Aset Kripto

Belajar Cara Trading Aset Kripto bagi Pemula, Simpel dan Aman!

cara trading crypto

Ajaib.co.id – Trading crypto jadi pilihan investasi bagi makin banyak orang di era digital. Bitcoin, Ethereum, dan kawan-kawannya makin sering menjadi topik pembahasan utama di media sosial. Namun, popularitas aset kripto tak menjadi jaminan cuan untuk semua investornya. Sebagai seorang pemula, kamu perlu banyak mempelajari dan melakukan riset tentang cara trading crypto yang baik agar mampu memanfaatkan peluang dengan baik

Ayo mulai belajar cara trading crypto dengan menyimak ulasan singkat dan padat di bawah ini. Kenali apa itu trading crypto, perbedaannya dengan saham, kelebihan dan kekurangannya, serta langkah-langkah untuk memulai trading aset kripto bagi pemula.

Apa itu Trading Crypto?

Trading crypto adalah aktivitas transaksi digital yang melibatkan aset kripto (cryptocurrency). Aktivitas tersebut dapat berupa tukar-menukar satu aset crypto dengan aset kripto lain, serta menjual atau membeli aset kripto dengan mata uang resmi untuk memperoleh keuntungan.

Apa yang dimaksud dengan aset kripto? Aset kripto merupakan aset digital yang tercipta dengan basis teknologi blockchain. Keamanan terlindungi oleh kriptografi, sehingga aset digital tidak dapat dipalsukan dan hanya dapat teridentifikasi oleh pengirim/penerima.

Aset crypto juga identik dengan istilah “jaringan tak terpusat” atau decentralized network. Ini berarti aset kripto tidak dibuat oleh otoritas tertentu, berbeda dengan mata uang resmi yang diterbitkan oleh bank sentral atau otoritas moneter suatu negara.

Terdapat 10 aset kripto memiliki kapitalisasi pasar terbesar per Mei 2022, yaitu: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), US Dollar Coin (USDC), Binance Coin (BNB), Ripple (XRP), Binance USD (BUSD), Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE). Selain itu, masih banyak lagi yang populer dalam aktivitas trading crypto seperti Polkadot, Shiba Inu, dll. 

Banyak orang yang menyebut crypto sebagai “mata uang kripto”, tetapi hal itu kurang tepat. Indonesia hanya mengakui kripto crypto sebagai “komoditas” yang dapat diperjualbelikan layaknya emas atau perak, dan bukan sebagai sebagai mata uang yang berlaku dalam sistem pembayaran.

Beda Crypto dengan Saham

Karakteristik aset kripto sebagai komoditas membedakannya dengan instrumen trading/investasi lain seperti saham, walaupun keduanya sama-sama dapat di-trading-kan. Berikut ini lima (5) perbedaan crypto dengan saham yang wajib kamu ketahui:

1. Nilai Intrinsik

Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atas sebagian modal dalam suatu perusahaan. Apabila perusahaan gulung tikar, trader kemungkinan masih dapat memperoleh sebagian uangnya dari sisa dana likuidasi perusahaan. 

Sedangkan aset crypto tidak memiliki nilai intrinsik seperti yang terdapat pada saham. Aset kripto dapat jatuh harganya hingga level 0, oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa aset kripto cukup berisiko jika dibandingkan dengan saham. Namun, di lain sisi aset kripto juga mampu memberikan potensi kenaikan yang jauh lebih tinggi dari instrumen investasi lainnya.

2. Volatilitas

Kenaikan dan penurunan harga aset kripto dapat mencapai nominal jutaan rupiah dalam sehari, sehingga volatilitas kripto jauh lebih tinggi daripada saham. Perubahan harga aset kripto sepenuhnya berdasarkan pada supply and demand di pasar, serta tidak memiliki pembatasan volatilitas seperti Auto Rejection atau Trading Halt dalam saham.

3. Jam Perdagangan

Jam perdagangan saham terbatas pada pukul 09:00 WIB – 11:30 WIB (sesi I) dan pukul 13:30 – 14:50 WIB (sesi II) dalam hari kerja saja. Kamu tidak dapat menjual ataupun membeli saham melalui platform trading di luar jam perdagangan tersebut. Sedangkan trading crypto berlangsung 24 jam, 7 hari seminggu. Kamu dapat menjual dan membeli setiap saat.

4. Satuan Transaksi

Transaksi jual-beli saham di Indonesia umumnya berdasarkan satuan lot di mana 1 lot sama dengan 100 lembar saham. Jadi, modal trading saham minimal setara dengan nilai 100 lembar saham yang ingin dibeli. Jika kamu ingin membeli saham BBCA sebanyak 1 lot, maka kamu harus menyediakan modal seharga saham BBCA saat ini dikalikan 100, yaitu Rp7375x100 = Rp737.500.

Trading crypto tidak terikat oleh aturan lot seperti itu. Kita biasanya membeli/menjual dengan satuan terkecil sampai pecahan 8 desimal untuk Bitcoin (aset kripto lain dapat memiliki satuan berbeda). 

