Wall Street Hari Ini: Dow Jones Melonjak 1,08%, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Naik
Miftahul Khaer•October 16, 2026

Key Takeaways
- Wall Street ditutup menguat pada Kamis (15/10/2026), dengan Dow Jones naik 1,08%, S&P 500 menguat 0,33%, dan Nasdaq bertambah 0,08%.
- PPI AS naik 1,3% secara bulanan pada September 2026, melampaui ekspektasi 0,5% dan menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2022.
- Intuit (INTU) memimpin top gainer dengan kenaikan 6,36%, sedangkan Dell Technologies (DELL) menjadi top loser setelah turun 6,80%.
- TSMC memproyeksikan pendapatan kuartal IV 2026 sebesar US$52,3–54,3 miliar di tengah kuatnya permintaan chip AI.
- Rekomendasi saham AS mencakup JPM dengan potensi upside 9,56%, NOW sebesar 7,88%, dan DHR sebesar 5,69% berdasarkan skenario teknikal.
Wall Street Ditutup Menguat, Inflasi Produsen AS Melonjak di Atas Ekspektasi
Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Kamis (15/10/2026), meskipun data inflasi produsen menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,08%, S&P 500 menguat 0,33%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,08%.
Penguatan tersebut terjadi ketika investor mencermati perkembangan inflasi AS, laporan keuangan perusahaan, serta prospek industri teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Berdasarkan data Producer Price Index (PPI), inflasi produsen AS pada September 2026 meningkat 1,3% secara bulanan (month-on-month/MoM), jauh di atas konsensus pasar sebesar 0,5%. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret 2022.
Sementara itu, core PPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,7% secara bulanan, melampaui ekspektasi analis sebesar 0,3%. Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen masih kuat.
Pada Jumat (16/10/2026), perhatian pasar turut tertuju pada laporan keuangan sejumlah bank, termasuk HDFC Bank, Truist Financial, M&T Bank, Citizens Financial Group, dan Regions Financial. Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian dari perkembangan musim laporan keuangan yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
Top Gainers dan Top Losers Saham AS
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham AS pada 16 Oktober 2026, sejumlah saham mencatat kenaikan lebih dari 5%, sementara saham lainnya mengalami tekanan jual yang cukup besar. Berikut daftar saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar.
Top Gainer
Top Loser
Prospek TSMC Memperkuat Optimisme terhadap Industri AI
Kinerja Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSM) menjadi salah satu perhatian pasar karena memberikan gambaran mengenai permintaan chip dan prospek pertumbuhan industri AI.
Pada kuartal III 2026, TSMC mencatat pertumbuhan kuat pada segmen high-performance computing (HPC) yang meningkat 22% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Segmen otomotif juga tumbuh 23% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Untuk kuartal IV 2026, perusahaan memproyeksikan pendapatan sebesar US$52,3 miliar hingga US$54,3 miliar. Proyeksi tersebut melampaui konsensus analis sebesar US$50,48 miliar.
Manajemen TSMC juga menilai permintaan chip AI masih sangat kuat dan berpotensi melampaui proyeksi pertumbuhan pendapatan AI accelerator sebelumnya.
Prospek tersebut mendorong sejumlah analis menaikkan target harga saham TSMC. Susquehanna menetapkan target harga US$600, sedangkan Needham menaikkan targetnya menjadi US$560.
Selain itu, belanja modal TSMC diperkirakan meningkat hingga US$90 miliar pada 2027 dan US$100 miliar pada 2028 untuk memperluas kapasitas produksi chip canggih.
Meski demikian, saham TSMC sempat turun sekitar 3% di tengah aksi jual sektor teknologi yang dipicu kekhawatiran terhadap valuasi AI. Kondisi ini memperlihatkan adanya perbedaan antara prospek fundamental industri dan pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini: JPM, DHR, dan NOW
Di tengah perkembangan inflasi AS dan dinamika sektor teknologi, tiga saham yang masuk dalam daftar pilihan trading adalah JPMorgan Chase (JPM), Danaher (DHR), dan ServiceNow (NOW). Berikut skenario teknikal pada grafik harian (1D):
| Saham | Buy | Target Price | Stop Loss | Upside |
| JPM | US$332,47 | US$364,27 | US$322,21 | +9,56% |
| DHR | US$227,32 | US$240,26 | US$219,97 | +5,69% |
| NOW | US$147,78 | US$159,43 | US$137,71 | +7,88% |
1. JPMorgan Chase (JPM)
Skenario trading JPMorgan Chase & Co. (JPM) menggunakan strategi buy on dip atau memanfaatkan koreksi harga untuk mencari peluang entry di area support.
Pada grafik harian, strategi ini mengandalkan pantulan dari area demand zone serta konfirmasi garis trendline naik. Apabila harga mampu mempertahankan struktur tersebut, saham JPM berpotensi menguji kembali area major resistance horizontal di sekitar US$365,30.
Entry ditetapkan pada US$332,47, dengan target harga US$364,27 dan stop loss US$322,21. Pada level tersebut, potensi keuntungan mencapai 9,56%, sedangkan risiko penurunan yang dibatasi oleh stop loss sekitar 3,09%. Risk/reward ratio sebesar 3,09 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 3,09 kali risiko berdasarkan level entry, target, dan stop loss yang digunakan.
2. Danaher (DHR)
Danaher Corporation (DHR) menggunakan skenario buy on breakout atau mengikuti kelanjutan tren setelah harga mengonfirmasi penembusan struktur teknikal.
Pada grafik harian, skenario ini mengandalkan konfirmasi Break of Structure (BOS) setelah harga memantul dari demand zone. Pergerakan tersebut berpotensi membuka jalan bagi harga untuk menguji area supply utama di kisaran US$240–US$245.
Level entry ditetapkan pada US$227,32, dengan target harga US$240,26 dan stop loss US$219,97. Skenario tersebut menawarkan potensi upside sebesar 5,69%, dengan risiko penurunan sekitar 3,23%. Risk/reward ratio sebesar 1,76 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 1,76 kali risiko yang ditetapkan.
3. ServiceNow (NOW)
ServiceNow, Inc. (NOW) menjadi saham pilihan berikutnya dengan skenario buy on breakout atau mengikuti kelanjutan tren setelah harga menembus area resistance terdekat.
Strategi pada grafik harian mengandalkan penembusan area supply lokal atau Weak High setelah harga memantul dari demand zone. Jika momentum kenaikan terkonfirmasi, harga berpotensi bergerak menuju resistance berikutnya di US$159,43.
Level entry ditetapkan pada US$147,78, dengan target harga US$159,43 dan stop loss US$137,71. Potensi upside mencapai 7,88%, sedangkan risiko penurunan yang dibatasi oleh stop loss sekitar 6,81%. Risk/reward ratio sebesar 1,16 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan hanya sekitar 1,16 kali risiko yang ditetapkan.
Pantau Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib
Di tengah tekanan saham teknologi dan ketidakpastian pasar global, kamu bisa pantau pergerakan saham AS untuk menemukan peluang trading di Ajaib. Atau pertimbangkan ETF Amerika sebagai alternatif untuk mendapatkan eksposur ke sejumlah saham dalam satu instrumen.
Download Ajaib sekarang dan mulai berinvestasi sesuai profil risiko serta tujuan finansialmu.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!