Inflasi AS Kembali Panas, Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Tembus 70%
Tika•September 11, 2026

Key Takeaways
- Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% MoM pada Agustus, meningkat dari 0,1% pada Juli. Secara tahunan, PPI AS naik dari 4,8% menjadi 5,4% YoY.
- Kenaikan PPI terutama didorong oleh harga barang yang meningkat 1,1%, termasuk harga energi yang naik 4,2%.
- Pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 bps pada 15–16 September mencapai sekitar 70%, naik dari 62% sebelum data PPI.
- Ekspektasi suku bunga lebih tinggi berpotensi menjadi tekanan bagi US Stocks, terutama saham growth dan teknologi yang sensitif terhadap kenaikan yield.
PPI AS Naik pada Agustus 2026
Inflasi produsen Amerika Serikat kembali menguat pada Agustus 2026. Producer Price Index (PPI) naik 0,4% secara bulanan atau month-on-month (MoM) setelah sebelumnya meningkat 0,1% pada Juli.
Secara tahunan, PPI AS juga mengalami kenaikan dari 4,8% menjadi 5,4% YoY. Kenaikan tersebut terutama berasal dari harga barang yang meningkat 1,1%.
Harga Energi dan Diesel Dorong Tekanan Inflasi
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga barang adalah harga energi yang meningkat 4,2%. Di tengah konflik AS-Iran, harga diesel tercatat melonjak 24,1%.
Selain energi, tekanan harga juga terlihat pada sejumlah komponen lainnya. Harga tiket pesawat naik 4,2%, sementara layanan rumah sakit juga mengalami kenaikan.
Perkembangan tersebut turut memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi AS yang masih persisten.
Pantau pergerakan US Stocks di tengah perkembangan inflasi dan ekspektasi suku bunga The Fed.
Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Mencapai 70%
Kenaikan PPI membuat pasar semakin memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed.
Pasar kini memperkirakan probabilitas The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 15–16 September mencapai sekitar 70%.
Angka tersebut meningkat dari sekitar 62% sebelum data PPI dirilis.
Keputusan akhir The Fed masih akan bergantung pada data ekonomi berikutnya, terutama data Consumer Price Index (CPI).
Dampak Ekspektasi Suku Bunga terhadap Saham Amerika
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi memberikan tekanan terhadap US Stocks, khususnya saham sektor growth dan teknologi yang sensitif terhadap kenaikan yield.
Karena itu, perkembangan inflasi dan data ekonomi selanjutnya menjadi perhatian pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 15–16 September.
Tertarik Investasi di Saham Amerika Potensial Lainnya?
Investasi saham AS di Ajaib dan pantau perkembangan pasar global dalam satu aplikasi. Temukan saham-saham AS yang sesuai dengan strategi investasi atau trading kamu.
Daftar akun Ajaib sekarang, 100% online tanpa minimum modal, dan mulai trading saham AS setelah akun terverifikasi mulai dari $1. Selain saham AS, kamu juga bisa mengakses saham Indonesia, aset kripto, reksa dana, hingga obligasi dalam satu aplikasi. Mulai trading saham AS dan download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel
Profil Penulis
SEO Writer
Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!