Ajaib
Menu

Saham

JELI: Saham Syariah yang Ekspor ke 7 Negara, Peluang Buat Investor Muslim & Growth Seeker

SarifaJune 30, 2026

Ringkasan:

  1. JELI adalah kode saham dari PT Niramas Utama Tbk—produsen di balik merek INACO yang sudah dikenal luas sejak 1990.
  2. Perusahaan ini telah mengekspor produknya ke 7 negara, termasuk Jepang, AS, dan Australia, serta termasuk dalam kategori saham syariah.
  3. IPO JELI menawarkan harga di kisaran Rp900–Rp1.120 per saham dengan potensi dana segar hingga Rp392 miliar.

Mengenal JELI: Lebih dari Sekadar Jeli INACO

Kamu pasti pernah menikmati jeli atau nata de coco INACO, kan? Tapi tahu nggak sih kalau di balik merek yang akrab di lidah masyarakat Indonesia itu ada perusahaan yang sebentar lagi melantai di Bursa Efek Indonesia?

PT Niramas Utama Tbk, itulah nama perusahaan di balik produk-produk INACO. Dengan kode saham JELI, perusahaan yang berdiri sejak 1990 ini akan resmi menjadi emiten publik pada 7 Juli 2026.

Yang menarik, JELI bukan sekadar perusahaan makanan biasa. Perusahaan ini adalah pionir dan pemimpin pasar (market leader) untuk produk dessert sehat berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia. Produk andalannya meliputi Nata de Coco, Jelly Drink, I’m Coco, puding siap santap, hingga inovasi berbahan aloe vera dan konnyaku.

JELI: Saham Syariah yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Buat kamu investor Muslim yang mencari instrumen investasi sesuai prinsip syariah, kabar baiknya: JELI termasuk dalam kategori saham syariah.

Apa artinya? Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah—artinya jauh dari bisnis riba, judi, minuman keras, dan sejenisnya. Dengan masuknya JELI dalam kategori ini, kamu bisa lebih tenang karena investasi yang kamu lakukan sejalan dengan nilai-nilai yang kamu yakini.

Ekspor ke 7 Negara: Bukti Kualitas INACO

Salah satu hal yang bikin JELI menarik adalah jangkauan pasarnya yang nggak main-main. Selain menguasai pasar domestik dengan jaringan distribusi yang mencakup 251 titik di seluruh Indonesia, produk INACO juga sudah menembus pasar internasional.

Negara-negara tujuan ekspor JELI antara lain:

  • Jepang
  • India
  • China
  • Thailand
  • Australia
  • Kanada
  • Amerika Serikat

Bahkan, perusahaan punya rencana ekspansi lebih lanjut ke Afrika dan Eropa pada tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa JELI punya visi global dan nggak cuma mengandalkan pasar domestik.

IPO JELI: Berapa Harga dan Kapan Jadwalnya?

Buat kamu yang tertarik ikut serta dalam IPO JELI, berikut detail pentingnya:

Harga dan Jumlah Saham

  • Harga penawaran: Rp900–Rp1.120 per saham
  • Jumlah saham ditawarkan: Maksimal 350 juta saham baru
  • Porsi saham IPO: 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO
  • Potensi dana yang dihimpun: Hingga Rp392 miliar

Jadwal IPO JELI

TahapanTanggal
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding)15–22 Juni 2026
Tanggal Efektif OJK29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum1–3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan3 Juli 2026
Distribusi Saham Elektronik6 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI7 Juli 2026

Ke mana Dana IPO JELI Akan Digunakan?

