Ajaib
Menu

Saham

Bedah Saham JELI: Profil Emiten Pemimpin Pasar Nata de Coco dan Kinerjanya

SalsabillaJune 17, 2026

Pesan Saham IPO JELI di Ajaib

Key Takeaways:

  • INACO menjadi market leader di kategori Jelly dengan pangsa pasar 49,57% dan mempertahankan posisi kuat di Nata de Coco serta Pudding.
  • Laba bersih JELI melonjak 235,5% pada FY25 meskipun penjualan turun, menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi dan ekspansi margin.
  • Mayoritas dana IPO dialokasikan untuk ekspansi kapasitas produksi, namun valuasi IPO yang mencapai 31x–38x P/E membuat investor perlu mencermati potensi pertumbuhan pasca-IPO.

Sekilas Tentang Saham JELI

PT Niramas Utama Tbk didirikan pada tahun 1990 dan bergerak di industri makanan dan minuman penutup (dessert) sehat berbasis kelapa dan serat alami. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan berhasil membangun merek INACO sebagai salah satu brand top of mind di segmen dessert berbasis nata de coco dan jelly.

JELI memiliki integrasi rantai pasok yang kuat dari hulu hingga hilir melalui empat fasilitas produksi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu:

  • Bekasi: pusat produksi utama produk INACO seperti Mini Jelly, Pudding, Ready-to-Drink, Gummies, dan Snack Mini Bites.
  • Pontianak: produksi bahan dasar Aloe Vera.
  • Sukabumi: produksi Nata de Coco mentah.
  • Pasuruan: produksi produk confectionery seperti gummy candy dan permen jeli.

Ekosistem distribusi JELI juga cukup luas, mencakup:

  • Modern Trade (ritel modern)
  • General Trade (pasar tradisional dan grosir)
  • Distribusi B2B
  • Pasar ekspor internasional

Di tengah tren gaya hidup sehat dan meningkatnya konsumsi produk makanan ringan berbasis serat alami, JELI hadir dengan portofolio produk yang telah dikenal luas seperti Nata de Coco, Mini Jelly, Pudding, Jelly Drink, hingga minuman berbasis kelapa. Selain kuat di pasar domestik, produk-produk INACO juga telah menembus berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, hingga China. Kombinasi kekuatan merek, jaringan distribusi, dan integrasi operasional menjadi fondasi utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

Prospek Pertumbuhan dan Strategi Bisnis JELI

Prospek JELI didukung oleh posisi perusahaan sebagai salah satu pemain dominan di industri dessert berbasis kelapa dan serat alami.

Beberapa faktor pendorong utama pertumbuhan antara lain:

  • Brand INACO yang telah dikenal lebih dari 35 tahun.
  • Posisi market leader di kategori Jelly dengan market share 49,57%.
  • Pangsa pasar Nata de Coco sebesar 19,87%.
  • Pangsa pasar Pudding sebesar 16,01%.
  • Peluang pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia yang berkontribusi sekitar 7,13% terhadap PDB nasional pada 2025.
  • Jaringan distribusi domestik dan ekspor yang luas.

Selain mempertahankan posisi di pasar domestik, perusahaan juga berencana memperluas penetrasi pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Eropa Ekspansi kapasitas produksi melalui pembangunan mesin baru pasca-IPO juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan penjualan dalam beberapa tahun ke depan.

Komposisi Pemegang Saham JELI

Struktur pemegang saham menunjukkan bahwa kendali perusahaan tetap berada di tangan pemegang saham utama setelah IPO.

Pemegang SahamPre-IPOPasca-IPO
PT Niramas Utama International99,80%73,92%
Sadikun Wiratno0,20%0,15%
Publik25,93%
Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO sebanyak 1,35 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Struktur ini menunjukkan bahwa publik akan memiliki sekitar 25,93% saham perusahaan, sementara pemegang saham pengendali tetap mempertahankan mayoritas kepemilikan.

Performa Keuangan Saham JELI

Performa Keuangan Saham JELI

Kinerja JELI dalam tiga tahun terakhir menunjukkan fenomena yang cukup menarik. Meskipun pendapatan mengalami penurunan, profitabilitas perusahaan justru meningkat signifikan berkat efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk.

Pendapatan

Pendapatan mengalami penurunan secara bertahap:

  • FY23: Rp838,9 miliar
  • FY24: Rp788,4 miliar
  • FY25: Rp753,0 miliar

Penurunan ini terutama disebabkan oleh strategi perusahaan untuk mengurangi penjualan produk dengan margin rendah dan fokus pada produk yang lebih menguntungkan.

