Ajaib
Menu

Saham AS

Saham Amerika yang Bagus untuk Jangka Panjang: Tips Memilih dan Contoh Emiten Berkualitas

SarifaJune 10, 2026

after-hours-trading

Sebagai pasar saham terbesar di dunia, pasar saham AS yang berisikan emiten-emiten top global menawarkan peluang investasi yang bagus untuk jangka panjang.

Daya tarik pasar saham AS bagi investor global termasuk Indonesia didorong oleh sejumlah faktor seperti likuiditas tinggi, inovasi teknologi, transparansi laporan keuangan, skala perusahaan yang besar, dan sejarah pertumbuhan indeks saham AS dalam jangka panjang.

Potensi return yang menarik dari saham AS hanyalah satu dari sekian keuntungan bagi investor. Selain return, investor juga bisa mengakses atau membeli saham-saham perusahaan yang punya bisnis skala global  di pasar saham AS dan bagus untuk dijadikan bagian dari portofolio investasi jangka panjang investor.

Tapi, sayangnya tidak semua saham AS bagus untuk investor jangka panjang. Sehingga, penting bagi setiap investor untuk mengetahui bagaimana cara dan tips memilih emiten AS yang berkualitas dan layak dipertimbangkan investor untuk jangka panjang berikut ini.

Mengapa Saham Amerika Relevan untuk Portofolio Jangka Panjang?

Banyaknya investor Indonesia yang berinvestasi di pasar saham AS bukan hanya karena “trendy”. Melainkan, karena ada tiga faktor fundamental yang kuat berikut ini sehingga mendorong investor membeli saham AS.

1.  Pasar Saham AS Punya Skala dan Likuiditas Terbesar

Faktor pertama, pasar saham AS yang diwakilkan oleh NYSE dan NASDAQ merupakan dua bursa AS dengan nilai transaksi harian tertinggi di dunia. Tingginya nilai transaksi harian di kedua bursa saham AS tersebut membuat likuiditas pasar saham AS sangat tinggi.

Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi investor yang bertransaksi saham AS dalam jumlah besar tanpa memindahkan harga. Karena didukung volume nilai transaksi harian yang tinggi dengan harga jual dan beli sangat tipis.

2.  Dominasi Perusahaan Global

Mayoritas saham-saham yang melantai di bursa saham AS adalah perusahaan top global yang bukan hanya mengandalkan sumber pendapatan dari satu negara saja.

Contohnya adalah Apple atau Visa, yang beroperasi di berbagai negara dunia sehingga ketika kamu membeli kedua saham AS tersebut. Maka, potensi return investasi kamu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi di Amerika Serikat saja tetapi juga ekonomi global.

3.      Track Record Return Jangka Panjang

Data 150 tahun terakhir menunjukkan rata-rata return historis S&P 500 sekitar 9,4% per tahun (dengan reinvestasi dividen). Yang lebih menarik: dalam setiap periode rolling 20 tahun sejak 1928, S&P 500 selalu menghasilkan return positif, dengan yang terburuk tetap di angka 3,1% per tahun dan yang terbaik di 17,7%.

Walaupun pasar saham AS didukung oleh ketiga faktor fundamental di atas, namun bukan berarti investasi saham AS selalu menghasilkan cuan. Ini karena historis return indeks saham AS tidak bisa menjamin keuntungan investasi saham AS kamu di masa depan mengingat kondisi pasar yang sangat dinamis.

Oleh karenanya, diversifikasi tetap penting untuk mengurangi risiko investasi selama investasi saham AS. Selain itu, investor juga perlu memperhitungkan risiko nilai tukar USD/IDR sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil investasi saham AS kamu.

Kriteria Memilih Saham Amerika untuk Jangka Panjang

Saham AS yang bagus untuk jangka panjang setidaknnya harus memenuhi 5 kriteria utama berikut ini agar layak dipertimbangkan investor.

5 Kriteria Utama
1. Pertumbuhan pendapatan dan laba yang konsisten (bukan hanya satu tahun).
  2. Keunggulan kompetitif yang sulit ditiru (economic moat), misalnya brand global, jaringan bisnis luas, atau switching cost yang tinggi.
3. Free Cash Flow (FCF) positif dan konsisten, indikasi bahwa bisnis menghasilkan uang tunai nyata, bukan hanya laba di atas kertas.
4. Manajemen yang disiplin dalam alokasi modal, termasuk kebijakan buyback dan dividen.
5. Valuasi yang wajar relatif terhadap pertumbuhan, PER tinggi bisa dibenarkan jika pertumbuhan laba juga tinggi (lihat PEG ratio).

