Ajaib
Menu

Saham AS

Wall Street Mulai Meragukan Hype AI?

SarifaJune 29, 2026

AI

Pekan ini Wall Street mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran besar dari euforia AI menuju fase yang lebih hati-hati dan berbasis fundamental. Ekonomi AS memang direvisi tumbuh 2,1% pada kuartal pertama 2026, namun dibalik headline tersebut konsumsi rumah tangga hampir stagnan dengan pertumbuhan hanya 0,5% — salah satu level terlemah dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama inflasi PCE tetap tinggi di atas 4%, menciptakan kombinasi berbahaya antara perlambatan daya beli dan suku bunga tinggi yang terus membebani valuasi saham growth dan teknologi.

Di tengah kondisi tersebut, OpenAI dikabarkan mempertimbangkan menunda IPO hingga 2027 karena khawatir antusiasme investor terhadap saham AI mulai melemah setelah koreksi besar SpaceX dan meningkatnya keraguan pasar terhadap valuasi ekstrem perusahaan AI. Sinyal perubahan sentimen ini semakin terlihat dari perilaku investor terhadap SpaceX sendiri: meski sahamnya kehilangan ratusan miliar dolar valuasi sejak IPO, permintaan obligasi perusahaan justru menembus US$90 miliar. Artinya, investor kini mulai lebih percaya pada kemampuan perusahaan AI menghasilkan arus kas dan membayar utang dibanding sekadar membeli narasi pertumbuhan masa depan. Pergeseran ini menjadi tanda penting bahwa fase berikutnya dari AI boom kemungkinan tidak lagi ditentukan oleh hype, melainkan oleh profitabilitas, cash flow, dan kekuatan fundamental bisnis yang nyata.

Performa Indeks Bursa AS Weekly

S&P 500Dow Jones Industrial AverageNASDAQ Composite
-1.78%+0.59%-3.78%

Top Gainer 1W

GLW+21.24%
ABBV+14.45%
MRK+12.23%
DHR+11.77%
PHM+11.33%

Berita Ekonomi & Industri

Ekonomi Amerika Serikat ternyata tumbuh lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026 dengan revisi GDP final naik menjadi 2,1%, tetapi di balik angka headline yang terlihat positif itu, konsumsi rumah tangga justru hampir stagnan dan menunjukkan pelemahan permintaan domestik yang cukup serius. Kenaikan GDP terutama didorong revisi penurunan angka impor—yang secara teknis meningkatkan perhitungan GDP—bukan karena lonjakan aktivitas ekonomi riil, sementara belanja konsumen hanya tumbuh 0,5%, level terlemah dalam beberapa tahun terakhir. Indikator permintaan inti seperti final sales to private domestic purchasers juga direvisi turun menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,4%, menandakan fondasi pertumbuhan ekonomi AS masih rapuh meski investasi dan aktivitas bisnis tertentu tetap bertahan. Di saat yang sama, inflasi tetap tinggi dengan indeks PCE kuartal pertama mencapai 4,5% dan core PCE 4,4%, memperlihatkan bahwa tekanan harga masih menjadi tantangan besar bagi Federal Reserve di tengah perlambatan daya beli masyarakat.

OpenAI dikabarkan mempertimbangkan menunda IPO hingga 2027 karena khawatir antusiasme investor terhadap saham AI mulai melemah, meski valuasinya sudah mendekati US$852 miliar. Perusahaan yang didukung Microsoft itu sebelumnya diam-diam mengajukan draft IPO ke SEC dan sempat membidik listing akhir tahun ini, namun koreksi saham SpaceX serta meningkatnya keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan AI memenuhi ekspektasi besar membuat rencana tersebut dipertimbangkan ulang. OpenAI disebut hanya ingin melantai jika bisa debut dengan valuasi di atas US$1 triliun, sambil tetap fokus memperkuat bisnis privat lewat ekspansi pusat data, perekrutan talenta AI, dan monetisasi iklan untuk pengguna gratis. Persaingan juga makin ketat setelah rivalnya, Anthropic, dikabarkan telah mengajukan IPO rahasia dan mencapai valuasi US$965 miliar, bahkan melampaui OpenAI sebagai startup AI paling bernilai di dunia.

