Euforia Saham IPO Berlanjut: BACH ARA di Hari Pertama Listing, JECX dan JELI Lanjut ARA Hari Kedua
Salsabilla•July 8, 2026

Key Takeaways
- BACH langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan setelah melantai di BEI, sementara JECX dan JELI kembali mencatatkan ARA pada hari kedua listing.
- Meski tidak mampu bertahan di level ARA, EMMI tetap membukukan kenaikan 19,15% setelah sempat menyentuh batas kenaikan harian saat perdagangan berlangsung.
- Di tengah IHSG yang masih bergerak fluktuatif dan nilai transaksi yang relatif sepi, saham-saham IPO kembali menjadi pusat perhatian investor dengan mencatatkan performa yang jauh melampaui pergerakan pasar secara umum.
Saham IPO Kembali Jadi Sorotan
Empat emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan. Di sisi lain, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) berhasil melanjutkan tren positif dengan kembali menyentuh ARA pada hari kedua sejak resmi tercatat di bursa.
Sementara itu, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga menunjukkan performa yang kuat. Meskipun tidak mampu mempertahankan posisi di level ARA, saham emiten sektor kesehatan tersebut sempat menyentuh batas kenaikan harian sebelum akhirnya diperdagangkan di level Rp560 atau menguat 19,15% dibandingkan harga penawaran umum. Kondisi ini kembali mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham IPO, bahkan ketika kondisi pasar secara keseluruhan masih dibayangi volatilitas dan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya pulih.
Performa Empat Saham IPO Terbaru pada Perdagangan 8 Juli 2026
| Kode Saham | Harga IPO | Harga Terbaru | Performa | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| BACH | Rp442 | Rp550 | +24,43% | Langsung ARA pada hari pertama listing dengan antrean bid sekitar 1,28 juta lot. |
| EMMI | Rp470 | Rp560 | +19,15% | Sempat menyentuh ARA di Rp585. |
| JECX | Rp1.250 | Rp1.950 | +25,00% (hari kedua) | Kembali ARA pada hari kedua dengan antrean bid sekitar 4,25 juta lot. Total kenaikan pasca listing mencapai sekitar 56%. |
| JELI | Rp900 | Rp1.405 | +24,89% (hari kedua) | Melanjutkan ARA pada hari kedua dengan antrean bid sekitar 1,67 juta lot. Total kenaikan pasca listing mencapai sekitar 56,11%. |
Performa PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi sorotan setelah sahamnya langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama pencatatan. Dari harga IPO Rp442 per saham, BACH melonjak ke Rp550 atau naik 24,43%, dengan antrean beli mencapai sekitar 1,28 juta lot. Kinerja tersebut menempatkan BACH sebagai salah satu saham dengan penguatan tertinggi pada hari debutnya di Bursa Efek Indonesia.
Di sisi lain, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) berhasil mempertahankan momentum positif setelah sama-sama kembali menyentuh ARA pada hari kedua perdagangan. JECX diperdagangkan di Rp1.950 atau naik 25% pada hari kedua sehingga total kenaikan pasca listing mencapai sekitar 56%. Sementara itu, JELI menguat ke Rp1.405 atau naik 24,89%, sehingga akumulasi kenaikannya sejak IPO mencapai sekitar 56,11%.
Berbeda dengan ketiga emiten tersebut, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) memang belum mampu bertahan di level ARA. Meski demikian, saham EMMI sempat menyentuh level Rp585 yang merupakan batas ARA sebelum akhirnya diperdagangkan di Rp560 atau menguat 19,15% dari harga penawaran umum. Pergerakan tersebut tetap menunjukkan tingginya minat pasar terhadap saham IPO sektor kesehatan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Saham?
Bagi trader saham, performa BACH, JECX, JELI, dan EMMI menunjukkan bahwa saham IPO masih menjadi salah satu sumber momentum jangka pendek di tengah pasar yang bergerak sideways. Namun, reli beruntun yang terjadi dalam beberapa hari pertama perdagangan juga berarti volatilitas cenderung meningkat seiring potensi aksi ambil untung ketika periode euforia mulai mereda.
Beberapa hal yang layak diperhatikan trader antara lain:
- Perhatikan antrean bid dan offer di level ARA. Antrean beli yang besar dapat menjadi indikasi minat pasar masih tinggi, tetapi trader juga perlu mengantisipasi perubahan ketika antrean mulai menipis.
- Amati volume transaksi setelah saham keluar dari fase ARA. Volume yang tetap tinggi disertai kenaikan harga dapat menunjukkan momentum masih berlanjut. Sebaliknya, penurunan volume saat harga mulai melemah dapat menjadi sinyal momentum mulai berkurang.
- Jangan hanya mengejar harga yang sudah naik signifikan. Saham IPO sering kali bergerak sangat cepat pada hari-hari awal perdagangan. Menunggu terbentuknya pola pergerakan yang lebih jelas sering kali memberikan rasio risiko dan potensi imbal hasil yang lebih baik dibandingkan membeli ketika harga sudah berada di puncak euforia.
- Perhatikan fundamental dan penggunaan dana IPO. Selain momentum jangka pendek, trader juga dapat mencermati prospek bisnis emiten. Misalnya, BACH akan menggunakan dana IPO untuk memperkuat modal kerja sekaligus mengurangi utang, yang berpotensi mendukung ekspansi bisnis dalam jangka menengah.
Dengan karakteristik pergerakan yang cepat, saham IPO umumnya lebih cocok diperdagangkan menggunakan trading plan yang disiplin. Menentukan area masuk, target keuntungan, dan batas kerugian sejak awal menjadi langkah penting agar keputusan tetap objektif ketika volatilitas meningkat.
Trading Saham IPO Lebih Mudah di Ajaib
Momentum saham IPO seperti BACH, JECX, JELI, maupun EMMI menunjukkan bahwa peluang trading bisa muncul bahkan ketika kondisi pasar secara keseluruhan masih berfluktuasi. Karena itu, trader perlu memantau pergerakan harga, antrean bid-offer, volume transaksi, hingga data perdagangan secara real–time agar dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat.
Melalui Ajaib, kamu bisa pantau pergerakan saham dengan mudah, memperoleh informasi pasar terkini, serta memanfaatkan berbagai fitur pendukung untuk membantu menyusun strategi trading saham sesuai kondisi pasar. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Source: Kabar Bursa, Investor.id, Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!