Selain memilih saham AS yang bagus untuk jangka panjang berdasarkan 5 kriteria utama yang sudah kami sebutkan di atas. Ada referensi praktis lain yang lebih memudahkan investor jangka panjang dalam memilih saham AS yang dikenal dengan konsep Dividend Aristocrats.

Dividend Aristocrats adalah kelompok 69 perusahaan S&P 500 yang telah menaikkan dividen secara konsisten selama minimal 25 tahun berturut-turut, melewati krisis dot-com 2000, krisis finansial 2008, pandemi 2020, dan berbagai siklus pengetatan moneter. Dividend Aristocrats menjadi salah satu daftar penyaringan yang umum digunakan investor jangka panjang.

Saham Amerika yang Layak Diperhatikan untuk Jangka Panjang di 2026

No.TickerNama PerusahaanSektorFundamental & Katalis Jangka Panjang
1KOThe Coca-Cola CompanyConsumer StaplesBrand global, harga plastik yang naik mempengaruhi keuntungan perusahaan.
2PEPPepsiCo IncConsumer StaplesBrand global, harga plastik yang naik mempengaruhi keuntungan perusahaan. 
3APPLApple IncTeknologiBrand global, naiknya permintaan AI global. 
4MSFTMicrosoft CorporationTeknologiBrand global, naiknya permintaan AI global. 
5JNJJohnson & JohnsonHealthcareBrand global, permintaan obat-obatan selalu ada dan tinggi.
6LLYEli Lilly and CompanyHealthcareBrand global, permintaan obat-obatan selalu ada dan tinggi. 
7VVisa Inc. Class ATeknologi KeuanganBrand global, permintaan pembayaran digital sangat dibutuhkan di era digital.
8MAMastercard IncTeknologi KeuanganBrand global, permintaan pembayaran digital sangat dibutuhkan di era digital.  

*Disclaimer: Saham-saham AS di atas bukanlah ajakan atau rekomendasi jual/beli (hanya edukasi).

Mari kita bahas satu per satu sahamnya di bawah ini berdasarkan pada kombinasi kekuatan fundamental, rekam jejak kinerja jangka panjang, dan relevansi sektor di tengah tren makro global 2026.

1.  Sektor Teknologi: Pertumbuhan Struktural yang Belum Selesai

Dari sektor teknologi, kami menyoroti ada 2 saham teknologi AS yang layak diperhatikan investor untuk jangka panjang yaitu:

  • Apple – AAPL

Meskipun revenue tumbuh moderat (6,43% di 2025), laba bersih Apple melonjak 19,5%, tanda efisiensi dan monetisasi ekosistem yang makin kuat. Segmen Services (App Store, iCloud, Apple Pay, Apple TV+) tumbuh konsisten dan punya margin jauh lebih tinggi dari hardware.

Katalis: ekspansi AI on-device dan ekosistem wearable.

  • Microsoft – MSFT

Pertumbuhan bisnis Microsoft dari Azure (cloud) masih double-digit. Integrasi AI Copilot ke seluruh lini produk Office 365 membuka revenue stream baru dari basis enterprise yang sangat besar.

Katalis: Posisi dominan di enterprise software menjadi keunggulan Microsoft di pasar.

Namun, valuasi kedua perusahan teknologi AS tersebut (Apple dan Micrososft) saat ini tidaklah murah. Tetapi jika dilihat dari nilai PEG ratio, baik itu Microsoft dan Apple, keduanya masih tergolong wajar dan memiliki potensi pertumbuhan bisnis yang baik di jangka panjang.

2.  Sektor Consumer Staples: Ketahanan di Segala Kondisi Pasar

Beralih ke sektor consumer staples, ada dua saham AS: Coca-Cola (KO) dan PepsiCo (PEP) yang layak dipertimbangkan investor untuk jangka panjang dengan fundamental sebagai berikut:

  • Coca-Cola – KO

Saham Coca-Cola adalah termasuk saham Dividend Aristocrat lebih dari 60 tahun berturut-turut, bahkan Warren Buffett telah memegang saham Coca-Cola sejak 1988 dan Berkshire Hathaway menerima lebih dari US$816 juta dividen dari KO di 2025 saja. Meski pertumbuhan lambat, Coca-Cola memberikan kestabilan dan income pasif yang sangat dapat diprediksi.

