Ajaib
Menu

Saham AS

Pasar Saham AS Ditutup Mix, Dow Jones Menguat di Tengah Musim Laporan Keuangan

Miftahul KhaerJuly 27, 2026

Pasar Saham AS Ditutup Mix, Dow Jones Menguat di Tengah Musim Laporan Keuangan

Key Takeaways

  • Dow Jones naik 0,46% dan S&P 500 nyaris flat di +0,05%, sementara Nasdaq melemah 0,64%.
  • Sebanyak 83% dari 78 emiten S&P 500 yang telah melaporkan kinerja kuartal II 2026 berhasil melampaui ekspektasi laba, menunjukkan fundamental korporasi AS masih solid menjelang gelombang laporan raksasa teknologi pekan depan.
  • Tarif baru Trump ke lebih dari 80 negara langsung digugat hanya beberapa jam setelah berlaku, memunculkan ketidakpastian baru soal arah kebijakan dagang AS.

Wall Street Ditutup Beragam, Dow Jones Jadi Penopang

Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (24/07). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat 0,46%, sementara S&P 500 hanya bergerak tipis di +0,05%. Berbeda arah, Nasdaq Composite justru melemah 0,64%, tertekan oleh sentimen negatif dari sejumlah saham teknologi besar yang baru saja merilis laporan kinerja kuartal II 2026.

Pergerakan yang beragam ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencerna dua sentimen besar secara bersamaan, di man musim laporan kinerja korporasi yang secara umum solid, serta ketidakpastian baru dari sisi kebijakan tarif dagang pemerintahan Trump. Kombinasi ini membuat investor bersikap selektif, sebab sebagian sektor diuntungkan, sementara sektor lain seperti teknologi masih tertahan.

Musim Laporan Kinerja Kuartal II: Fundamental Korporasi AS Masih Solid

Data terbaru menunjukkan performa keuangan korporasi AS masih kuat. Berikut ringkasan hasil laporan kinerja kuartal II 2026 dari 78 perusahaan S&P 500 yang sudah merilis hasilnya:

MetrikJumlah EmitenPersentase
EPS di atas ekspektasi analis65 dari 78±83%
Pendapatan di atas estimasi59 dari 78±76%
Pertumbuhan laba (YoY)60 dari 78±77%
Pertumbuhan pendapatan (YoY)69 dari 78±88%

Secara keseluruhan, 83% emiten S&P 500 yang sudah melapor melampaui ekspektasi laba pasar. Angka ini menjadi sinyal positif menjelang pekan depan, ketika lebih dari 145 perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja kuartal II, termasuk nama-nama besar seperti Microsoft, Apple, Meta, Amazon, Qualcomm, Boeing, Procter & Gamble, Mastercard, Exxon Mobil, dan Chevron. Laporan dari kelompok emiten raksasa ini diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar dalam beberapa pekan mendatang.

Emiten yang Jadi Sorotan Investor

Di balik data agregat yang positif, terdapat perbedaan respons pasar yang cukup tajam antar emiten:

  • 3M, General Motors, Lockheed Martin, RTX, Intel, Newmont, dan Verizon mendapat respons positif dari investor. Ketujuh emiten ini tidak hanya melampaui ekspektasi laba, tetapi juga menaikkan proyeksi kinerja tahunan mereka, sehingga dianggap memberi sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.
  • Alphabet justru tertekan meski membukukan hasil yang secara fundamental kuat. Penyebabnya adalah kekhawatiran investor terhadap lonjakan rencana belanja modal (capital expenditure) untuk infrastruktur AI yang mencapai US$195–205 miliar, jumlah yang dinilai pasar cukup agresif.
  • Tesla melemah setelah laba per saham (EPS) gagal memenuhi konsensus analis, menambah tekanan pada sektor teknologi secara umum dan menjadi salah satu penyebab utama pelemahan Nasdaq.

Tarif Baru Trump Digugat, Bagaimana Kelanjutannya?

Di sisi kebijakan, pemerintahan Trump resmi memberlakukan tarif baru terhadap barang dari lebih dari 80 negara dengan dasar hukum Section 301 Trade Act 1974, dengan alasan negara-negara tersebut dinilai gagal memberantas praktik kerja paksa. Tarif ini mencakup sekitar 99,4% dari total perdagangan AS. Namun, hanya beberapa jam setelah berlaku, dua pelaku usaha kecil mengajukan gugatan ke U.S. Court of International Trade, dengan argumen bahwa kebijakan ini hanya dalih untuk menghidupkan kembali rezim tarif global yang sebelumnya telah dibatalkan Mahkamah Agung AS saat diterapkan melalui IEEPA (International Emergency Economic Powers Act).

Sejumlah pakar hukum dagang, termasuk profesor dari UCLA School of Law dan peneliti senior Peterson Institute for International Economics, menilai penggunaan Section 301 kali ini berpotensi ditolak pengadilan karena dianggap melampaui tujuan awal undang-undang tersebut. Meski begitu, tidak semua pihak sepakat, mantan pejabat kantor perwakilan dagang AS (USTR) menyebut pemerintah memiliki fleksibilitas hukum yang cukup luas di bawah Section 301, sehingga hasil akhir dari gugatan ini masih sulit dipastikan. Sembari menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, pelaku usaha diimbau tetap menyusun strategi bisnis dengan asumsi tarif tersebut akan berlaku.

Bagaimana Sebaiknya Trader Saham AS Menyikapi Situasi Ini?

Kombinasi sentimen pada pekan ini sebenarnya tidak sepenuhnya negatif. Data musim laporan kinerja yang solid, dengan 83% emiten melampaui ekspektasi laba menunjukkan bahwa fundamental ekonomi dan korporasi AS masih dalam kondisi sehat, meski pasar tetap merespons secara selektif tergantung narasi di balik masing-masing laporan. Pekan depan, dengan lebih dari 145 emiten yang akan melapor termasuk raksasa teknologi, bisa menjadi momentum penting untuk melihat apakah tren positif ini berlanjut atau justru menghadapi koreksi seperti yang dialami Alphabet dan Tesla.

Beberapa hal yang relevan untuk diperhatikan ke depan:

  • Laporan kinerja big tech pekan depan (Microsoft, Apple, Meta, Amazon, dan lainnya) berpotensi menjadi katalis utama pergerakan Nasdaq, mengingat bobotnya yang besar terhadap indeks tersebut.
  • Perkembangan gugatan tarif di U.S. Court of International Trade layak dipantau, karena hasilnya bisa memengaruhi sentimen sektor-sektor yang bergantung pada perdagangan internasional, meski proses hukum ini diperkirakan berlangsung cukup lama.
  • Pembedaan sentimen makro vs mikro tetap penting, pelemahan Nasdaq lebih terkait faktor spesifik emiten teknologi, sementara penguatan Dow Jones mencerminkan optimisme terhadap sektor-sektor dengan kinerja dan proyeksi yang solid.

Pantau Pergerakan Wall Street dan Mulai Trading Saham AS di Ajaib

Dinamika pasar saham AS pekan ini menunjukkan pentingnya membaca informasi secara detail, bukan hanya angka indeks secara umum, tetapi juga cerita di balik masing-masing sentimen, mulai dari musim laporan kinerja hingga perkembangan kebijakan tarif. Dengan begitu banyak variabel yang bergerak bersamaan, kamu butuh sumber informasi yang cepat dan akurat sebelum mengambil keputusan. Melalui aplikasi Ajaib, kamu bisa mendapatkan update pasar terkini dan memanfaatkan berbagai fitur untuk trading saham AS dengan lebih presisi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Seeking Alpha, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!