Trump Borong Saham Axon Sebelum ICE Ajukan Kontrak Taser Rp3,5 Triliun, Axon Melonjak +9.85%
Salsabilla•June 30, 2026

Key Takeaways
- Donald Trump mengungkap pembelian saham Axon Enterprise senilai US$1 juta hingga US$5 juta sekitar dua minggu sebelum ICE mengajukan proposal kontrak Taser senilai US$220 juta.
- Proposal kontrak tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp3,5 triliun dan dinilai sangat sesuai dengan spesifikasi produk Axon, meski hingga kini belum ada kontrak yang resmi diberikan.
- Selain bisnis Taser, Axon terus memperluas bisnis body camera, software berbasis AI, cloud evidence, hingga solusi pengawasan real-time yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang.
Trump Borong Saham Axon Sebelum Proposal Kontrak ICE
Saham Axon Enterprise (NASDAQ: AXON) menjadi perhatian pelaku pasar setelah terungkap bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump membeli saham perusahaan senilai US$1 juta hingga US$5 juta pada 10 Februari 2026. Sekitar dua minggu kemudian, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) menerbitkan dokumen Request for Information (RFI) terkait rencana pengadaan Taser senilai US$220 juta atau sekitar Rp3,5 triliun.
Kabar tersebut langsung menarik perhatian pasar karena muncul dalam waktu yang berdekatan. Pada perdagangan terbaru, saham Axon bahkan melonjak sekitar 9,85%, sementara sejumlah pihak mulai menyoroti potensi konflik kepentingan. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat bukti bahwa Trump mengetahui proses pengadaan tersebut sebelumnya maupun terlibat dalam penyusunannya. Gedung Putih juga menegaskan bahwa seluruh aset Trump ditempatkan dalam trust yang dikelola oleh anak-anaknya, sementara transaksi investasinya dilakukan oleh manajer investasi independen.
Proposal Kontrak ICE Berpotensi Menjadi Pendorong Pertumbuhan Axon
Proposal yang diajukan ICE mencakup pengadaan sekitar 17.800 unit Taser, lengkap dengan pelatihan penggunaan serta pasokan cartridge tanpa batas selama masa kontrak lima tahun. Apabila terealisasi, jumlah tersebut akan meningkatkan persediaan Taser milik ICE menjadi lebih dari empat kali lipat dibandingkan saat ini.
Para pakar pengadaan pemerintah yang diwawancarai CNBC menilai spesifikasi dalam proposal tersebut sangat mengarah pada produk Taser 10 milik Axon. Meskipun nama Axon tidak disebutkan secara langsung, sejumlah spesifikasi seperti jangkauan hingga 45 kaki dan kemampuan menembakkan 10 probe secara individual dinilai hanya dapat dipenuhi oleh produk perusahaan tersebut.
Ringkasan Proposal Kontrak ICE
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nilai proposal | US$220 juta (sekitar Rp3,5 triliun) |
| Durasi | 5 tahun |
| Jumlah perangkat | Sekitar 17.800 unit Taser |
| Fasilitas | Pelatihan dan cartridge tanpa batas |
| Status | Belum diberikan kepada vendor mana pun |
| Jenis dokumen | Request for Information (RFI), bukan kontrak final |
Meski peluang Axon dinilai cukup besar karena perusahaan menguasai sekitar 90% pasar Taser di Amerika Serikat, proses pengadaan masih berlangsung. Hingga kini belum terdapat pengumuman resmi mengenai pemenang kontrak maupun kepastian kapan proses tersebut akan diselesaikan.
Axon Tak Hanya Bergantung pada Penjualan Taser
Potensi pertumbuhan Axon sebenarnya tidak hanya berasal dari penjualan perangkat Taser. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan secara agresif membangun ekosistem teknologi penegakan hukum yang mencakup berbagai layanan digital untuk instansi pemerintah.
Beberapa lini bisnis utama yang terus dikembangkan Axon antara lain:
- Body camera untuk aparat penegak hukum.
- Cloud evidence management untuk penyimpanan dan pengelolaan barang bukti digital.
- Software pengawasan berbasis artificial intelligence (AI).
- Platform operasi real–time yang mengintegrasikan kamera tubuh, drone, kamera publik, hingga berbagai sumber data lainnya.
- Teknologi pemetaan operasional yang membantu lembaga pemerintah memantau aktivitas lapangan secara langsung.
Strategi tersebut membuat setiap penjualan perangkat keras berpotensi berkembang menjadi kontrak layanan jangka panjang. Setelah perangkat digunakan, instansi pemerintah biasanya juga membutuhkan layanan penyimpanan data, analisis video, pengelolaan bukti digital, hingga berbagai solusi AI yang seluruhnya disediakan oleh Axon.