  • PepsiCo – PEP

Saham Pepsi termasuk jenis saham Dividend King dengan dividend per share tumbuh rata-rata high-single-digit per tahun selama satu dekade terakhir. Diversifikasi ke bisnis snack melalui Frito-Lay memberikan kestabilan pendapatan saat penjualan minuman melambat.

Berdasarkan Morningstar Price to Fair Value, saham Pepsi termasuk saham yang berada di bawah fair value.

Saham-saham seperti Pepsi atau Coca-Cola memiliki kekurangan dari segi pertumbuhan yang lambat dan tidak cocok bagi investor yang mengejar return tinggi. Namun, saham-saham sektor consumer staples menawarkan kestabilan dan pembagian dividen yang konsisten, serta cocok bagi investor yang ingin eksposur saham AS sambil mengurangi volatilitas portofolio.

3. Sektor Healthcare: Permintaan Struktural Jangka Panjang

Di sektor healthcare, ada saham Johnson & Johnson dan Eli Lilly, alasan kedua saham AS tersebut kami pilih karena punya fundamental yang baik untuk investasi jangka panjang.

  • Johnson & Johnson – JNJ

Setelah spin-off divisi consumer health (Kenvue), JNJ kini lebih fokus ke farmasi dan medical devices. Saham ini tercatat konsisten dalam membagikan dividen selama lebih dari 50 tahun. Bahkan, dividen yang dibagikan pun tidaklah kecil dan naik setiap tahunnya.

Inovasi resep dan teknologi medis pada bidang onkologi dan imunologi adalah keunggulan bisnis yang dimiliki Johnson & Johnson.

  • Eli Lilly – LLY

Katalis terkuat dari saham ini adalah obat diabetes dan penurun berat badan (GLP-1 agonist: Mounjaro dan Zepbound). Permintaan jenis obat-obatan tersebut diprediksi sangat tinggi hingga 2028, dan emiten LLY sendiri sedang dalam tren ekspansi kapasitas produksi secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan global. Ely Lilly adalah contoh saham growth AS dengan katalis sektoral yang jelas dan terukur.

Namun, saham sektoral healthcare AS seperti Ely Lilly dan Johnson & Johnson juga menghadapi beberapa tantangan terkait regulasi hingga masalah pendapatan yang hanya fokus kepada satu atau dua produk utama saja.

4. Sektor Teknologi Keuangan & Pembayaran: Mesin Uang Global

Di tengah semakin masifnya perkembangan dunia fintech dalam hal pembayaran secara global, hal ini akan membuat Visa dan Mastercard akan banyak meraup keuntungan dari jaringan pembayaran yang disediakan.

Visa dan Mastercard bukanlah sebuah bank melainkan keduanya adalah penyedia jaringan pembayaran global. Sumber pendapatan mereka berasal dari potongan biaya transaksi yang menggunakan jaringan pembayaran Visa atau Mastercard.

Model bisnis Visa dan Mastercard dianggap lebih rendah risiko dibanding perbankan yang harus menanggung risiko kredit.

  • Visa – V

Dengan memproses miliaran transaksi per tahun dengan margin operasional yang sangat tinggi. Visa menawarkan  potensi bisnis jangka panjang yang menjanjikan bagi investor.

Terutama untuk penetrasi pembayaran digital di negara berkembang yang masih sangat rendah. Hal ini bisa menjadi peluang bisnis bagi Visa untuk menggarap proyek jaringan pembayaran di negara-negara berkembang dan tidak hanya mengandalkan pasar AS sebagai sumber pendapatan.

  • Mastercard – MA

Jaringan Mastercard diterima di lebih 150 juta lokasi di seluruh dunia. Market potensial perusahaan ini adalah negara-negara berkembang yang sedang membangun infrastruktur pembayaran digital.

Baik itu, Mastercard dan Visa, kedua saham teknologi keuangan AS tersebut adalah Dividend Aristocrats dengan bisnis yang stabil.

