Ajaib
Menu

Saham AS

Nvidia Tambah Buyback US$150 Miliar, Saham Chip Tetap Tertekan

Maulida•September 29, 2026

nvidia

Key Takeaways:

  • Nvidia menambah otorisasi buyback saham sebesar US$150 miliar sehingga total sisa programnya mencapai US$235 miliar.
  • Nvidia menargetkan program buyback tersebut dijalankan hingga tahun fiskal 2028.
  • Saham NVDA menguat hampir 2% setelah pengumuman, tetapi indeks semikonduktor SOX turun sekitar 2,6%.
  • Tekanan terhadap saham chip terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS, harga minyak, dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham teknologi.
  • Bagi trader, realisasi buyback, tren belanja infrastruktur AI, serta pergerakan yield dan sektor semikonduktor menjadi beberapa faktor penting untuk dipantau.

Nvidia kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penambahan otorisasi pembelian kembali saham atau share buyback sebesar US$150 miliar. Langkah tersebut membawa total sisa kapasitas program buyback perusahaan menjadi US$235 miliar, yang rencananya dijalankan hingga tahun fiskal 2028.

Kabar tersebut mendapat respons positif dari saham Nvidia (NASDAQ: NVDA), yang menguat hampir 2% pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Namun, sentimen positif itu belum mampu mengangkat sektor semikonduktor secara keseluruhan. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) justru turun sekitar 2,6%, sejalan dengan tekanan yang melanda pasar saham teknologi AS.

Mengapa program buyback jumbo Nvidia belum mampu mengangkat saham chip secara lebih luas? Berikut sejumlah faktor yang perlu diperhatikan trader.

Nvidia Tambah Buyback Saham US$150 Miliar

Dewan direksi Nvidia menyetujui tambahan US$150 miliar untuk program pembelian kembali saham perusahaan. Dengan tambahan tersebut, total dana yang masih tersedia untuk buyback mencapai US$235 miliar.

Nvidia menyebut program tersebut akan dijalankan hingga tahun fiskal 2028. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan kemampuan perusahaan menghasilkan kas memungkinkan Nvidia tetap berinvestasi dalam pengembangan teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Besarnya program buyback mencerminkan kondisi keuangan Nvidia yang ditopang pertumbuhan bisnis AI. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, Nvidia mencatat pendapatan sebesar US$96,2 miliar, melonjak 106% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih GAAP mencapai US$59,7 miliar, naik 126% secara tahunan.

Pada kuartal yang sama, Nvidia juga telah mengembalikan sekitar US$26 miliar kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham dan pembayaran dividen.

Secara umum, buyback memungkinkan perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar di pasar. Jika jumlah saham beredar berkurang, laba perusahaan akan terbagi ke jumlah saham yang lebih sedikit sehingga dapat berpengaruh terhadap metrik seperti earnings per share (EPS).

Namun, otorisasi buyback tidak berarti seluruh dana akan langsung digunakan sekaligus. Waktu dan besarnya pembelian aktual tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Saham NVDA Naik, Mengapa Saham Chip Tetap Tertekan?

Meski saham NVDA merespons positif pengumuman buyback, kondisi pasar pada perdagangan 28 September tidak sepenuhnya mendukung saham teknologi.

Indeks SOX yang melacak saham-saham semikonduktor turun sekitar 2,6%. Pada saat yang sama, mayoritas saham dalam sektor teknologi juga bergerak di zona merah.

Salah satu tekanan datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat mencapai sekitar 5,23%, level tertinggi sejak 2007, di tengah kekhawatiran mengenai inflasi dan pergerakan harga energi. Indeks S&P 500 akhirnya turun 0,8%, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,9%.

Yield yang meningkat dapat menjadi tekanan bagi saham-saham pertumbuhan, termasuk saham teknologi, karena meningkatkan tingkat diskonto terhadap potensi laba perusahaan di masa depan.

Selain faktor makro, investor masih memperhatikan keberlanjutan siklus belanja AI. Setelah beberapa tahun ekspansi investasi data center dan infrastruktur AI yang agresif, pasar semakin sensitif terhadap kemampuan perusahaan teknologi menerjemahkan investasi tersebut menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba.

Kondisi ini menunjukkan bahwa katalis positif dari satu perusahaan belum tentu cukup untuk mengimbangi sentimen negatif yang sedang memengaruhi sektor secara keseluruhan.

Fundamental Nvidia Masih Ditopang Pertumbuhan AI

Di balik volatilitas saham chip, bisnis Nvidia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2027 mencapai US$96,2 miliar, naik 18% secara kuartalan dan 106% secara tahunan. Operating income GAAP meningkat 124% menjadi US$63,7 miliar, sementara diluted EPS naik 128% secara tahunan menjadi US$2,46.

Pertumbuhan tersebut masih banyak didorong oleh pembangunan infrastruktur AI. Nvidia juga tengah meningkatkan produksi arsitektur Vera Rubin yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI generasi berikutnya.

Besarnya kemampuan menghasilkan laba dan arus kas menjadi salah satu alasan Nvidia memiliki ruang untuk menjalankan program buyback besar tanpa menghentikan investasi pada pengembangan teknologi.

Meski demikian, bagi trader, kinerja fundamental yang kuat tidak selalu membuat harga saham bergerak naik dalam jangka pendek. Valuasi, ekspektasi pertumbuhan, kondisi pasar, hingga sentimen terhadap sektor teknologi tetap dapat memicu volatilitas saham NVDA.

Apa yang Perlu Dipantau Trader dari Saham NVDA?

Setelah pengumuman buyback, salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah realisasi program pembelian kembali saham. Otorisasi sebesar US$235 miliar memberikan Nvidia fleksibilitas besar, tetapi dampaknya terhadap jumlah saham beredar akan bergantung pada berapa banyak saham yang benar-benar dibeli dan kapan transaksi dilakukan.

Selain itu, trader dapat memantau arah sektor semikonduktor. Pergerakan indeks SOX dapat membantu memberikan gambaran apakah kenaikan saham NVDA terjadi sebagai katalis individual atau mulai didukung sentimen positif yang lebih luas terhadap sektor chip.

Faktor berikutnya adalah pertumbuhan belanja AI. Permintaan terhadap GPU dan infrastruktur data center selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan Nvidia. Karena itu, perubahan rencana belanja perusahaan teknologi besar dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan Nvidia berikutnya.

Terakhir, kondisi makro seperti yield Treasury, inflasi, dan harga energi juga perlu diperhatikan. Tekanan dari faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas saham teknologi meskipun perusahaan mencatat fundamental yang kuat.

Pantau Saham AS Potensial di Ajaib

Buyback jumbo Nvidia memberikan katalis positif bagi saham NVDA, tetapi tekanan yang masih terjadi pada sektor semikonduktor menunjukkan bahwa pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh satu sentimen. Trader tetap perlu memperhatikan kondisi sektor, perkembangan bisnis AI, serta faktor makro yang dapat memengaruhi momentum pasar.

Pantau saham AS potensial dan mulai trading di Ajaib sekarang.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Seeking Alpha

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!