Cek Fakta, Benarkah TV Tabung Murah Boros Listrik?

tv-tabung-murah
tv tabung murah

Televisi (TV) merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Nyaris tidak ada rumah yang tidak memiliki televisi. Lewat alat elektronik inilah berbagai acara gosip, sinetron, hingga berita terbaru dihadirkan. Belakangan TV tabung murah juga mulai ditinggalkan demi TV yang lebih modern seperti LCD, LED atau plasma.

Harga TV juga berbeda-beda sesuai dengan ukuran dan kecanggihannya masing-masing. Namun, hal yang paling sering kita dengar adalag ungkapan jika TV tabung murah tapi boros listrik. Karena itu biaya listrik bulanan yang harus dikeluarkan juga lebih besar meskipun harga beli pertamanya sangat terjangkau.

Benarkan demikian? Ajaib akan menerangkan secara sederhana kelebihan dan kekurangan TV berbentuk tabung termasuk hal yang mengakibatkan tingginya konsumsi listriknya.

Sejarah Penggunaan TV Tabung

TV tabung adalah salah satu bentuk model pertama televisi yang banyak dikenal masyarakat. Disebut tabung karena menggunakan tabung sebagai onderdil untuk menjadi layar dan proyeksi gambar yang ditampilkan. Hal ini sesuai dengan sistem operasionalnya yakni Cathode Ray Tube (CRT). Ciri khas dari televisi jenis ini adalah bentuknya yang besar dan berisi karena keberadaan tabung di dalamnya.

Jenis televisi ini paling populer digunakan periode tahun 90-an sebelum kemunculan televisi yang lebih ramping dan ringan. Teknologi pendahulunya ini yang kemudian melahirkan berbagai jenis televisi yang lebih modern termasuk LED dan plasma. Warna yang dihasilkan dalam pada televisi tabung adalah perpaduan 3 warna dasar yaitu merah, hijau dan biru alias red, green, blue (RGB).

Benarkan TV Tabung Murah Boros Listrik?

Berbagai kelebihan lain dari TV tabung tidak bisa menutupi fakta jika televisi jenis ini memang lebih boros listrik dibandingkan versi terbaru. Hal ini dikarenakan sistem mekanisnya sehingga daya listrik yang dibutuhkan juga lebih banyak. Gambar yang ditampilkan televisi gendut ini dihasilkan dari katoda atau elektron yang dihasilkan saat TV menyala. Hal ini menyebabkan elektron meluncur dari balik tabung ke phospor yang berada di layar bagian depan.

Elektron yang jatuh pada phospor inilah yang kemudian mewujudkan gambar yang muncul di layar televisi. Sistem kerja yang lebih rumit dan bertumpu pada keberadaan tabung ini yang menyebabkan listrik lebih boros. Dibutuhkan daya besar untuk mendorong kerja partikel elektronik ini hingga berfungsi. Sebagai perbandingan, sebuah televisi tabung dengan ukuran inci yang sama minimal menghabiskan listrik sebesar 75 watt. Ini jelas jauh lebih besar dari televisi LED dengan ukuran sama yang hanya membutuhkan paling tidak 50 watt.

Karena itu, penggunaan televisi tabung tidak lagi cocok untuk kebutuhan masa kini. Nah bagi kamu yang ingin beralih ke TV LED, di bawah ini adalah beberapa rekomendasi TV LCD terbaru yang bisa kamu beli di beberapa ecommerce.

10 Produk TerbaikHargaToko Samsung NU7090 Rp 4.299.000 Tokopedia Samsung UA32FH4003 Rp 2.099.000 Shopee Samsung NU7100 Rp 5.399.000 Tokopedia Samsung N5003 Rp 3.150.000 Shopee Samsung UA24H4150 Rp 1.375.000 Tokopedia Samsung TV 32N4001 Rp 1.749.000 Shopee LG 43LK5000PTA Rp 2.995.000 Tokopedia Philips LED TV 32 Inch Rp 2.000.000 Shopee LG 32LH510D Rp 2.390.000 Alfacart Panasonic TH-32D302G Rp 360.000 Shopee

TV LED dengan Merek Terbaik di Indonesia

TV LED atau TV datar merupakan TV yang telah menggunakan teknologi dioda. Di mana dengan teknologi ini, TV LED dapat memancarkan cahaya ketika diberikan tegangan listrik. Ini merupakan TV yang telah dikembangkan dari produk pendahulunya yaitu TV LCD.

Setidaknya di Indonesia sendiri terdapat tiga merek TV LED yang bisa jadi rekomendasi buat kamu yaitu:

a. TCL – TV LED 32 inch: Ini merupakan TV LED dengan teknologi terbaru untuk sebuah TV. Di mana, dengan TV ini kamu bisa menelusuri internet dan juga memiliki gambar jernih dengan resolusi HD 1366×768 pixel. Uniknya, TV ini juga dilengkapi dengan fitur Golive yang memungkinkan kamu untuk mendownload film dari internet.

b. Akari – TV LED 40 inch: ini merupakan TV LED yang memiliki fitur yang unik, yaitu USB Play Movie, fitur yang memungkinkan kamu untuk menonton film pilihan hanya dengan mencolokkan USB. TV ini juga memberikan pengalaman terbaik karena telah memiliki gambar HD dengan resolusi 1366×768 pixels.

c. Panasonic – TV LED 40 inch: TV ini bisa memberikan pengalaman terbaik dengan kualitas gambar yang dihasilkannya, di mana TV ini memiliki resolusi Full HD sebesar 1920 x 1080 pixels. Kamu bisa menghubungkannya dengan banyak platform lain seperti USB ataupun kabel HDMI.

Itulah beberapa poin penting mengenai TV tabung dan perbedaannya dengan TV LED. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa lebih mudah menentukan mana TV yang tepat dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Namun, di tengah berbagai kebutuhan yang menghimpit, upaya penghematan listrik akan sangat baik bagi isi dompet. Uang yang bisa dihemat itu bisa ditabung dan kemudian diinvestasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak. Salah satu investasi yang bisa dicoba adalah dengan membeli reksa dana bersama Ajaib. Kamu bisa melakukan pembelian dengan uang hanya Rp10.000 dan saran terbaik dari tim Ajaib.

Dengan memulai investasi di Ajaib, kamu bisa dengan mudah menabung untuk memiliki TV yang lebih modern, baik LED ataupun LCD. Ada beberapa ukuran yang bisa kamu beli mulai dari 14 inch hingga 100 inch lebih. Nah untuk mendapatkannya pun kamu harus bisa memulai menabung lebih banyak, karena harganya pun jauh lebih mahal.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait