Ajaib
Menu

Saham AS

Harga Emas Melemah di Tengah Memanasnya Ketegangan AS-Iran, Goldman Sachs Tetap Proyeksikan Reli Berlanjut

SalsabillaJune 30, 2026

Harga Emas Melemah di Tengah Memanasnya Ketegangan AS-Iran, Goldman Sachs Tetap Proyeksikan Reli Berlanjut

Key Takeaways

  • Harga emas kembali melemah akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran, kenaikan harga minyak, serta penguatan dolar AS.
  • Goldman Sachs menilai tekanan jangka pendek hanya bersifat sementara dan tetap mempertahankan target harga emas US$4.900 per ounce pada akhir 2026.
  • Permintaan bank sentral global yang masih kuat diperkirakan menjadi pendorong utama tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang.

Harga Emas Kembali Melemah di Tengah Memanasnya Ketegangan AS-Iran

Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan terbaru setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada akhir pekan. Meski kedua negara akhirnya sepakat menghentikan eskalasi konflik yang sempat mengganggu jalannya negosiasi, pasar tetap mencermati risiko geopolitik yang masih dapat memengaruhi harga komoditas global, termasuk emas.

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Pergerakan Harga Emas dan Faktor yang Menekan Pasar

IndikatorPerkembangan Terbaru
Harga emas Comex kontrak JuliTurun 1,4% menjadi US$4.022,30 per ounce
Harga perak Comex kontrak JuliTurun 1,7% menjadi US$58,175 per ounce
Dolar ASMencatat kenaikan bulanan terbesar dalam hampir satu tahun
Harga minyakMenguat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik

Selain tekanan dari prospek suku bunga, penguatan dolar AS turut membebani harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat sehingga permintaan cenderung melemah dalam jangka pendek. Pelaku pasar juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait proses negosiasi antara AS dan Iran, sementara risiko kenaikan harga energi tetap menjadi perhatian.

Goldman Sachs Masih Optimistis terhadap Prospek Harga Emas

Meski harga emas terkoreksi, Goldman Sachs menilai reli logam mulia masih jauh dari selesai. Co-Head of Global Commodities Research Goldman Sachs, Samantha Dart, menyebut tekanan jangka pendek lebih dipengaruhi sentimen suku bunga dan inflasi, sementara faktor fundamental jangka panjang tetap mendukung kenaikan harga emas.

Beberapa faktor yang menjadi dasar proyeksi positif Goldman Sachs antara lain:

  • Target harga US$4.900 per ounce pada akhir 2026. Goldman Sachs mempertahankan proyeksi tersebut meski pasar menghadapi tekanan jangka pendek.
  • Diversifikasi cadangan devisa bank sentral negara berkembang. Langkah ini terus berlanjut sejak pembekuan aset Rusia pada 2022 dan menjadi faktor struktural utama yang menopang permintaan emas.
  • Permintaan bank sentral masih kuat. Survei World Gold Council menunjukkan 45% dari 76 bank sentral yang disurvei berencana menambah cadangan emas dalam 12 bulan ke depan, menjadi level tertinggi yang pernah tercatat dalam survei tersebut.

Menurut Goldman Sachs, kombinasi faktor struktural tersebut diperkirakan akan terus menopang harga emas dalam jangka panjang meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, inflasi energi, dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Prospek Emas Masih Didukung Permintaan Jangka Panjang

Pergerakan harga emas dalam waktu dekat masih berpotensi dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran, pergerakan harga energi, serta ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Ketiga faktor tersebut dapat memicu volatilitas harga logam mulia dalam jangka pendek.

Namun demikian, meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia dinilai tetap menjadi fondasi yang kuat bagi prospek harga emas dalam jangka panjang. Selama tren diversifikasi cadangan devisa masih berlangsung, permintaan terhadap emas diperkirakan tetap terjaga meskipun pasar sesekali mengalami tekanan akibat sentimen makroekonomi.

Ingin Mulai Investasi Saham AS dengan Mudah?

Selain mengikuti perkembangan harga emas dan berbagai sentimen global, kamu juga bisa memanfaatkan peluang dari pergerakan pasar Amerika Serikat melalui investasi saham AS di Ajaib. Dengan akses ke berbagai perusahaan global, kamu dapat membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi sesuai tujuan investasimu. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Seeking Alpha

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!