Ajaib
Menu

Saham

Strategi Buy and Hold: Tips Investasi Saham untuk Jangka Panjang!

SarifaMarch 30, 2026

5 Strategi Investasi Saham untuk Jangka Panjang!

Setelah sekian lama menabung, akhirnya Kamu punya uang lebih dan tertarik untuk mulai investasi saham. Tapi begitu membuka aplikasi saham, yang Kamu lihat adalah grafik yang bergerak naik-turun setiap detik. Timbul pertanyaan, “Kapan sih waktu yang tepat untuk beli? Jangan-jangan saya beli di harga tinggi nanti malah rugi?” Hal inilah yang sering membuat calon investor takut untuk memulai.

Padahal, ada solusi sederhana yang sudah terbukti efektif dari masa ke masa, yaitu strategi investasi jangka panjang. Tidak perlu menjadi trader pro yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, Kamu bisa tetap cuan di pasar saham dengan pendekatan yang lebih santai namun powerful. Mari kita bahas strategi buy and hold secara lengkap di artikel ini!

Apa Itu Strategi Buy and Hold?

Buy and hold adalah sebuah strategi investasi di mana Kamu membeli saham perusahaan berkualitas dan menyimpannya untuk jangka panjang, bisa 5, 10, bahkan 20 tahun. Intinya: beli saham bagus, lalu diamkan. Tidak seperti trading aktif yang jual-beli dalam hitungan jam atau hari untuk profit instan, strategi ini tidak berusaha menebak naik turun harga harian.

Cara kerjanya sederhana: Kamu membeli saham perusahaan yang Kamu yakini akan terus berkembang, lalu menahannya sambil membiarkan keuntungan bertumpuk. Jika perusahaan terus bertumbuh, harga saham akan mengikuti. Investor legendaris Warren Buffett menggunakan prinsip ini, “Jika Kamu tidak bersedia memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pikirkan untuk memilikinya sepuluh menit pun.”

Kenapa Buy and Hold Efektif untuk Jangka Panjang?

Alasan utamanya karena pasar saham cenderung naik dalam jangka panjang. Data historis IHSG dalam 20 tahun terakhir (2005–2024) mencatat rata-rata return tahunan (CAGR) mencapai 10,27% per tahun. Artinya, jika Kamu investasi Rp10 juta di awal 2005, dananya bisa tumbuh jadi sekitar Rp70 juta di akhir 2024, belum termasuk dividen.

Memang ada tahun-tahun berat, seperti 2008 ketika IHSG turun lebih dari 50%, atau pandemi 2020 yang sempat membuat pasar ambruk. Namun seiring waktu, IHSG selalu pulih dan kembali mencetak rekor tertinggi baru. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa buy and hold adalah strategi investasi jangka panjang yang paling sederhana sekaligus terbukti berhasil.

Keuntungan Strategi Buy and Hold

  • Minim biaya transaksi: Beli sekali, diam. Tidak seperti trader yang bolak-balik jual-beli dan terkena biaya komisi terus-menerus.
  • Tidak perlu timing market: Tidak perlu repot menebak kapan harga terendah dan tertinggi. Kamu cukup beli kapan pun, karena jangka panjang akan mengoreksi semua fluktuasi.
  • Potensi compounding maksimal: Compounding atau bunga berbunga bekerja paling baik saat Kamu membiarkan uang dan keuntungannya terus diinvestasikan ulang. Contoh sederhananya: jika Kamu investasi Rp10 juta dengan return 10% per tahun, di tahun pertama menjadi Rp11 juta. Tahun kedua, bunganya dihitung dari Rp11 juta, bukan dari modal awal — jadi lebih cepat membesar.
  • Lebih minim stres: Tidak perlu panik setiap harga turun sedikit. Kamu bisa tidur nyenyak karena tahu jangka panjang akan baik-baik saja.
  • Cocok untuk investor sibukKamu yang punya pekerjaan penuh waktu, kuliah, atau usaha tidak perlu meluangkan jam khusus untuk trading.

Risiko Strategi Buy and Hold

Meskipun terbukti efektif, strategi ini bukan tanpa risiko. Ada beberapa kondisi di mana buy and hold mungkin kurang optimal, seperti saat pasar berada di valuasi ekstrem (sangat mahal) atau periode sideway panjang di mana IHSG bergerak datar bertahun-tahun. Berikut risiko utama yang perlu Kamu waspadai:

  • Risiko salah pilih saham: Ini adalah risiko salah pilih saham yang paling besar. Jika Kamu membeli saham perusahaan yang bisnisnya menurun, menyimpannya lebih lama hanya akan memperbesar kerugian.
  • Drawdown jangka pendek: Harga saham bisa turun drastis dalam waktu singkat, bahkan 30-50%. Kamu harus punya “perut kuat” secara mental dan finansial.
  • Perubahan fundamental perusahaan: Perusahaan yang sekarang bagus belum tentu baik di masa depan. Teknologi bisa usang, persaingan bisa menggerus pangsa pasar, atau manajemen bisa salah arah.

