Ajaib
Menu

Saham

Kinerja Keuangan JELI Sebelum IPO, Apakah Bertumbuh?

SalsabillaJune 18, 2026

Kinerja Keuangan JELI Sebelum IPO, Apakah Bertumbuh?

Key Takeaways:

  • Laba bersih JELI melesat +235,5% di FY25 meski pendapatan menyusut, efisiensi jadi kunci utamanya
  • Gross profit margin melonjak dari 29,4% ke 38,6% dalam dua tahun, sinyal kualitas bisnis yang makin sehat
  • INACO kuasai 49,57% pangsa pasar Jelly nasional

Kenapa IPO JELI Layak Masuk Radar Investor?

Saat sebagian besar perusahaan berupaya menunjukkan pertumbuhan penjualan yang tinggi, JELI menunjukkan pendapatannya yang menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi laba yang dihasilkan justru meningkat secara signifikan.

Kondisi seperti ini sering kali menarik untuk dicermati lebih dalam. Sebab, kenaikan laba yang didorong oleh perbaikan kualitas bisnis dan efisiensi operasional umumnya lebih berkelanjutan dibanding pertumbuhan yang hanya mengandalkan volume penjualan.

Di tengah industri makanan dan minuman Indonesia yang terus berkembang, dengan kontribusi sekitar 7,13% terhadap PDB nasional pada 2025 serta dukungan pasar domestik yang mencapai lebih dari 286 juta penduduk, PT Niramas Utama menunjukkan bahwa pertumbuhan yang sehat tidak selalu harus datang dari peningkatan omzet. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan justru berhasil memperbaiki profitabilitas secara konsisten sambil melakukan penataan portofolio bisnisnya.

Pertumbuhan Kinerja Keuangan IPO JELI

Jika melihat sekilas angka pendapatan, tren memang terlihat menurun. Namun ketika ditelusuri lebih jauh, terdapat perubahan kualitas bisnis yang cukup menarik di balik angka tersebut.

KeteranganFY23FY24FY25
Revenue (Rp miliar)838,9788,4753,1
Gross Profit (Rp miliar)246,5259,6290,8
Net Profit (Rp miliar)2,412,939,0

Pendapatan turun dari Rp838,9 miliar pada FY23 menjadi Rp753,1 miliar pada FY25. Namun pada periode yang sama, laba bersih meningkat dari Rp2,4 miliar menjadi Rp39,0 miliar. Gross profit juga terus bertumbuh dari Rp246,5 miliar menjadi Rp290,8 miliar.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa penurunan pendapatan bukan semata-mata akibat melemahnya bisnis. Manajemen secara sadar melakukan konsolidasi dengan mengurangi produk yang memiliki margin rendah dan kurang memberikan kontribusi terhadap profitabilitas perusahaan. Hasilnya, kualitas pendapatan menjadi lebih baik dan laba tumbuh jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

Rahasia di Balik Lonjakan Laba, Efisiensi yang Konsisten

Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah, bagaimana laba bisa meningkat ketika penjualan justru menurun?

Jawabannya terletak pada strategi efisiensi yang dijalankan secara disiplin. Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen berfokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui optimalisasi harga jual, penghentian produk dengan margin rendah, serta efisiensi biaya produksi dan pengadaan bahan baku.

Dampak dari strategi tersebut terlihat jelas pada perkembangan margin perusahaan.

MarginFY23FY24FY25
Gross Profit Margin (GPM)29,4%32,9%38,6%
Operating Profit Margin (OPM)0,8%2,6%6,9%
Net Profit Margin (NPM)0,2%1,5%5,2%

Kenaikan margin ini menunjukkan bahwa setiap rupiah penjualan kini mampu menghasilkan laba yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika pada FY23 perusahaan hanya menghasilkan laba bersih sekitar Rp0,2 dari setiap Rp100 penjualan, maka pada FY25 angka tersebut telah meningkat menjadi Rp5,2.

Yang menarik, perbaikan ini tidak terjadi dalam satu periode saja. Seluruh indikator profitabilitas menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun, sehingga memberikan sinyal bahwa transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mulai menghasilkan dampak nyata.

Posisi Pasar, Pemimpin yang Sulit Digantikan

Selain kinerja keuangan, posisi kompetitif perusahaan juga menjadi faktor penting dalam menilai prospek jangka panjang suatu IPO.

Melalui merek INACO, JELI memiliki posisi yang sangat kuat di pasar dessert Indonesia.

  • Jelly: pangsa pasar 49,57%
  • Nata de Coco: pangsa pasar 19,87%
  • Pudding: pangsa pasar 16,01%

Khusus di kategori jelly, INACO menguasai hampir separuh pasar nasional. Posisi ini menunjukkan kekuatan merek yang telah dibangun selama bertahun-tahun serta tingkat penerimaan konsumen yang tinggi.

Bagi investor, market share yang kuat sering kali menjadi salah satu bentuk keunggulan kompetitif yang sulit ditiru dalam waktu singkat. Dukungan merek, distribusi, dan loyalitas konsumen dapat menjadi fondasi penting untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Struktur Pendapatan, Pasar Lokal Masih Menjadi Andalan

Sebagian besar pendapatan JELI masih berasal dari pasar domestik, dengan kontribusi lebih dari 95% setiap tahunnya.

Dominasi pasar lokal ini mencerminkan kuatnya posisi produk INACO di Indonesia. Di sisi lain, ketergantungan yang tinggi terhadap pasar domestik juga menjadi alasan mengapa penurunan volume penjualan lokal berdampak cukup besar terhadap total pendapatan perusahaan.

Meski demikian, terdapat perkembangan menarik pada FY25. Setelah mengalami penurunan pada tahun sebelumnya, pendapatan ekspor mulai menunjukkan pemulihan menjadi Rp15,73 miliar dari Rp14,70 miliar pada FY24.

Kontribusinya memang masih relatif kecil, namun tren ini dapat menjadi sinyal awal bahwa perusahaan mulai memiliki peluang untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar pasar domestik.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Dana hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk mendukung agenda ekspansi jangka panjang perusahaan.

Alokasi dana IPO JELI terdiri dari:

  • 51,04% untuk ekspansi kapasitas produksi PT NPS
  • 19,97% untuk kebutuhan modal kerja
  • 18,36% untuk belanja modal (capital expenditure)

Porsi terbesar yang dialokasikan untuk peningkatan kapasitas produksi menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek pertumbuhan permintaan ke depan. Dengan struktur margin yang kini jauh lebih sehat, setiap tambahan volume penjualan berpotensi memberikan kontribusi laba yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Bagi investor yang sedang mempertimbangkan IPO JELI, kombinasi antara posisi pasar yang kuat, profitabilitas yang terus membaik, dan rencana ekspansi yang jelas menjadi faktor utama yang layak untuk dicermati lebih lanjut.

Jadwal IPO JELI

TahapanTanggal
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding)15 – 22 Juni 2026
Tanggal Efektif OJK29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum1 – 3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan3 Juli 2026
Distribusi Saham Elektronik6 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI7 Juli 2026

Pesan IPO JELI Bebas Biaya di Ajaib!

Tertarik untuk ikut serta dalam beli saham IPO JELI dan mulai membangun portofolio dari pasar perdana? Kamu bisa melakukannya langsung melalui aplikasi Ajaib. Pantau jadwal penawaran, baca prospektus, dan ajukan pemesanan langsung dari genggaman tanganmu. Mulai perjalanan investasi kamu di Ajaib, jangan lewatkan peluang dari IPO terbaru!

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Kinerja Keuangan JELI Sebelum IPO, Apakah Bertumbuh? - Ajaib