Pecahan 8 desimal itu disebut dengan “satoshi” (1 BTC = 100.000.000 satoshi). Umpama harga bitcoin saat ini Rp440.000.000, maka kamu tidak harus menyiapkan modal awal sebanyak itu, melainkan seharga 1 satoshi saja.

5. Jangkauan Pasar

Pasar saham terbatas dalam lingkup suatu negara tertentu yang mengelolanya. Umpamanya, saham-saham BEI hanya dapat diperjualbelikan oleh para trader yang membuka rekening efek di Indonesia saja. Likuiditas terbatas, sehingga kita seringkali menemukan saham-saham sepi tanpa pembeli/penjual sama sekali.

Pasar crypto berskala internasional, melibatkan jaringan lintas batas yang mencakup banyak negara. Siapa pun yang berdomisili di bumi ini dapat berpartisipasi dalam trading crypto. Dengan demikian, aset crypto lebih likuid daripada saham.

Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Sebelum berinvestasi dalam aset apa pun, ada baiknya mengenal seluk-beluk aset tersebut. Tak terkecuali, kelebihan dan kekurangan cryptocurrency yang sedang booming ini. 

Kelebihan cryptocurrency terletak pada kecanggihan teknologinya yang menjamin privasi dan kerahasiaan transaksi, serta tidak dapat dipalsukan. Pengiriman cryptocurrency lintas batas juga lebih cepat dan lebih mudah daripada transfer bank antar negara biasa (bank wire), serta dapat dilakukan kapan saja (tidak terbatas pada hari kerja).

Dari kacamata keuangan, fluktuasi nilai cryptocurrency yang sangat besar memberikan peluang untuk memperoleh keuntungan fantastis. Investor dapat mengantisipasi keuntungan dari kenaikan harga di masa depan, sedangkan trader dapat memetik cuan dari naik-turun harga jangka pendek.

Tapi fluktuasi nilai itu juga dapat menjadi kelemahan cryptocurrency. Naik-turun yang sangat drastis dapat mengguncang mental trader yang kurang siap menghadapinya. Risiko kerugian juga lebih besar daripada aset keuangan lain yang bervolatilitas lebih rendah, seperti saham. Dengan demikian, trading crypto lebih cocok untuk trader berkarakter risk-taker daripada safe-seeker.

Patut diperhatikan pula bahwa cryptocurrency tidak sah sebagai alat pembayaran (mata uang) di banyak negara, termasuk Indonesia. Kamu dapat berinvestasi ataupun trading crypto, tetapi jangan sekali-kali menggunakannya untuk membayar barang/jasa kepada pihak lain.

Cara Trading Crypto Bagi Pemula

Setelah menyimak uraian di atas, kamu mungkin tertarik menjajal trading crypto. Bagaimana memulainya? Berikut ini empat langkah trading crypto yang mudah dan aman bagi pemula:

  1. Pilih platform trading crypto yang legal dan berizin sesuai undang-undang. Hati-hati berurusan dengan platform trading crypto yang tidak berizin, karena banyak sekali modus penipuan berkedok investasi cryptocurrency.
  2. Pahami latar belakang aset kripto yang ingin kamu gunakan untuk trading. Setidaknya kamu harus tahu kelebihan dan kekurangannya agar dapat mengukur prospek aset tersebut di masa depan.
  3. Lakukan analisis teknikal untuk mengidentifikasi momen beli dan jual yang tepat bagi aset kripto favorit kamu. Ingat, jangan berinvestasi hanya karena mendengar bisikan orang yang tak dikenal.
  4. Hindari menaruh semua modalmu dapat satu aset kripto. Pilihlah beberapa aset kripto untuk dikoleksi, atau buatlah portofolio terdiversifikasi yang terdiri atas aset kripto, saham, dan beberapa jenis aset keuangan lain. Ibarat kata pepatah, “jangan taruh semua telur di satu keranjang, karena kalau keranjang itu jatuh, maka semua telurmu akan pecah”.

Trading crypto untuk seorang trader pemula memang tidaklah mudah. Namun jika Kamu terus melatih diri dan tidak pernah berhenti belajar, maka kesuksesan tersebut akan dapat kamu raih.

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib

Apabila kamu sudah memiliki cukup ilmu tentang cara trading crypto dan tertarik untuk mulai investasi, langsung saja aktivasi aset kripto kamu di Ajaib! Ya, selain menawarkan saham, reksa dana, dan margin trading, kini Ajaib juga menghadirkan investasi dan jual beli aset kripto di dalam aplikasinya. 

Aset kripto yang ditawarkan oleh Ajaib juga beragam, dan bisa dipastikan aman karena Ajaib sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, dan juga dijamin oleh CoinCover dan Fireblocks, platform perlindungan aset kripto dengan proteksi dan keamanan tingkat dunia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, lanjutkan perjalanan investasi kamu dengan berinvestasi aset kripto di Ajaib dengan klik link di bawah ini!

Artikel Terkait