Yang Perlu Dipahami Sebelum Memulai: Risiko dan Pajak

Sebelum memulai investasi saham AS, pastikan kamu sudah memahami terlebih dahulu apa saja risiko dan juga aturan pajak saham AS berikut ini.

Risiko

  1. Risiko nilai tukar (currency risk), return dalam USD bisa tergerus atau bertambah saat dikonversi ke rupiah. Ini risiko yang tidak bisa diabaikan investor Indonesia.
  2. Volatilitas jangka pendek, bahkan saham AS yang punya fundamental yang bagus sekalipun bisa turun tajam saat market terkoreksi. Untuk mengurangi volatilitas jangka pendek, investor saham AS bisa berinvestasi dalam jangka panjang.
  3. Perbedaan regulasi, saham AS diatur oleh SEC (Securities and Exchange Commission) AS, bukan OJK. Investor perlu memastikan bahwa platform yang digunakan beroperasi secara legal di Indonesia (izin Bappebti).

Pajak Saham AS

  • Dividen saham AS dikenakan withholding tax sebesar 30% untuk investor asing.
  • Indonesia dan AS memiliki perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty / P3B) yang dapat menurunkan tarif pajak menjadi 10%, Investor bisa memanfaatkan aturan pajak ini saat investasi saham AS.
  • Capital gain dari saham AS tidak dipotong pajak di Amerika Serikat untuk investor asing, namun wajib dilaporkan di SPT Tahunan Indonesia sebagai penghasilan luar negeri dengan tarif PPh progresif 5%–35%.

Penting bagi setiap investor saham AS asal Indonesia untuk mengetahui benar bagaimana aturan dan tarif pajak saham AS sebelum memulai investasi. Hal ini dirasa penting karena adanya perbedaan antara pajak saham di Indonesia dan Amerika Serikat.

Cara Mulai Investasi Saham Amerika dari Indonesia

Untuk memulai investasi saham Amerika dari Indonesia, kamu bisa mengikuti panduan selengkapnya di bawah ini.

  1. Pilih platform legal yang terdaftar Bappebti: di Indonesia, pembelian saham AS dilakukan melalui platform yang bermitra dengan pialang berjangka resmi di bawah pengawasan Bappebti. Ajaib adalah salah satu platform yang menyediakan akses investasi saham AS dengan legalitas yang jelas.
  2. Siapkan dokumen dan buka akun: KTP, NPWP, dan rekening bank Indonesia. Proses umumnya bisa dilakukan sepenuhnya secara digital.
  3. Deposit dalam rupiah, platform mengkonversi ke USD: pahami biaya konversi kurs yang dikenakan (umumnya 0,5–1%).
  4. Manfaatkan fitur fractional shares: banyak platform memungkinkan pembelian pecahan saham (misalnya 0,01 lembar), sehingga investor tidak perlu modal besar untuk mulai memiliki saham Apple atau Google.
  5. Terapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA): mengingat volatilitas jangka pendek dan risiko nilai tukar, akumulasi bertahap secara berkala lebih bijak dibanding menaruh semua modal sekaligus.

Jam perdagangan NYSE dan NASDAQ: pukul 21.30–04.00 WIB (Daylight Saving Time) atau 22.30–05.00 WIB (non-DST). Sebelum jam perdagangan dimulai, investor bisa mengaktifkan fitur limit order atau market order saat ingin melakukan pembelian atau penjualan saham.

Fitur tersebut bisa investor temukan dengan mudah di banyak platform jual-beli saham AS legal di Indonesia.

Mulai Investasi Saham Amerika dengan Mudah di Ajaib

Setelah kamu sudah membaca artikel ini selesai dan mengetahui bagaimana cara memilih saham AS yang bagus untuk jangka panjang. Kini, saatnya kamu memulai investasi saham Amerika dengan memilih platform legal seperti Ajaib yang menawarkan kemudahan investasi.

Melalui Ajaib, kamu bisa mencari berbagai pilihan saham AS dan melakukan analisis lebih lanjut sesuai tujuan investasi sebelum berinvestasi. Investor jangka panjang bisa memilih saham AS untuk mendapatkan return yang lebih baik dan mendapatkan eksposur ke perusahaan global sambil membangun portofolio jangka panjang secara bertahap.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Saham Amerika yang Bagus untuk Jangka Panjang: Tips Memilih dan Contoh Emiten Berkualitas - Ajaib