Akhir pekan kemarin amerika Serikat kembali menggempur Iran setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran melanggar gencatan senjata 60 hari dengan meluncurkan drone ke kapal-kapal di Selat Hormuz. Militer AS mengatakan serangan itu menargetkan gudang rudal, drone, dan radar pantai Iran, menyusul insiden drone Iran yang menghantam kapal kargo berbendera Singapura di jalur strategis pengiriman minyak dunia tersebut. Ketegangan ini muncul hanya sepekan setelah Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman untuk menuju perdamaian permanen, bahkan Wakil Presiden JD Vance baru saja melakukan pembicaraan diplomatik di Swiss. Iran membalas dengan menuduh AS melanggar perjanjian dan mengklaim telah menyerang posisi militer AS di kawasan, sambil memperingatkan bahwa respons berikutnya akan lebih besar jika serangan kembali terjadi.

Harga minyak dunia kembali jatuh dan minyak mentah AS ditutup di bawah US$70 per barel untuk pertama kalinya sejak perang Iran pecah, meski ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas akibat serangan terhadap kapal kargo dekat Oman yang diduga dilakukan Iran. Investor mulai yakin gangguan pasokan minyak dapat mereda setelah semakin banyak tanker keluar dari jalur strategis tersebut, membuat harga Brent turun lebih dari 4% ke US$71,99 dan WTI melemah hampir 4% ke US$69,23. Namun situasi geopolitik tetap rapuh setelah Presiden Donald Trump menuding Iran melanggar gencatan senjata lewat serangan drone di Hormuz, sementara kedua negara juga berselisih soal penggunaan dana Iran yang dibekukan dalam nota kesepahaman terbaru. Di saat yang sama, pasar energi global menghadapi ancaman baru karena OPEC berpotensi kehilangan produsen besar lain setelah Irak dikabarkan mengancam keluar jika tuntutan kenaikan kuota produksi tidak dipenuhi.

Berita Emiten

MU – Micron kembali membuktikan diri sebagai salah satu pemenang terbesar dalam ledakan AI global setelah pendapatannya melonjak lebih dari 4 kali lipat dan sahamnya langsung terbang 15% usai laporan keuangan terbaru melampaui ekspektasi Wall Street. Produsen chip memori ini membukukan revenue kuartalan sebesar US$41,46 miliar dengan laba per saham US$25,11, jauh di atas prediksi analis, didorong kelangkaan memori AI yang membuat harga DRAM dan storage melonjak tajam di seluruh industri. Lonjakan permintaan dari data center AI milik perusahaan seperti Nvidia dan Google membuat bisnis data center Micron tumbuh lebih dari 7 kali lipat menjadi US$11,5 miliar, sementara margin kotor perusahaan melejit ke 84,9% — level profitabilitas yang menunjukkan betapa kuatnya posisi tawar produsen memori di tengah supply crunch AI saat ini. Yang paling menarik, Micron kini mulai mengunci kontrak pembelian jangka panjang 3–5 tahun senilai US$22 miliar, sinyal bahwa pelanggan besar mulai takut kekurangan pasokan chip memori hingga beberapa tahun ke depan. Ini menunjukkan bahwa boom AI bukan lagi sekadar hype software seperti ChatGPT, tetapi sudah berubah menjadi perlombaan infrastruktur fisik global, di mana memori menjadi “bahan bakar” utama untuk melatih dan menjalankan model AI generatif berskala besar.

