Saham IBM Turun 25%, Kinerja Kuartal II Gagal Penuhi Ekspektasi Wall Street
Salsabilla•July 15, 2026

Key Takeaways
- Saham IBM turun 25% pada perdagangan Selasa, mencatat penurunan harian terburuk dalam sejarah perusahaan sejak resmi tercatat di New York Stock Exchange pada 1916.
- Hasil awal kuartal II 2026 meleset dari ekspektasi Wall Street, dengan laba disesuaikan US$2,93 per saham dan pendapatan US$17,2 miliar, keduanya di bawah proyeksi analis.
- CEO Arvind Krishna menyebut pelemahan bisnis software dan infrastruktur dipicu pergeseran belanja modal klien ke pembelian hardware seperti server dan chip memori.
Saham IBM Anjlok 25%, Terburuk Sepanjang Sejarah Perusahaan
Saham IBM turun 25% pada perdagangan Selasa, menyusul rilis hasil awal kuartal II 2026 yang mengecewakan dan berada di bawah ekspektasi pasar. Penurunan ini tercatat sebagai hari terburuk dalam sejarah perdagangan saham IBM, melampaui rekor sebelumnya pada 19 Oktober 1987 saat sahamnya jatuh 23,7%. Sebagai gambaran, data pergerakan saham ini sudah dilacak sejak 1968, meski IBM sendiri telah tercatat di bursa New York sejak 1916.
Dari sisi kinerja, IBM membukukan laba disesuaikan sebesar US$2,93 per saham dengan pendapatan US$17,2 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan laba US$3,01 per saham dan pendapatan US$17,86 miliar, menurut data FactSet. Hasil ini cukup mengejutkan pasar, mengingat pada kuartal sebelumnya IBM justru mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi.
Penyebab di Balik Anjloknya Kinerja IBM
| Metrik Kuartal II 2026 (Awal) | Realisasi | Estimasi Analis |
|---|---|---|
| Laba per Saham (EPS) | US$2,93 | US$3,01 |
| Pendapatan | US$17,2 miliar | US$17,86 miliar |
| Sebagai Perbandingan, Kuartal I 2026 | Realisasi | Estimasi Analis |
|---|---|---|
| Laba per Saham (EPS) | US$1,91 | US$1,81 |
| Pendapatan | US$15,92 miliar | US$15,62 miliar |
| Pertumbuhan Pendapatan Software | 11% ke US$7,05 miliar | – |
CEO Arvind Krishna menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh melemahnya bisnis perangkat lunak dan infrastruktur, seiring banyak klien mengalihkan belanja modal kuartalan mereka ke pembelian server, penyimpanan data, dan chip memori. Pergeseran ini dilakukan untuk mengamankan pasokan infrastruktur yang terbatas menjelang perkiraan kenaikan harga, sebuah dinamika yang menurutnya sudah diantisipasi sejak awal, namun besarannya ternyata jauh melampaui perkiraan.
Akibatnya, sejumlah transaksi besar gagal ditutup sesuai jadwal yang diharapkan, yang menjadi kontributor utama dari selisih kinerja tersebut. Krishna menyebut kondisi pasar saat ini menuntut eksekusi yang sangat presisi dari timnya, dan mengakui perusahaan belum cukup gesit beradaptasi pada kuartal ini. Ironisnya, capaian ini berbanding terbalik dengan kuartal sebelumnya, ketika pendapatan software tumbuh 11% ke US$7,05 miliar dan turut mengangkat kinerja keseluruhan di atas ekspektasi pasar.
Kekhawatiran Dampak AI terhadap Bisnis Software
Anjloknya saham IBM turut memperkuat kekhawatiran pasar yang lebih luas soal bagaimana pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menggeser pola bisnis perusahaan-perusahaan software besar. Beberapa poin yang menjadi sorotan:
- Pergeseran prioritas belanja klien: perusahaan kini cenderung lebih dulu mengamankan infrastruktur inti seperti chip memori dan penyimpanan data, sebelum melanjutkan pengeluaran untuk lisensi software tambahan, sehingga menunda sejumlah kesepakatan besar.
- Ketidakpastian klien soal kebutuhan investasi terkait AI: Krishna mengungkapkan bahwa sejumlah kliennya sempat menahan keputusan belanja karena masih menghitung ulang seberapa besar anggaran yang perlu dialokasikan untuk kebutuhan terkait AI, termasuk aspek keamanan siber, sebelum melanjutkan kesepakatan baru.
- Produsen chip memori jadi pihak yang diuntungkan: perusahaan seperti Micron dan SK Hynix disebut menjadi salah satu penerima manfaat dari tren ini, seiring permintaan chip memori melonjak akibat kebutuhan pemrosesan beban kerja AI yang terus meningkat.
Meski demikian, Krishna menegaskan bahwa pihaknya belum melihat bisnis software IBM tergerus langsung oleh kehadiran AI itu sendiri, dan menilai persoalan utama kuartal ini lebih pada penundaan waktu transaksi ketimbang hilangnya permintaan secara struktural.
Yang Perlu Diperhatikan Trader Saham
Reaksi pasar terhadap laporan awal kuartal II IBM ini cukup tajam, namun ada beberapa hal yang bisa membantu trader membaca situasi secara lebih proporsional, tanpa langsung menyimpulkan arah jangka panjang saham ini:
- Pahami konteks di balik selisih kinerja: manajemen IBM sendiri menekankan bahwa penyebab utama keterlambatan sejumlah transaksi besar, bukan semata hilangnya permintaan. Membedakan antara pergeseran waktu (timing) dan penurunan permintaan struktural bisa membantu menilai apakah tekanan ini bersifat sementara atau berkelanjutan.
- Tunggu laporan kuartal II yang lengkap: data yang dirilis saat ini masih bersifat awal (preliminary). Laporan final biasanya membawa detail tambahan soal proyeksi ke depan (guidance) yang bisa memberi gambaran lebih utuh dibanding sekadar reaksi harga jangka pendek.
- Cermati dinamika lintas sektor: tren pergeseran belanja modal ke chip memori yang menekan IBM justru menjadi angin segar bagi produsen chip seperti Micron dan SK Hynix. Memahami keterkaitan rantai pasok semacam ini membantu melihat gambaran yang lebih luas ketimbang menilai satu saham secara terpisah.
- Bandingkan dengan rekor historis serupa: penurunan tajam seperti ini memang jarang terjadi, namun preseden dari pasar saham AS menunjukkan bahwa reaksi ekstrem dalam sehari tidak selalu mencerminkan arah tren jangka panjang sebuah saham.
Membaca situasi ini secara berimbang, tanpa larut dalam euforia negatif jangka pendek, bisa membantu trader menempatkan keputusan yang lebih rasional dibanding sekadar mengikuti sentimen pasar sesaat.
Mulai Trading Saham AS di Ajaib!
Dinamika seperti yang terjadi pada IBM menunjukkan pentingnya memahami konteks di balik setiap pergerakan ekstrem sebuah saham sebelum mengambil keputusan. Ajaib menghadirkan akses ke data pasar saham global secara real-time, sehingga kamu bisa memantau perkembangan saham Global dengan lebih mudah. Mulai trading saham AS di Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi saham AS mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://www.cnbc.com/2026/07/14/ibm-warns-second-quarter-earnings-fell-short-of-expectations.html
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!