Dua Tips Mencari Saham Diskon yang Mudah untuk Value Investing
Mikirduit•October 7, 2026

Key Takeaways
- Saham yang terlihat “diskon” dapat terjadi karena berbagai faktor, meski kondisi bisnis perusahaan masih relatif baik.
- Investor dapat menggunakan perbandingan valuasi dengan peer di sektor yang sama serta valuasi historis melalui PE/PBV band untuk melihat apakah harga saham tergolong murah.
- Dalam membandingkan saham sejenis, PBV perlu dilihat bersama ROE dan perusahaan yang dibandingkan sebaiknya memiliki skala bisnis yang relatif setara.
- Valuasi yang terlihat murah tidak otomatis berarti saham layak dibeli karena volatilitas, kondisi pasar, risiko bisnis, dan prospek perusahaan tetap perlu dianalisis lebih lanjut.
Apa yang Dimaksud dengan Saham Diskon?
Investor selalu disarankan mencari saham yang lagi diskon atau salah harga. Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui saham yang lagi diskon atau salah harga? Lalu, bagaimana action-nya?
Saham diskon berarti harga saham mengalami penurunan secara anomali dalam kondisi secara kinerja bisnis masih baik-baik saja. Kondisi itu bisa saja terjadi jika ada faktor-faktor seperti:
- Saham sektor komoditas yang dipengaruhi sentimen pergerakan harga komoditas yang menjadi bisnis utamanya. Meski bisnisnya baik-baik saja, tapi ketika harga komoditas mengalami penurunan berarti ada pandangan risiko penurunan tingkat margin keuntungan di masa depan.
- Saham yang keluar dari indeks global. Hal ini terjadi hampir di seluruh saham-saham Indonesia di MSCI dan FTSE, yang keluar maupun bertahan. Pasalnya, pasar saham Indonesia mengalami freeze dalam rebalancing sehingga membuat beberapa saham didepak dan yang bertahan mengalami penurunan bobot. Dalam hal ini, fund manager pasif yang mengacu ke indeks MSCI dan FTSE akan menjual secara otomatis tanpa melihat fundamentalnya.
- Persepsi risiko terhadap ekonomi makro negara yang meningkat sehingga ada aksi jual investor asing yang membuat harga saham mengalami tekanan meski bisnis dalam kondisi baik.
- Faktor dugaan kasus hukum yang tidak berdampak signifikan atau jika berdampak hanya sekali dan tidak berkelanjutan (seperti dikenakan denda).
- Faktor-faktor yang membuat kinerja laba terlihat tertekan bukan karena faktor bisnis memburuk, tapi faktor yang hanya sekali terjadi seperti kenaikan pencadangan (yang terjadi di saham bank, kalau di non-bank ada pencadangan perlu diperhatikan penyebabnya), hingga floating loss aset investasi.
Lalu, bagaimana kita mengetahui indikator saham lagi diskon?
Indikator Saham Lagi Diskon
Dalam melihat indikator saham yang lagi diskon bisa melihat perbandingan harga saham di pasar dengan underlying asset-nya alias kinerja keuangannya. Ada dua jenis valuasi, yakni valuasi absolut seperti discounted cashflow hingga relatif yang sering digunakan seperti price to earning ratio hingga price to book value, dan banyak rasio valuasi relatif lainnya seperti price to sales hingga EV to EBITDA.
Lalu, bagaimana tahu kalau saham tersebut lagi diskon? kami akan mengulas khusus dengan valuasi relatif yang datanya mudah didapatkan investor ritel.
Ada dua sudut pandang yang bisa digunakan untuk melihat saham lagi diskon:
1. Bandingkan Saham Terkait dengan Sektor yang Sama
Membandingkan saham-saham terkait di sektor yang sama. Misalnya, kita membandingkan price to book value (PBV) saham batu bara (kami biasanya menggunakan PBV untuk saham-saham capital intensive dan komoditas yang memiliki siklus tertentu agar tidak terdisraksi dengan angka laba bersih). Dalam membandingkannya bisa ditambah, metriks seperti Return on Equity (ROE) untuk menilai kewajaran dari valuasinya.
Catatan terpenting dalam melakukan perbandingan ini adalah harus membandingkan dengan saham yang punya skala bisnis hampir setara. Jika skalanya beda, perbandingannya akan kurang valid.
Perbandingan PBV dan ROE saham sektor Batu bara
Lalu, apa tanda saham itu diskon?
Ada dua cara dari skema perbandingan dengan peers untuk melihat saham diskon:
- Melihat yang PBV paling kecil. Tapi, bisa di-balanced dengan tingkat ROE yang lebih tinggi. Misalnya, dalam posisi ini PBV ITMG paling kecil, tapi ROE-nya juga terkecil kedua setelah BUMI. Jika tertarik dengan ITMG, kita perlu cek prospek detail dari kinerja terakhir dan rencana ke depannya. Tapi, jika ingin cari yang punya ROE lebih tinggi bisa lirik PTBA atau AADI.
- Melihat saham-saham dengan PBV di bawah rata-rata sektoral dengan posisi ROE yang tinggi. Dari sini, rata-rata PBV dari kelima saham ini adalah 3,32 kali. Artinya, saham batu bara yang punya PBV di bawah 3,32 kali bisa dianggap murah. Lalu, mana yang terbaik? opsinya bisa ada di PTBA atau AADI dengan ROE di atas 15 persen, ITMG juga bisa dilirik dengan memahami potensi di dalamnya, sedangkan BUMI meski di bawah rata-rata tapi ROE-nya di bawah 10 persen.
Salah satu kelemahan dari skema ini adalah investor tidak bisa melihat volatilitas harga saham secara langsung. Meski PBV sudah paling rendah, tapi investor tidak mengetahui bagaiman volatilitas harga sahamnya dalam beberapa waktu terakhir. Bisa saja, secara sektoral murah, tapi volatilitasnya sudah cukup tinggi.
Namun, perbandingan sektoral ini akan cukup membantu untuk saham-saham yang baru IPO. Sehingga bisa tergambar, seberapa menarik valuasi saham yang baru IPO tersebut.
Untuk mempermudah analisis, investor dapat mengecek data valuasi saham dan membandingkannya dengan saham sejenis maupun historis melalui Ajaib Terminal.
2. Bandingkan PE atau PBV saat ini dengan data historis
Membandingkan valuasi PE atau PBV saat ini dengan historisnya atau PE dan PBV band. Kelebihan dari skema ini, bisa memberikan gambaran diskon termasuk memberikan informasi kondisi volatilitas secara valuasi-nya.
Lalu, bagaimana memahami saham diskon dengan sudut pandang ini?
Secara teori, saham dianggap diskon jika posisi PE atau PBV saat ini berada di bawah PE dan PBV band rata-rata (mean) dalam periode tertentu. Artinya, posisi valuasi PE dan PBV yang ditransaksikan saat ini di bawah rata-rata transaksi dalam periode beberapa tahun terakhir.
Namun, standar ini bisa diubah sesuai kondisi market. Jika pasar saham lagi bearish secara makro, acuannya bisa diturunkan menjadi PE atau PBV band standard deviasi -1.
Dengan contoh saham batu bara sebelumnya, kita melihat ITMG menjadi yang paling murah. Tapi, bagaimana dengan PBV band-nya?

