Saham Alphabet (GOOGL) Turun 5%, Pasar Soroti Eksodus Talenta AI dan Besarnya Belanja Modal
Salsabilla•June 23, 2026

Key Takeaways
- Saham Alphabet (GOOGL) turun sekitar 5% dan mencatat kinerja harian terburuk dalam lebih dari satu tahun akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap bisnis AI perusahaan.
- Sejumlah peneliti penting DeepMind, termasuk Noam Shazeer dan John Jumper, memutuskan bergabung dengan perusahaan AI pesaing dalam beberapa hari terakhir.
- Pasar mulai mempertanyakan apakah belanja modal AI yang sangat besar mampu menghasilkan keunggulan kompetitif dan profitabilitas jangka panjang.
Saham Alphabet (GOOGL) Tertekan di Tengah Kekhawatiran Bisnis AI
Saham Alphabet ($GOOGL) ditutup melemah sekitar 5% pada perdagangan Senin 22 Juni 2026 dan menjadi salah satu saham teknologi megacap dengan performa terburuk pada hari tersebut. Penurunan ini juga menjadi koreksi harian terdalam bagi induk Google dalam lebih dari satu tahun terakhir, jauh tertinggal dibandingkan pergerakan Nasdaq maupun saham-saham teknologi besar lainnya.
Tekanan terhadap saham Alphabet muncul ketika pasar mulai menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI). Meski Google terus meluncurkan berbagai inovasi AI terbaru, investor kini semakin fokus pada kemampuan perusahaan mempertahankan talenta terbaik sekaligus memastikan investasi besar di sektor AI dapat menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.
Eksodus Talenta DeepMind Jadi Sorotan Pasar
Salah satu pemicu utama sentimen negatif berasal dari hengkangnya sejumlah peneliti penting dari unit AI DeepMind milik Google dalam beberapa hari terakhir.
| Nama | Posisi Sebelumnya di Google | Tujuan Baru |
|---|---|---|
| Noam Shazeer | VP Engineering dan Co-Lead Gemini AI | OpenAI |
| John Jumper | VP DeepMind dan Engineering Fellow | Anthropic |
Noam Shazeer merupakan salah satu sosok penting di balik pengembangan model AI Gemini. Keputusannya bergabung dengan OpenAI memunculkan kekhawatiran terkait kemampuan Google mempertahankan talenta terbaik di tengah persaingan AI yang semakin ketat. Kepergian Shazeer juga cukup mengejutkan mengingat dirinya baru kembali ke Google pada 2024 setelah perusahaan menjalin kemitraan dengan startup Character.AI yang ia dirikan.
Sementara itu, John Jumper juga mengumumkan pengunduran dirinya setelah sembilan tahun berkarier di Google. Jumper dikenal luas sebagai salah satu pencipta AlphaFold, teknologi AI revolusioner yang berhasil memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein dan mempercepat riset biologis maupun medis secara signifikan. Pada 2024, Jumper bahkan meraih Hadiah Nobel bersama CEO DeepMind Demis Hassabis atas kontribusinya dalam bidang tersebut.
Belanja AI Jumbo dan Komentar Microsoft Tambah Tekanan
Selain isu kehilangan talenta, pasar juga mencermati besarnya investasi yang digelontorkan Alphabet untuk memperkuat bisnis AI. Sejak Oktober tahun lalu, perusahaan diketahui telah menghimpun sekitar US$141 miliar melalui kombinasi utang dan ekuitas untuk mendukung pengembangan infrastruktur serta model AI generasi terbaru.
Di sisi lain, Google baru saja memperkenalkan berbagai produk AI baru seperti Gemini 3.5 Flash dan Gemini Spark dalam ajang Google I/O. Namun, langkah agresif tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan kekhawatiran investor terkait potensi pengembalian investasi yang akan diperoleh perusahaan dalam jangka panjang.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa pasar AI mulai mengalami komoditisasi. Jika model-model AI semakin murah dan mudah dipertukarkan, investor berpotensi mempertanyakan apakah belanja modal besar yang dilakukan Alphabet benar-benar menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan atau justru berisiko menekan margin keuntungan perusahaan.
Investasi Saham AS Lebih Mudah di Ajaib
Pergerakan saham Alphabet (GOOGL) menunjukkan bahwa dinamika industri AI kini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi valuasi perusahaan teknologi global. Melalui fitur investasi saham AS di Ajaib, kamu dapat mengakses berbagai saham perusahaan teknologi dunia seperti Alphabet, memantau perkembangan pasar global secara real-time, serta melakukan diversifikasi portofolio dengan lebih praktis dalam satu aplikasi. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Sumber: https://www.cnbc.com/2026/06/22/alphabet-goog-stock-ai-departures.html
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!