Saham Ford Motor Melesat 5% usai Bukukan Kinerja Kuartal II 2026 di Atas Ekspektasi
Salsabilla•July 29, 2026

Key Takeaways
- Ford Motor mencatat adjusted EPS US$0,42, melampaui konsensus US$0,35, dan menaikkan guidance adjusted EBIT FY2026 menjadi US$10-11 miliar.
- Saham Ford melonjak lebih dari 5% pada perdagangan after-hours, didorong permintaan kendaraan bermargin tinggi seperti F-Series dan Bronco.
Ringkasan Kinerja Ford Motor di Kuartal II 2026
Ford Motor (NYSE: F) melaporkan hasil kuartal II 2026 (2Q26) yang melampaui ekspektasi pasar. Adjusted EPS mencapai US$0,42, mengalahkan konsensus US$0,35, sementara revenue sebesar US$48,3 miliar juga berada di atas estimasi US$47,2 miliar, meski turun sekitar 3,8% yoy akibat penghentian beberapa model kendaraan dan gangguan pasokan aluminium.
Adjusted EBIT meningkat menjadi US$2,5 miliar, didorong kombinasi harga jual yang lebih tinggi dan bauran produk yang lebih menguntungkan, khususnya F-Series, Bronco, kendaraan off-road, dan hybrid. Ford pun menaikkan guidance FY2026 adjusted EBIT menjadi US$10-11 miliar dari sebelumnya US$8,5-10,5 miliar, sekaligus menaikkan proyeksi free cash flow menjadi US$6-7 miliar. Saham Ford naik lebih dari 5% pada perdagangan after-hours setelah laporan dirilis, melanjutkan tren positif tahun ini dengan kenaikan 14% year-to-date.
| Metrik | 2Q26 Aktual | Konsensus/Sebelumnya |
|---|---|---|
| Adjusted EPS | US$0,42 | US$0,35 |
| Revenue | US$48,3 Miliar | US$47,2 Miliar |
| Adjusted EBIT | US$2,5 Miliar | Naik ~20% yoy |
| Guidance Adjusted EBIT FY2026 | US$10-11 Miliar | Sebelumnya US$8,5-10,5 Miliar |
| Guidance Free Cash Flow FY2026 | US$6-7 Miliar | — |
Di Balik Kenaikan Guidance: Tarif dan Gangguan Pasokan Aluminium
Kenaikan guidance ini tidak lepas dari sejumlah tantangan operasional yang masih dihadapi Ford sepanjang tahun berjalan:
- Rugi bersih 2Q26 sebesar US$1,3 miliar, dipicu beban satu kali senilai US$3,6 miliar dari pembubaran joint venture baterai dengan SK On. Meski demikian, laba yang disesuaikan (adjusted) tetap mengalahkan ekspektasi pasar, menunjukkan kinerja operasional inti yang tetap solid.
- Biaya tarif diperkirakan sedikit lebih rendah dari proyeksi awal sekitar US$1 miliar untuk tahun ini, meski manajemen belum merinci angka barunya.
- Gangguan pasokan aluminium akibat kebakaran di pabrik Novelis tahun lalu sempat menekan produksi F-150, meski pabrik tersebut sudah kembali beroperasi di New York sejak Juni.
- Penjualan kendaraan Ford di AS turun 9,6% pada semester pertama 2026, akibat gangguan produksi dan penghentian sejumlah model.
Tantangan Bisnis EV di Tengah Ekspansi Global
Di sisi lain, segmen kendaraan listrik Ford masih menjadi titik lemah. Penjualan EV Ford di AS anjlok 57,4% pada semester pertama 2026, dengan unit EV dan software mencatat kerugian US$919 juta pada 2Q26, dan proyeksi kerugian tahunan segmen ini mencapai sekitar US$4 miliar. Meski begitu, Ford tetap melanjutkan rencana produksi pikap listrik seharga US$30.000 di pabrik Kentucky pada 2027.
Secara global, Ford makin mengandalkan kemitraan untuk memperluas produksi EV, termasuk dengan Renault dan Geely asal China. Bulan ini, Ford dan Geely mengumumkan joint venture untuk memproduksi kendaraan di pabrik Ford di Valencia, Spanyol di mana Ford akan melanjutkan produksi plug-in hybrid Kuga dan Bronco SUV baru, sementara Geely akan memproduksi dua SUV listrik mulai 2028, serta bersama-sama mengembangkan model crossover multi-energi.
Yang Perlu Diperhatikan Trader Saham AS
Menurut Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, kenaikan guidance ini mengindikasikan permintaan kendaraan bermargin tinggi di AS masih kuat, sehingga berpotensi turut mendukung sentimen terhadap General Motors (NYSE: GM) serta pemasok otomotif seperti Aptiv (NYSE: APTV), Lear Corporation (NYSE: LEA), dan BorgWarner (NYSE: BWA). Meski begitu, kerugian yang berlanjut di bisnis EV menegaskan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tetap menjadi tantangan bagi produsen otomotif konvensional.
Performa kuartal ini juga sejalan dengan tren di sektor otomotif AS secara umum: GM pekan lalu turut melaporkan kinerja di atas ekspektasi dan menaikkan guidance untuk kedua kalinya tahun ini, sementara Tesla justru meleset dari ekspektasi laba dan mencatat arus kas bebas negatif meski pengiriman kendaraannya mencetak rekor. Bagi trader yang memantau saham-saham otomotif AS, perbandingan arah kinerja antar-emiten seperti ini bisa jadi salah satu referensi untuk membaca kekuatan permintaan di segmen kendaraan bermargin tinggi versus tekanan yang masih dihadapi lini bisnis EV.
Mulai Trading Saham AS di Ajaib
Momentum kinerja emiten global seperti Ford Motor bisa jadi salah satu referensi kamu dalam memantau peluang di pasar saham AS. Melalui Ajaib, kamu bisa mulai trading saham AS favorit kamu, termasuk saham-saham blue chip seperti Ford, GM, hingga Tesla dengan mudah. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Reuters, Ajaib Research
Profil Penulis

SEO Writer
Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!