Jika dilihat, posisi PBV band ITMG di Ajaib Terminal sudah mendekati level rata-rata dalam 3 tahun terakhir. Lalu, pergerakan valuasinya juga terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir yang berarti secara volatilitas memang tengah mengalami kenaikan signifikan. Meski, posisi PBV band ITMG masih di bawah PBV rata-rata dalam 3 tahun terakhir.
Lalu, apakah saham PTBA dan AADI bisa berarti lebih murah? nah, kenaikan valuasi ITMG ini bisa dibilang dialami seluruh sektor batu bara karena faktor kenaikan harga komoditasnya.

Jika dilihat, valuasi PBV band PTBA sudah naik hingga ke atas PBV Standard deviasi +1. Artinya, secara teori, saham PTBA sudah tidak murah dan ada volatilitas yang cukup tinggi dalam jangka pendek.
Begitu juga dengan PBV band AADI yang malah telah melampaui PBV Standard Deviasi +2 yang berarti dari segi risiko volatilitasnya sudah cukup tinggi.

Dengan data tersebut, apa saham batu bara yang masih murah? Jawabannya adalah ITMG. Tapi, apakah bisa beli sekarang untuk rencana investasi jangka menengah? jawabannya tidak. Alasannya, volatilitas saham batu bara terjadi karena faktor kenaikan harga batu bara.
Artinya, jika harga batu bara mengalami konsolidasi selaras dengan harga minyak, ada potensi harga saham batu bara bisa lebih mencatatkan harga lebih murah.
Kesimpulan
Lalu, apakah asumsi harga saham sudah murah dengan valuasi relatif dari dua sudut pandang itu pasti? jawabannya tidak ada yang pasti di pasar saham. Dua sudut pandang itu hanya membantu investor melihat apakah valuasi sebuah saham dinilai undervalue atau tidak.
Namun, untuk prospeknya perlu ditelisik lebih detail dari laporan keuangan saat ini dan rencana perusahaan ke depannya. Lalu, perhitungan valuasi melihat harga diskon ini akan sulit digunakan untuk saham-saham volatilitas tinggi seperti saham konglomerat. Soalnya, valuasi saham-saham konglo yang booming di 2025 memiliki valuasi yang tinggi. Sehingga perhitungan risk-reward secara fundamental akan lebih sulit dan tidak relevan.
Seihingga menggunakan dua sudut pandang dari valuasi relatif berperan menggambarkan apakah harganya saat ini sudah diskon atau belum, sedangkan untuk memastikan layak investasi, perlu dianalisis dari segi risiko bisnis hingga peluang ke depannya.
Cek Valuasi Saham di Ajaib
Gunakan Ajaib untuk membantu membandingkan valuasi saham dengan peer dan melihat posisi PBV Band terhadap historisnya. Pantau saham yang menarik perhatian dan susun strategi investasi berdasarkan valuasi, kondisi bisnis, risiko, serta prospeknya. Download Ajaib dan mulai trading saham dengan lebih powerful.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
