Kenapa Banyak Emiten Gelar Rights Issue? Ini 6 Alasannya
Maulida•March 27, 2026

Fenomena aksi korporasi berupa penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue terpantau marak dilakukan oleh berbagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2026. Bagi para pelaku pasar, pergerakan ini menjadi sinyal penting untuk mencermati arah kebijakan strategis sebuah perusahaan.
Secara mendasar, rights issue memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru pada harga yang biasanya telah ditentukan. Keputusan emiten untuk menempuh jalur ini tentu didasari oleh pertimbangan finansial yang matang, baik untuk memperkuat struktur modal maupun mendukung ekspansi bisnis.
Alasan Emiten Ramai Melakukan Rights Issue
Aksi korporasi ini sering kali dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan tanpa menambah beban bunga. Berikut rincian alasannya:
1. Melakukan Pelunasan Utang (Deleveraging)
Emiten sering menggunakan dana hasil rights issue untuk membayar kewajiban keuangan yang akan jatuh tempo. Langkah ini efektif untuk menekan beban bunga dan memperbaiki rasio utang. Sebagai contoh, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) merencanakan aksi ini untuk melunasi utang kepada pihak terafiliasi, sementara PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menggunakannya untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada Juli 2026.
2. Ekspansi Bisnis dan Akuisisi Aset
Dana segar dari pemegang saham kerap dialokasikan untuk pertumbuhan anorganik. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), misalnya, mengincar akuisisi aset properti, sedangkan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana mengakuisisi saham entitas lain guna memperluas jangkauan pasar.
3. Memperkuat Struktur Permodalan
Dengan menambah ekuitas, emiten dapat memperbaiki Debt to Equity Ratio (DER). Struktur modal yang lebih sehat akan meningkatkan kepercayaan kreditur dan investor terhadap keberlangsungan usaha perusahaan di masa depan.
4. Kebutuhan Modal Kerja dan Likuiditas
Beberapa perusahaan membutuhkan dana tambahan untuk mendukung operasional harian atau menambah likuiditas umum. Hal ini dilakukan agar perusahaan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih baik, seperti yang direncanakan oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).
5. Alternatif Pendanaan di Tengah Suku Bunga Tinggi
Saat biaya pinjaman bank (cost of fund) meningkat, rights issue menjadi opsi yang lebih aman karena perusahaan tidak perlu membayar bunga tetap secara rutin sebagaimana pada pinjaman perbankan atau obligasi.
6. Restrukturisasi Keuangan
Bagi emiten yang memiliki leverage tinggi, rights issue menjadi instrumen untuk melakukan restrukturisasi utang agar kondisi keuangan kembali stabil dan terhindar dari risiko gagal bayar.
Daftar Emiten yang Menggelar Rights Issue hingga Maret 2026
Berikut adalah ringkasan beberapa emiten yang terpantau aktif menyiapkan atau melaksanakan aksi rights issue pada periode awal tahun 2026:
| Kode Saham | Nama Emiten | Jumlah Saham Baru | Estimasi Nilai Dana | Tujuan Utama |
| IRSX | Folago Global Nusantara | ±12,39 Miliar | Rp3,72 Triliun | Ekspansi ekosistem digital & AI |
| INET | Sinergi Inti Andalan Prima | ±12,80 Miliar | Rp3,20 Triliun | Jaringan FTTH & kabel laut |
| MPPA | Matahari Putra Prima | Maks. 24,00 Miliar | ±Rp1,20 Triliun | Akuisisi aset & modal kerja |
| ELPI | Pelayaran Nasional Ekalya | ±2,11 Miliar | Rp739,34 Miliar | Ekspansi armada kapal OSV |
| JGLE | Graha Andrasentra | ±8,28 Miliar | Rp414,00 Miliar | Akuisisi saham Jungleland Asia |
| ATIC | Anabatic Technologies | Maks. 600 Juta | ±Rp336,00 Miliar | Pelunasan obligasi & modal kerja |
| BAJA | Saranacentral Bajatama | Maks. 1,00 Miliar | Konversi Utang | Pelunasan utang afiliasi |
| WMUU | Widodo Makmur Unggas | Maks. 6,10 Miliar | Konversi Utang | Restrukturisasi utang |
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menjelaskan bahwa tren ini dipengaruhi oleh kombinasi kebutuhan ekspansi dan tekanan likuiditas.
“Secara fundamental, rights issue akan dinilai positif pasar apabila dana digunakan untuk ekspansi produktif atau akuisisi yang bersifat menguntungkan, bukan sekadar menutup kewajiban jangka pendek,” ujar Hari.
Di sisi lain, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mengingatkan bahwa investor harus tetap selektif. Meskipun dalam jangka pendek sering terjadi volatilitas harga akibat risiko dilusi, dampak jangka panjangnya sangat bergantung pada kualitas penggunaan dana tersebut.
Maksimalkan Analisis Investasi Kamu dengan Ajaib
Memahami tujuan dibalik aksi korporasi seperti rights issue merupakan langkah awal untuk menjadi investor yang cerdas. Namun, analisis fundamental yang mendalam tetap diperlukan agar kamu tidak terjebak pada sentimen pasar sesaat. Dengan dukungan data yang akurat, kamu bisa menentukan apakah perlu menebus hak atau justru melakukan penyesuaian portofolio.
Untuk memudahkan kamu dalam memantau pergerakan pasar dan laporan keuangan emiten secara real-time, segera unduh aplikasi Ajaib di smartphone kamu. Dapatkan akses ke berbagai fitur analisis profesional yang dirancang untuk membantu perjalanan investasimu menjadi lebih terukur dan efisien. Mulai langkah investasi saham sekarang bersama Ajaib!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/emiten-berbondong-bondong-gelar-rights-issue-ini-penyebabnya
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!