA adalah penyedia jasa, sehingga kinerjanya tergantung pada banyaknya kontrak dan harga jasa tambang.
- Pantau Harga dan Kapitalisasi Pasar: Pada Desember 2025, harga saham DEWA berada di kisaran Rp 570-590 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 23-24 triliun. Nilai ini bisa berubah setiap hari, jadi pantau perkembangannya.
- Cek Kondisi Industri: Kinerja DEWA sangat terikat dengan siklus industri batubara. Harga komoditas batubara, regulasi pemerintah, dan tren global sangat mempengaruhi prospeknya.
Perhatian: Investasi saham, termasuk Saham DEWA, mengandung risiko. Harga bisa turun dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Lakukan analisis yang matang dan sesuaikan dengan profil risikomu.
Mulai Perjalanan Investasimu dengan Pengetahuan yang Tepat
Memahami seluk-beluk kepemilikan seperti struktur pemilik saham DEWA adalah fondasi penting dalam analisis investasi. Dengan mengetahui bahwa mayoritas saham dimiliki publik dan perusahaan ini dikendalikan oleh entitas besar, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih informatif.
Ingin mempelajari lebih dalam tentang Saham DEWA atau instrumen investasi lainnya? Kamu bisa mengakses analisis dan informasi terpercaya untuk membantu pengambilan keputusan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Sumber: https://www.idxchannel.com/market-news/siapa-pemegang-saham-mayoritas-dewa-emiten-kontraktor-tambang-simak-daftar-pemiliknya/all
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!