Karena itu, Kamu tidak bisa sembarangan pilih saham hanya karena rekomendasi orang lain. Riset dan analisis fundamental adalah kunci.

Kriteria Saham untuk Strategi Buy and Hold

Berikut checklist yang bisa Kamu langsung pakai untuk menilai apakah sebuah saham layak disimpan jangka panjang:

  1. Fundamental kuat: Perusahaan menghasilkan laba positif secara konsisten.
  2. Laba konsisten: Pendapatan dan laba bersih tumbuh dari tahun ke tahun.
  3. ROE tinggiRoE atau Return on Equity menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham. Semakin tinggi, semakin baik.
  4. Utang terkendali: Jangan sampai utang perusahaan lebih besar dari ekuitasnya.
  5. Market leader: Perusahaan yang memimpin di industrinya cenderung lebih stabil dan sulit digoyang kompetitor.
  6. Manajemen baik: Cek reputasi direksi dan komisaris — mereka yang punya track record bagus biasanya lebih bisa dipercaya.

Contoh Saham yang Cocok untuk Buy and Hold

Berikut adalah beberapa contoh saham dari sektor berbeda yang sering masuk radar investor jangka panjang. Perlu diingat, ini hanya contoh edukatif, bukan rekomendasi mutlak.

Perbankan: BBCA (Bank Central Asia Tbk.)
BBCA dikenal sebagai bank swasta terbesar di Indonesia dengan fokus pada layanan retail dan transaksi perbankan. Keunggulannya: inovasi digital yang terus-menerus, basis nasabah yang loyal, dan manajemen risiko yang hati-hati. Profitabilitas BBCA secara konsisten berada di jajaran tertinggi sektor perbankan.

Perbankan: BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.)
BBRI adalah bank BUMN dengan fokus utama pada pembiayaan UMKM. Jaringan kantor cabang dan agen BRILink yang tersebar luas hingga pelosok negeri menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru kompetitor. Pertumbuhan labanya stabil dan coverage pasarnya tak tertandingi di segmen mikro.

Barang Konsumen: UNVR (Unilever Indonesia Tbk.)
UNVR merupakan salah satu produsen barang konsumsi terbesar di Indonesia. Produknya seperti sabun, deterjen, dan makanan ringan sangat dikenal masyarakat luas. Dengan portofolio produk yang luas dan strategi pemasaran kuat, UNVR menawarkan dividen yang stabil dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Untuk mencari rekomendasi saham goods lainnya, Kamu bisa melihat perusahaan seperti Indofood (INDF) atau Astra International (ASII) yang bergerak di otomotif, alat berat, dan agribisnis.

Kesalahan Umum dalam Buy and Hold

  • Menahan saham buruk terlalu lama: Banyak investor awam mengira buy and hold berarti memegang saham apapun tanpa batas. Padahal, jika fundamental perusahaan sudah memburuk, lebih baik cut loss.
  • Tidak update fundamentalKamu tetap harus memantau laporan keuangan setiap kuartal. Jangan sampai perusahaan yang tadinya bagus ternyata sedang bermasalah.
  • Panik saat market turun: Ini kesalahan paling fatal. Ketika IHSG turun, banyak investor pemula panik dan menjual di harga terendah — kebalikan dari prinsip buy and hold.
  • Tidak diversifikasi: Menaruh semua modal di satu saham saja sangat berisiko. Sebarkan ke beberapa sektor berbeda untuk mengurangi risiko.

Tips Memaksimalkan Strategi Buy and Hold

  1. Reinvest dividen: Daripada dividen dipakai belanja, lebih baik diinvestasikan kembali untuk membeli lebih banyak saham. Ini akan mempercepat efek compounding.
  2. Fokus pada growth jangka panjang: Jangan tergoda dengan cuan instan atau saham gorengan. Ingat, investasi adalah maraton, bukan sprint.
  3. Hindari noise market: Berita buruk di TV, postingan panik di media sosial, atau prediksi analis bisa membuat Kamu cemas. Ingat pesan Warren Buffett: dalam jangka pendek pasar seperti mesin voting yang ikut suara terbanyak, tapi dalam jangka panjang pasar adalah mesin timbangan yang mencerminkan nilai sesungguhnya.
  4. Gunakan analisis fundamental: Jangan beli saham hanya karena FOMO atau ikut-ikutan orang. Pelajari laporan keuangan, cek rasio utang, profitabilitas, dan prospek bisnis perusahaan.

Mulai Investasi Saham di Aplikasi Ajaib!

Sekarang Kamu sudah tahu bahwa strategi buy and hold adalah strategi investasi jangka panjang yang paling sederhana dan terbukti berhasil. Siapa pun bisa menerapkannya — baik Kamu karyawan dengan jadwal padat, mahasiswa yang baru belajar, atau ibu rumah tangga yang ingin menyiapkan dana masa depan.

Minimal investasi saham di Ajaib hanya Rp10.000, diawasi OJK, dan biaya transaksinya kompetitif. Tunggu apa lagi? Download aplikasi Ajaib sekarang dan mulai perjalanan investasi jangka panjang Kamu hari ini!

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!