Kinerja Micron Lampaui Ekspektasi, Nasdaq Melemah di Tengah Kenaikan Harga Chip AI
Salsabilla•June 26, 2026

Key Takeaways
- Nasdaq mencatat pelemahan empat hari beruntun meski Micron Technology membukukan kinerja kuartalan jauh di atas ekspektasi pasar.
- Kenaikan harga chip AI mulai memicu kekhawatiran bahwa biaya komponen akan menekan margin perusahaan teknologi dan mendorong harga produk elektronik lebih tinggi.
- Data inflasi PCE AS sesuai ekspektasi memberi sedikit kelegaan bagi pasar, namun risiko inflasi dari rantai pasok AI masih menjadi perhatian.
Reli Saham Teknologi Kembali Menekan Nasdaq
Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (26/6). Indeks Nasdaq Composite turun 0,46% ke level 25.358,60 dan mencatat pelemahan empat hari beruntun untuk pertama kalinya sejak Februari. Sementara itu, S&P 500 bergerak nyaris stagnan dengan penurunan tipis 0,01%, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,14% dan sempat mencetak rekor intraday baru.
Pergerakan pasar menunjukkan rotasi sektor yang cukup jelas. Saham-saham sektor kesehatan, industri, dan keuangan menjadi penopang Dow Jones, dipimpin oleh penguatan Caterpillar yang melonjak 6% serta Johnson & Johnson yang naik sekitar 1%. Sebaliknya, tekanan di sektor teknologi membuat Nasdaq kembali terkoreksi meskipun sejumlah emiten semikonduktor melaporkan kinerja yang sangat kuat.
Saham Teknologi Tertekan, Micron Justru Bersinar
| Emiten | Pergerakan | Faktor Penggerak |
|---|---|---|
| Apple | -6% | Menaikkan harga MacBook dan iPad akibat kenaikan biaya komponen chip. |
| Microsoft | -3,5% | Mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox. |
| Micron Technology | Hampir +16% | Pendapatan kuartalan melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi US$41,46 miliar berkat tingginya permintaan memori AI. |
| Qualcomm | Hampir +4% | Menaikkan proyeksi pendapatan bisnis non-smartphone hingga 2029. |
Koreksi saham Apple menjadi tekanan terbesar bagi Nasdaq setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad karena lonjakan harga komponen, terutama chip. Microsoft juga ikut melemah setelah menaikkan harga Xbox. Saham teknologi besar lainnya seperti Alphabet dan Meta Platforms turut mengalami penurunan seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa kenaikan harga chip dapat menggerus margin keuntungan perusahaan teknologi.
Di sisi lain, sektor semikonduktor masih menunjukkan fundamental yang solid. Micron Technology mencatat lonjakan hampir 16% setelah melaporkan hasil kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi analis, dengan pendapatan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi US$41,46 miliar berkat ledakan permintaan memori untuk kebutuhan AI. Qualcomm juga menguat setelah meningkatkan proyeksi bisnis non-smartphone hingga tahun fiskal 2029, sementara sejumlah produsen chip lain seperti Sandisk, Western Digital, KLA, dan Applied Materials ikut menguat.
Kekhawatiran Inflasi Chip AI Mulai Menjadi Sorotan
- Harga chip yang terus meningkat mulai memunculkan kekhawatiran bahwa biaya produksi perangkat elektronik akan semakin mahal.
- Margin perusahaan teknologi berpotensi tertekan karena sebagian besar perusahaan besar merupakan pembeli utama semikonduktor.
- Produk elektronik seperti komputer, televisi hingga kendaraan diperkirakan dapat mengalami kenaikan harga apabila biaya chip terus meningkat.
- Data inflasi PCE AS masih berada pada level tinggi, tetapi sesuai ekspektasi pasar sehingga tidak memicu tekanan tambahan yang lebih besar.
Laporan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat menunjukkan inflasi utama naik 0,4% secara bulanan dan 4,1% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti PCE naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Meski masih menjadi level tertinggi sejak Oktober 2023, pelaku pasar relatif lega karena data tersebut tidak lebih tinggi dari perkiraan.
Namun demikian, perhatian investor kini mulai bergeser pada potensi inflasi baru yang berasal dari rantai pasok teknologi. Lonjakan harga chip AI dinilai dapat meningkatkan biaya produksi berbagai perangkat elektronik sekaligus menekan profitabilitas perusahaan teknologi dalam beberapa kuartal mendatang apabila tren kenaikan harga komponen terus berlanjut.
Investasi Saham AS Lebih Praktis di Ajaib
Pergerakan sektor teknologi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan yang kuat belum tentu langsung mendorong kenaikan harga saham ketika pasar mulai mengkhawatirkan risiko inflasi dan kenaikan biaya produksi. Karena itu, memahami dinamika sektor dan perkembangan makroekonomi menjadi bagian penting dalam menyusun strategi investasi saham AS.
Melalui aplikasi Ajaib, kamu bisa mengakses berbagai saham Amerika Serikat, mengikuti perkembangan pasar global, serta memanfaatkan berbagai informasi dan analisis untuk membantu mengambil keputusan investasi. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham AS mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://www.cnbc.com/2026/06/24/stock-market-today-live-updates.html
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!