SPCX – Permintaan obligasi SpaceX menembus US$90 miliar meski sahamnya baru kehilangan ratusan miliar dolar valuasi, menunjukkan Wall Street mulai lebih percaya pada kemampuan perusahaan membayar utang dibanding mempertahankan hype sahamnya. Dalam penawaran obligasi perdana senilai sekitar US$25 miliar, investor institusi tetap berebut masuk walaupun SpaceX harus menawarkan yield lebih tinggi dibanding emiten teknologi investment-grade lain seperti Intel, mencerminkan bahwa pasar masih melihat risiko besar dari model bisnis Elon Musk yang sangat agresif dalam membakar kas untuk ekspansi Starlink, AI, dan infrastruktur komputasi. Minat besar pada obligasi tenor pendek juga memberi sinyal investor percaya SpaceX cukup kuat untuk bertahan dalam jangka dekat berkat kas lebih dari US$100 miliar dan posisi strategisnya di industri antariksa AS, namun masih ragu terhadap profitabilitas jangka panjang dan valuasi saham yang dinilai terlalu mahal setelah IPO spektakuler bulan ini. Perbedaan perilaku investor saham dan investor obligasi ini memperlihatkan perubahan penting di pasar: investor ekuitas masih membeli narasi masa depan Elon Musk, sementara investor kredit mulai menuntut bukti arus kas nyata, disiplin keuangan, dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan berkelanjutan di tengah belanja modal yang terus melonjak.

SPCX – SpaceX resmi akan masuk indeks Nasdaq-100 hanya beberapa minggu setelah IPO spektakulernya, menjadikannya salah satu perusahaan tercepat yang bergabung ke indeks teknologi elite tersebut. Langkah ini diperkirakan memicu gelombang pembelian baru dari dana pasif dan ETF seperti Invesco QQQ Trust yang mengelola lebih dari US$800 miliar aset dan wajib membeli saham SpaceX untuk menyesuaikan komposisi indeks. Meski bobot awal SpaceX diperkirakan di bawah 1%, permintaan saham bisa tetap besar karena jumlah saham publik yang beredar masih terbatas dibanding total valuasi perusahaan. Masuknya perusahaan milik Elon Musk ini juga menjadi contoh pertama aturan baru Nasdaq yang mempercepat perusahaan IPO besar masuk indeks hanya dalam 15 hari perdagangan, jauh lebih cepat dibanding aturan lama yang biasanya membutuhkan waktuberbulan-bulan.

ORCL — Oracle mengungkap dalam filing regulasi bahwa perusahaan telah memangkas sekitar 21.000 pekerjaan atau hampir 13% dari total tenaga kerjanya selama setahun terakhir, seiring adopsi AI yang mengubah struktur tenaga kerja perusahaan — jumlah karyawan turun dari 162.000 menjadi 141.000 full-time worker per Mei 2026. Saham ORCL turun 2% pada hari pengungkapan ini, menjadi salah satu sinyal paling konkret bahwa AI mulai benar-benar menggantikan fungsi tenaga kerja di perusahaan teknologi besar, bukan hanya menjadi narasi investasi semata.

BB — BlackBerry melaporkan net income yang lebih dari empat kali lipat di kuartal pertama fiskal 2027, dengan revenue naik 25,6% menjadi US$152,9 juta — hasil yang memicu lonjakan saham hampir 20% pada sesi sebelumnya, meski saham kemudian turun 3% di pre-market setelah euforia awal mereda.  Pemulihan BlackBerry yang dulunya dikenal sebagai pionir smartphone awal ini menjadi salah satu cerita comeback paling menarik di sektor software keamanan tahun ini.

MRK / TECH — Bio-Techne melonjak 19,47% pada 25 Juni setelah mengumumkan akan diakuisisi oleh Merck dalam transaksi senilai US$11,3 miliar, memberikan raksasa farmasi Jerman tersebut tapak yang lebih besar di sektor bioteknologi dan terapi gen. Merck menyepakati pembelian Bio-Techne dengan harga US$73 per saham, dengan kedua perusahaan memperkirakan transaksi akan rampung pada akhir 2026 atau awal 2027 — menjadi salah satu konsolidasi terbesar di sektor life sciences tahun ini.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!