Bedah Keuangan RANS: Revenue Turun 14%, Laba Anjlok 42%, Masih Layak Dibeli?
Salsabilla•June 29, 2026

Key Takeaways
- Pendapatan RANS turun selama tiga tahun berturut-turut hingga menjadi Rp353,37 miliar pada FY2025, dipengaruhi melemahnya bisnis brand ambassador, hilangnya kontribusi klub sepak bola, dan perlambatan penjualan produk.
- Laba bersih FY2025 turun 41,6% YoY menjadi Rp56,7 miliar, sementara kenaikan laba pada FY2024 didorong oleh keuntungan non-berulang dari pelepasan entitas anak.
- Dana IPO akan digunakan untuk memperkuat neraca sekaligus mendorong ekspansi melalui Cipungland, bisnis konser, kecerdasan buatan (AI), serta akuisisi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Keuangan RANS Jadi Sorotan Jelang IPO
Menjelang Penawaran Umum Perdana (IPO), PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi perhatian pelaku pasar setelah laporan keuangannya menunjukkan tren penurunan pendapatan selama tiga tahun terakhir. Di sisi lain, perseroan tetap menyiapkan berbagai langkah ekspansi menggunakan dana hasil IPO sebagai upaya membangun sumber pertumbuhan baru.
Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya segmen brand ambassador dan talent management, tidak lagi adanya kontribusi bisnis klub sepak bola, serta tekanan pada lini penjualan produk. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dicermati investor menjelang pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keuangan RANS: Pendapatan Turun Tiga Tahun Beruntun, Laba 2024 Ditopang Faktor Non-Berulang
Secara kinerja keuangan, RANS mencatat penurunan pendapatan secara konsisten sejak 2023. Pada saat yang sama, laba bersih juga mengalami tekanan pada FY2025 setelah sebelumnya sempat meningkat pada FY2024 akibat adanya keuntungan pelepasan entitas anak yang bersifat non-recurring.
| Indikator | FY2023 | FY2024 | FY2025 | Perubahan FY2025 |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp437,81 miliar | Rp410,49 miliar | Rp353,37 miliar | -13,9% YoY |
| Laba Bersih | Rp90,2 miliar | Rp97,1 miliar | Rp56,7 miliar | -41,6% YoY |
Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan laba pada FY2024 terutama berasal dari keuntungan pelepasan PT Rans Prestisius Klub Sepakbola (RPKSB) senilai sekitar Rp44,94 miliar. Karena keuntungan tersebut tidak berulang, laba bersih FY2025 kembali mencerminkan kondisi operasional perusahaan yang sebenarnya.
Apa Penyebab Pendapatan RANS Terus Menurun?
Penurunan pendapatan RANS berasal dari beberapa perubahan penting pada struktur bisnis perseroan. Secara historis, lini brand ambassador dan talent management merupakan kontributor utama pendapatan. Namun, perubahan tren pemasaran membuat banyak perusahaan beralih ke kontrak pemasaran jangka pendek sehingga permintaan terhadap layanan tersebut ikut melemah.
Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja FY2025 antara lain:
- Pendapatan brand ambassador dan talent management turun lebih dari 50% YoY, seiring berkurangnya permintaan dari pelanggan korporasi.
- Bisnis olahraga tidak lagi berkontribusi setelah pelepasan PT RPKSB pada 2024.
- Segmen penjualan produk mengalami tekanan margin, karena biaya distribusi dan pemasaran meningkat di tengah persaingan pasar.
- Ketergantungan terhadap figur publik sebagai motor utama bisnis membuat pendapatan lebih sensitif terhadap perubahan tren maupun reputasi.
Meski demikian, tidak seluruh lini usaha mengalami perlambatan. Konten media sosial tetap menjadi kontributor terbesar pendapatan FY2025 dengan kontribusi sekitar 34%, disusul penjualan produk sekitar 30%, sedangkan production house, event, dan ticketing masih membukukan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya.
Di sisi profitabilitas segmen, bisnis hiburan dan lifestyle masih menghasilkan margin yang relatif tinggi, sedangkan segmen penjualan produk justru membukukan kerugian akibat tekanan margin dan meningkatnya biaya pemasaran.
Strategi Penggunaan Dana IPO dan Prospek Pertumbuhan RANS
Melalui IPO, RANS menargetkan perolehan dana hingga sekitar Rp429,25 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, tetapi juga mendukung diversifikasi bisnis di luar aktivitas media digital.
Beberapa rencana penggunaan dana IPO meliputi:
- Pelunasan sebagian pinjaman bank untuk memperkuat neraca keuangan.
- Pengembangan Cipungland, termasuk pembangunan outlet permanen di Jabodetabek dan Jawa Barat.
- Ekspansi bisnis konser dengan menghadirkan artis nasional maupun internasional.
- Pembentukan perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI).
- Akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) serta tambahan modal pada entitas anak untuk mendukung ekspansi usaha.
Perseroan juga mengembangkan model bisnis berbasis intellectual property (IP) yang mengintegrasikan produksi konten, distribusi audiens, monetisasi lintas platform, hingga kerja sama komersial dengan berbagai mitra. Dalam empat tahun terakhir, RANS telah menyelenggarakan lebih dari 20 acara off-air dengan total lebih dari 700 ribu pengunjung, yang menjadi salah satu fondasi ekspansi bisnis hiburan ke depan.
Di sisi lain, valuasi IPO RANS berada pada kisaran P/E 30,0x–37,8x, lebih tinggi dibanding beberapa emiten media yang telah tercatat di BEI. Oleh karena itu, keberhasilan realisasi berbagai proyek ekspansi serta kemampuan perseroan mengembalikan pertumbuhan pendapatan akan menjadi faktor penting yang akan terus diperhatikan pasar setelah IPO.
Beli Saham IPO RANS di Ajaib
Tertarik mengikuti IPO RANS? Kamu bisa memesan saham IPO secara praktis melalui aplikasi Ajaib. Dengan fitur pesan saham IPO, kamu dapat mengikuti proses pemesanan saham perdana secara mudah langsung dari aplikasi. Selain itu, kamu juga bisa memantau jadwal IPO terbaru, prospektus perusahaan, hingga perkembangan pasar saham dalam satu platform. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
