Ajaib
Menu

Saham AS

Saham Netflix (NFLX) Turun 9% Usai Earnings 2Q26

SalsabillaJuly 20, 2026

Saham Netflix (NFLX) Turun 9% Usai Earnings 2Q26

Key Takeaways

  • Saham Netflix (NFLX) anjlok sekitar 8–9% dalam perdagangan setelah penutupan pasar, meski laba per saham berhasil melampaui ekspektasi analis.
  • Panduan pendapatan dan laba untuk kuartal III 2026 dilaporkan lebih rendah dari estimasi pasar, memicu kekhawatiran soal perlambatan pertumbuhan.
  • Secara teknikal, harga saham Netflix kini berada di bawah rata-rata pergerakan 50, 100, dan 200 hari serta menembus level support penting, sementara indikator RSI menunjukkan saham mulai memasuki area oversold.

Netflix Turun 9% Usai Laporkan Earnings 2Q26

Saham Netflix (NFLX) menjadi sorotan pelaku pasar setelah anjlok sekitar 9% dalam perdagangan setelah jam bursa (after-hours trading), menyusul rilis laporan keuangan kuartal II 2026. Penurunan tajam ini terjadi meski perusahaan sebenarnya membukukan laba yang sedikit di atas ekspektasi pasar, menunjukkan bahwa investor lebih fokus pada arah pertumbuhan ke depan ketimbang capaian kuartal berjalan.

Reaksi negatif pasar ini menjadi pengingat bahwa performa historis yang solid saja tidak cukup untuk menopang harga saham jika panduan ke depan mengecewakan. Bagi investor yang memantau sektor teknologi dan streaming, momen ini menjadi indikator penting untuk menilai bagaimana pasar merespons perlambatan pertumbuhan pada emiten-emiten dengan valuasi premium.

Rincian Kinerja Kuartal II 2026 dan Panduan Kuartal Berikutnya

Secara keseluruhan, kinerja Netflix pada kuartal II 2026 sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang solid dari sisi pendapatan dan aktivitas menonton pengguna. Kenaikan harga langganan serta ekspansi bisnis periklanan menjadi pendorong utama, namun proyeksi untuk kuartal berikutnya yang berada di bawah ekspektasi analis menjadi pemicu utama koreksi harga saham.

IndikatorRealisasi 2Q26Konsensus/Ekspektasi Analis
EPS (Laba per Saham)US$0,80US$0,79
PendapatanUS$12,56 miliar (+13,4% YoY)US$12,58 miliar
Total waktu menonton (H1 2026)Lebih dari 97,0 miliar jam (+1,9% YoY)
Panduan Pendapatan 3Q26US$12,86 miliar~US$13,00 miliar
Panduan EPS 3Q26US$0,82~US$0,84

Meski pendapatan tumbuh dua digit secara tahunan, angka tersebut sedikit di bawah ekspektasi pasar, dan yang paling membebani sentimen adalah panduan kuartal III 2026 yang lebih rendah dari perkiraan analis, baik dari sisi pendapatan maupun laba per saham. Kombinasi inilah yang membuat investor menilai bahwa laju pertumbuhan Netflix mulai melambat, sehingga memicu aksi jual signifikan begitu laporan dirilis.

Sinyal Teknikal Semakin Bearish

Selain dari sisi fundamental, tekanan jual pada saham Netflix juga tercermin jelas dari sisi teknikal. Beberapa indikator menunjukkan bahwa tren pelemahan berpotensi masih akan berlanjut dalam jangka pendek, meski di sisi lain saham mulai mendekati area yang secara historis rawan aksi rebound.

  • Berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 50, 100, dan 200 hari, menandakan momentum negatif tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi juga jangka menengah hingga panjang.
  • Menembus level support US$69, area ini sebelumnya berfungsi sebagai support kuat sejak akhir 2021, sehingga penembusan ke bawah level ini menjadi sinyal teknikal yang penting untuk dipantau.
  • Rate of Change (ROC) 10 hari turun ke sekitar -13%, mencerminkan kecepatan dan besarnya tekanan jual pasca rilis laporan keuangan.
  • Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 29, level ini mendekati zona oversold, yang mengindikasikan tekanan jual mulai memasuki tahap jenuh.

Jika harga bertahan di bawah level US$69, tekanan jual berpotensi berlanjut dan memperkuat setup bearish pada saham ini. Sebaliknya, apabila harga mampu kembali naik ke atas level tersebut, hal ini bisa menjadi sinyal awal bahwa pembeli mulai mencoba merebut kembali area support yang sempat hilang.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Saham AS

Bagi trader yang memantau pergerakan saham AS, momentum pasca earnings seperti ini biasanya membuka dua jenis peluang sekaligus: peluang swing mengikuti tren pelemahan, atau peluang bottom fishing saat indikator mulai menunjukkan tanda jenuh jual. Level US$69 menjadi acuan penting, pergerakan di sekitar level ini kemungkinan besar akan menentukan arah saham dalam beberapa hari ke depan.

Beberapa hal yang bisa menjadi acuan sebelum mengambil keputusan:

  • Pantau reaksi harga di sekitar level US$69. Kegagalan menembus kembali ke atas level ini bisa memperkuat tren turun, sementara rebound dari area ini berpotensi menjadi titik balik jangka pendek.
  • Perhatikan kombinasi RSI dan ROC, bukan hanya salah satunya. RSI yang mendekati oversold menunjukkan potensi jenuh jual, namun ROC yang masih dalam tren negatif mengindikasikan momentum turun belum sepenuhnya reda.
  • Cermati sentimen sektor teknologi dan media streaming secara lebih luas, karena koreksi pada emiten sebesar Netflix berpotensi memengaruhi valuasi saham-saham lain dengan karakteristik pertumbuhan serupa.

Pantau Pergerakan Saham AS di Ajaib!

Pergerakan saham seperti Netflix menunjukkan bahwa momentum pasar bisa berubah dengan cepat. Karena itu, akses ke informasi dan eksekusi yang cepat menjadi penting untuk menangkap peluang di pasar global. Melalui Ajaib, kamu bisa trading saham AS dengan mudah, memantau pergerakan harga secara realtime, dan mengakses data pasar untuk mendukung setiap keputusan investasimu. Mulai bangun portofolio globalmu dan download Ajaib di Play Store & App Store!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Seeking Alpha, Reuters, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!