Laba Operasional

Laba operasional justru meningkat secara konsisten:

  • FY23: Rp246,2 miliar
  • FY24: Rp259,6 miliar
  • FY25: Rp290,7 miliar

Sejalan dengan itu, Operating Profit Margin (OPM) meningkat dari:

  • 29,3% (FY23)
  • 32,9% (FY24)
  • 38,6% (FY25)

Laba Bersih

Perbaikan paling signifikan terlihat pada laba bersih:

  • FY23: Rp1,6 miliar
  • FY24: Rp11,6 miliar
  • FY25: Rp39,0 miliar

Net Profit Margin (NPM) juga meningkat tajam:

  • 0,2% (FY23)
  • 1,5% (FY24)
  • 5,2% (FY25)

Secara keseluruhan, laba bersih FY25 melonjak 235,5% YoY, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi dan penguatan margin perusahaan.

Segmen Pendapatan

Segmen Pendapatan

Berdasarkan kontribusi pendapatan FY25, struktur bisnis JELI masih sangat ditopang oleh perusahaan induk.

Komposisi ini menunjukkan bahwa mayoritas pendapatan grup masih berasal dari bisnis utama INACO, sementara kedua anak usaha berperan sebagai pendukung operasional dan kapasitas produksi.

Alokasi Dana IPO JELI

Penggunaan dana hasil IPO JELI difokuskan untuk ekspansi kapasitas produksi dan penguatan operasional.

  • 51,04% (Rp200 miliar) untuk penyertaan modal ke PT Niramas Pandaan Sejahtera guna pembelian dan instalasi mesin produksi gummy candy dan jelly otomatis.
  • 18,36% (Rp71,9 miliar) untuk belanja modal berupa pembelian mesin Jelly Sachet/Stick dan perluasan kapasitas gudang Bekasi.
  • 10,63% (Rp41,7 miliar) untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek Bank Mandiri.
  • 19,97% (Rp78,3 miliar) untuk modal kerja.

Strategi ini menunjukkan fokus perusahaan pada peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik maupun ekspor.

Valuasi JELI

Pada kisaran harga penawaran Rp900–Rp1.120 per saham, valuasi JELI tergolong premium dibanding beberapa emiten makanan dan minuman yang telah tercatat di BEI.

Harga Rp900Harga Rp1.120
Total Dana IPO (Rp Miliar)315392
Market Cap (Rp Triliun)1,21,5
P/E FY25 (x)31,138,7
P/BV (x)2,62,8

Pada harga atas, valuasi P/E mencapai 38,7x, jauh di atas beberapa emiten sejenis seperti:

Meski demikian, investor tampaknya membayarkan premium terhadap kekuatan merek INACO, posisi market leader, serta potensi ekspansi kapasitas pasca-IPO.

Jadwal Indikatif IPO JELI

Berikut jadwal e-IPO JELI yang perlu dicatat investor:

  • Book Building: 15–22 Juni 2026
  • Penawaran Umum: 1–3 Juli 2026
  • Penjatahan (Allotment): 3 Juli 2026
  • Distribusi Saham Elektronik: 6 Juli 2026
  • Pencatatan Perdana: 7 Juli 2026

Underwriter IPO JELI

Penjamin pelaksana emisi efek IPO JELI adalah PT Sucor Sekuritas.

Berikut rekam jejak IPO yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir:

EmitenDana IPO (Rp Miliar)Performa Saat ListingJumlah ARA
SUPA2.798+25%3x
RATU624+25%10x
CYBR100+35%2x
RAAM217+25%5x
MBMA9.182+11%

Rekam jejak tersebut menunjukkan beberapa IPO yang ditangani Sucor Sekuritas mampu mencatatkan performa positif pada hari pertama perdagangan.

Tertarik Ikut IPO JELI? Pesan Melalui Ajaib!

Kamu bisa mengikuti IPO JELI melalui aplikasi Ajaib. Dengan fitur beli saham IPO yang terintegrasi, kamu dapat memantau jadwal penawaran umum, membaca prospektus, hingga melakukan pemesanan saham langsung dalam satu aplikasi. Dengan kekuatan merek INACO, posisi market leader di segmen dessert berbasis kelapa, serta rencana ekspansi kapasitas produksi pasca-IPO, JELI menjadi salah satu saham IPO yang menarik untuk dicermati pada pertengahan 2026. Namun, investor juga perlu mempertimbangkan valuasi yang relatif premium dan memastikan pertumbuhan pasca-IPO mampu mendukung ekspektasi pasar dalam jangka panjang.

Mulai perjalanan investasi kamu sekarang juga dengan investasi saham di Ajaib, dan jangan lewatkan peluang dari IPO terbaru!

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Bedah Saham JELI: Profil Emiten Pemimpin Pasar Nata de Coco dan Kinerjanya - Ajaib