Sebagai calon investor, penting banget buat kamu tahu ke mana uang dari IPO akan dialokasikan. Berdasarkan prospektus, dana segar yang dihimpun JELI akan digunakan untuk:

  • 51,04% → Penyertaan modal ke perusahaan anak (PT NPS) dalam bentuk ekuitas
  • 18,36% → Belanja modal untuk pembelian mesin dan peralatan produksi, serta peningkatan kapasitas gudang
  • 10,63% → Pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek
  • Sisanya 19,97% → Modal kerja

Artinya, sebagian besar dana IPO akan dialokasikan untuk ekspansi bisnis—bukan sekadar untuk bayar utang. Ini sinyal positif buat pertumbuhan jangka panjang.

Kinerja Keuangan JELI: Pendapatan Turun, tapi Laba Meroket

Nah, ini bagian yang paling penting buat kamu perhatikan. Gimana sih kondisi keuangan JELI?

Di tahun 2025, JELI mencatatkan pendapatan sekitar Rp753,05 miliar, turun 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp788,43 miliar.

Tapi tunggu dulu—jangan langsung pesimis. Di balik penurunan pendapatan, laba bersih JELI melonjak 219,7% menjadi Rp39,36 miliar, dibandingkan Rp12,31 miliar pada tahun 2024.

Apa yang terjadi? Ternyata JELI berhasil melakukan efisiensi biaya produksi yang signifikan—beban pokok penjualan turun 12,58% menjadi Rp462,27 miliar. Jadi meskipun penjualan sedikit menurun, perusahaan bisa mengelola biaya dengan lebih baik sehingga keuntungan tetap meningkat.

Dari sisi neraca:

  • Total aset meningkat menjadi Rp552,11 miliar (dari Rp522,60 miliar di 2024)
  • Ekuitas naik 22,8% menjadi Rp145,52 miliar

Kebijakan Dividen JELI

Buat kamu yang mencari potensi pendapatan pasif dari dividen, JELI juga punya kabar menarik. Setelah IPO, perusahaan berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30% dari laba bersih setiap tahunnya, setelah menyisihkan cadangan wajib.

Meskipun perusahaan belum pernah membagikan dividen sebelumnya, kebijakan ini tentu jadi angin segar buat investor jangka panjang yang mencari return rutin.

Apa yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Investasi?

Setiap investasi pasti ada risikonya, dan JELI nggak terkecuali. Berdasarkan analisis praktisi pasar modal, ada beberapa hal yang perlu kamu cermati:

  1. Porsi saham publik cukup besar (25,93%). Free float yang tinggi bisa membuat likuiditas saham terlalu besar dan mengurangi efek kelangkaan—yang artinya potensi kenaikan harga saat listing mungkin nggak setinggi saham dengan free float kecil.
  2. Risiko profit taking juga lebih tinggi karena jumlah saham yang dimiliki publik besar. Jadi kalau harga naik signifikan di awal, banyak investor mungkin akan mengambil untung.
  3. Perhatikan reputasi underwriter (penjamin emisi). Dalam kasus JELI, penjamin pelaksana emisi efeknya adalah PT Sucor Sekuritas.

Apakah JELI Layak Masuk Radar Investasimu?

Pesan IPO JELI menghadirkan kombinasi yang menarik: saham syariah dari perusahaan established dengan merek INACO yang sudah dikenal luas, jaringan ekspor ke 7 negara, dan rencana ekspansi ke pasar global yang lebih luas.

Dari sisi keuangan, meskipun pendapatan turun, lonjakan laba bersih hampir 220% menunjukkan bahwa manajemen perusahaan mampu melakukan efisiensi dengan baik. Dana IPO yang sebagian besar dialokasikan untuk ekspansi juga menunjukkan visi pertumbuhan jangka panjang.

Tapi ingat, investasi saham tetaplah berisiko. Porsi saham publik yang besar bisa mempengaruhi pergerakan harga saham di awal. Lakukan riset mandiri, pahami prospektus, dan sesuaikan dengan profil risiko serta tujuan keuanganmu.

Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi saham memiliki risiko tinggi. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

JELI: Saham Syariah yang Ekspor ke 7 Negara, Peluang Buat Investor Muslim & Growth Seeker - Ajaib