Selain itu, perusahaan telah memperoleh kontrak body camera dan software senilai sekitar US$370 juta dari Department of Homeland Security (DHS) sejak 2023. Di sisi operasional, Axon juga terus memperkuat tim bisnis federalnya, termasuk merekrut mantan eksekutif Palantir untuk memperluas penetrasi ke berbagai lembaga pemerintah AS.
Sorotan Etika hingga Prospek Bisnis Axon ke Depan
Terungkapnya pembelian saham Axon oleh Donald Trump sebelum munculnya proposal pengadaan Taser dari ICE memicu perhatian sejumlah pakar etika pemerintahan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Trump mengetahui proses pengadaan tersebut sebelumnya, memengaruhi keputusan ICE, maupun bahwa Axon mengetahui Trump telah menjadi pemegang saham perusahaan.
Gedung Putih juga membantah adanya konflik kepentingan. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa aset Trump berada dalam trust yang dikelola oleh anak-anaknya, sementara seluruh transaksi investasi dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Selain itu, berdasarkan hukum federal Amerika Serikat, presiden memang dikecualikan dari ketentuan pidana konflik kepentingan yang berlaku bagi sebagian besar pejabat eksekutif lainnya.
Meski demikian, sejumlah pakar etika menilai kedekatan waktu antara pembelian saham dan munculnya proposal kontrak tetap menimbulkan pertanyaan dari sisi tata kelola pemerintahan. Mereka menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut lebih berkaitan dengan appearance of conflict of interest atau persepsi potensi konflik kepentingan, bukan sebagai bukti adanya pelanggaran hukum.
Permintaan Pemerintah Berpotensi Menjadi Katalis Pertumbuhan AXON
Terlepas dari sorotan etika tersebut, dari sisi fundamental bisnis, Axon dinilai berada pada posisi yang cukup strategis apabila pemerintah AS terus meningkatkan anggaran untuk penegakan hukum dan keamanan perbatasan.
Perusahaan tidak hanya menjual perangkat Taser, tetapi juga mengembangkan berbagai layanan pendukung seperti body camera, penyimpanan bukti digital berbasis cloud, software berbasis AI, hingga platform operasi real-time yang dapat digunakan berbagai lembaga pemerintah. Model bisnis tersebut memungkinkan setiap penjualan perangkat keras berkembang menjadi kontrak layanan jangka panjang yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue).
Kinerja perusahaan juga menunjukkan momentum yang positif. Axon membukukan dua kuartal dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, didorong oleh pertumbuhan penjualan Taser serta meningkatnya adopsi produk AI dan software.
Kinerja dan Prospek Axon
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Pangsa pasar Taser AS | Sekitar 90% |
| Pendapatan Kuartal IV 2025 | US$796,7 juta (+39% YoY) |
| Pendapatan Kuartal I 2026 | US$807,3 juta (+34% YoY) |
| Kontrak DHS sebelumnya | Body camera dan software senilai US$370 juta |
| Fokus pertumbuhan | Taser, AI, body camera, cloud evidence, software kepolisian |
Selain memperluas lini produk, Axon juga meningkatkan pengaruhnya di tingkat federal. Perusahaan menghabiskan hampir US$2,5 juta untuk aktivitas lobi di Washington sepanjang tahun lalu, tertinggi dalam sejarah perusahaan. Fokus lobi tersebut mencakup regulasi body camera, teknologi counter-drone, pengelolaan bukti digital, hingga berbagai solusi teknologi penegakan hukum yang menjadi bisnis utama Axon.
Di sisi lain, sejumlah kelompok hak sipil tetap mengingatkan bahwa ekspansi teknologi pengawasan pemerintah perlu diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas agar penggunaannya tidak melampaui tujuan awal penegakan hukum.
Investasi Saham AS di Ajaib
Perkembangan Axon menunjukkan bagaimana kebijakan pemerintah, belanja sektor publik, hingga perkembangan teknologi AI dapat menjadi faktor yang memengaruhi prospek sebuah perusahaan di pasar saham Amerika Serikat. Bagi investor, memahami hubungan antara katalis bisnis, fundamental perusahaan, dan dinamika kebijakan menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.
Jika kamu ingin mengikuti berbagai peluang dari perusahaan-perusahaan global seperti Axon, Nvidia, Microsoft, Apple, hingga Tesla, kamu bisa mulai investasi saham AS melalui aplikasi Ajaib. Prosesnya praktis, pilihan sahamnya lengkap, dan kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi serta insight pasar untuk membantu menyusun strategi investasimu. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Sumber: CNBC
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
