Ajaib
Menu

Reksa Dana

Bagaimana Pengaruh Inflasi pada Reksa Dana?

SarifaDecember 26, 2025

reksa-dana-campuran-dengan-return-tertinggi-2025

Sepanjang tahun 2025, inflasi Indonesia tetap terjaga di bawah 3%. Tren inflasi di Indonesia ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tidak banyak tergerus dan harga kebutuhan pokok masih relatif terjangkau.

Selain mempengaruhi daya beli masyarakat dan harga kebutuhan pokok di pasar, laju inflasi juga dapat mempengaruhi suku bunga dan pasar keuangan. Bahkan, inflasi sendiri memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja reksa dana.

Gak percaya? Mari kita simak apa itu inflasi dan bagaimana pengaruh inflasi pada reksa dana di artikel ini.

Apa itu Inflasi dan Mengapa Penting bagi Investor?

Secara sederhana, inflasi adalah kenaikan harga dan jasa terus menerus dalam periode tertentu. Bagi investor, inflasi adalah hal penting dalam investasi karena inflasi dapat mempengaruhi nilai investasi, imbal hasil, dan keputusan alokasi aset.

Naiknya harga barang dan jasa di pasar membuat investor harus mencari instrumen investasi yang punya pertumbuhan lebih cepat daripada inflasi. Ini karena inflasi bisa mengikis imbal hasil investasi kamu, sehingga mencari instrumen yang punya return di atas inflasi adalah keharusan di tengah laju inflasi yang tinggi.

Hubungan Inflasi dengan Pasar Keuangan

Sebagai seorang investor, suka atau tidak suka kamu harus berdampingan dengan risiko inflasi selama investasi. Kenapa? Karena inflasi punya hubungan yang kuat dengan pasar keuangan seperti pasar saham dan pasar obligasi melalui naik atau turunnya suku bunga.

Ketika inflasi sedang tinggi, pemerintah melalui kebijakan bank sentral akan mestabilkan ekonomi dengan menaikkan suku bunga untuk membatasi kenaikan harga barang dan jasa di pasar.

Kebijakan menaikkan suku bunga oleh bank sentral akan langsung di respon oleh pasar saham dan pasar obligasi. Untuk pasar obligasi, naiknya suku bunga akan membuat harga obligasi menurun dan meningkatkan yield obligasi.

Sementara untuk emiten di pasar saham, kenaikan suku bunga akan mempengaruhi laba perusahaan dan menghambat ekspansis bisnis yang akan membuat harga saham cenderung menurun.

Kinerja reksa dana dengan mayoritas portofolio obligasi dan saham akan cenderung menurun akibat inflasi tinggi yang membuat suku bunga naik.

Dampak Inflasi terhadap Reksa Dana Pasar Uang

Tingginya inflasi yang terjadi dapat sangat mempengaruhi imbal hasil reksa dana pasar uang. Dengan rata-rata return per tahun yang tidak terlalu besar, naiknya inflasi bisa saja mengalahkan imbal hasil reksa dana pasar uang dan membuat nilai investasi kamu tidak bertumbuh sama sekali.

Misalnya inflasi 6% per tahun dan return reksa dana hanya 5% per tahun. Ini berarti nilai investasi Anda sebenarnya tidak bertumbuh atau malah rugi 1% secara nilai riil.

Dampak Inflasi Terhadap Reksa Dana Pendapatan Tetap

Pengaruh inflasi pada reksa dana pendapatan tetap bersumber dari naik atau turunya harga obligasi yang disebabkan suku bunga.

Inflasi tinggi cenderung akan diikuti suku bunga tinggi oleh bank sentral. Dalam kondisi suku bunga tinggi, harga obligasi akan mengalami penurunan dan meningkatkan yield obligasi.

Harga obligasi yang menurun akan membuat kinerja reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas portofolio investasinya adalah obligasi juga ikut menurun.

Dampak Inflasi Terhadap Reksa Dana Saham

Kinerja reksa dana saham yang memiliki portofolio saham akan cenderung turun di tengah inflasi. Kenapa? Di tengah suku bunga tinggi, emiten cenderung mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah dan menghambat ekspansi bisnis, serta menghambat pertumbuhan laba perusahaan.

Faktor-faktor tersebut akan berimbas terhadap turunnya harga saham. Fluktuasi harga reksa dana saham di tengah inflasi tinggi dan suku bunga tinggi bisa dirasakan investor dalam jangka waktu pendek – menengah, dan ketika inflasi tinggi mulai meredah dan suku bunga perlahan-lahan disesuaikan dengan kondisi pasar. Kinerja reksa dana saham akan perlahan-lahan mulai membaik.

Dampak Inflasi Terhadap Reksa Dana Campuran

Dari semua jenis reksa dana yang ada di pasar, reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang lebih kebal inflasi. Alasannya karena portofolio jenis reksa dana ini mengombinasikan saham dan obligasi.

Kombinasi instrumen saham dan obligasi yang ada di reksa dana campuran dapat meredam atau memperkecil dampak inflasi.  

Keunggulan reksa dana campuran di tengah inflasi adalah diversifikasi, di mana potensi imbal hasil yang tinggi dari saham dan kestabilan dari obligasi menciptakan keseimbangan risiko-imbal hasil di tengah inflasi.

Dalam jangka panjang, reksa dana campuran menawarkan potensi pertumbuhan yang tinggi melalui mayoritas saham yang ada di portofolio reksa dana.

Jenis Reksa Dana Apa yang Relatif Lebih Cocok saat Inflasi Tinggi

Reksa dana pasar uang dan reksa dana saham tertentu dapat lebih adaptif, tergantung kondisi ekonomi dan sektor yang diuntungkan oleh inflasi.

Inflasi yang tinggi bisa menguntungkan reksa dana pasar uang ketika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga. Dengan portofolio yang didominasi deposito jangka pendek di bawah 1 tahun, naiknya suku bunga saat inflasi tinggi akan meningkatkan imbal hasil reksa dana pasar uang.

Sementara inflasi tinggi bisa saja menguntungkan reksa dana saham tergantung dari sektor saham yang ada di portofolio reksa dana tersebut. Contoh sektor saham yang kuat di tengah inflasi adalah kesehatan, komoditas dan material dasar, keuangan, energi, dan consumer stapples (kebutuhan sehari-hari).

Strategi Investor Menghadapi Inflasi

Ada beberapa strategi investasi yang bisa dilakukan investor saat menghadapi inflasi, antara lain:

·  Menyesuaikan alokasi aset. Di tengah inflasi tinggi, reksa dana campuran bisa menjadi pilihan reksa dana terbaik dengan komposisi saham dan obligasi dalam menyeimbangkan risiko-imbal hasil investasi.

·  Fokus pada tujuan jangka panjang. Sebagai investor kita perlu optimis bahwa badai inflasi pasti berlalu. Oleh karenanya, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan naik atau turunnya nilai investasi selama inflasi dan bisa berfokus pada pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang. Reksa dana saham menawarkan potensi cuan yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Apakah Investor Perlu Mengubah Strategi Investasi Reksa Dana saat Inflasi Meningkat?

Dalam menghadapi inflasi tinggi saat berinvestasi reksa dana, investor sah-sah saja untuk mempertimbangkan menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan kondisi pasar. Asalkan, sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi tanpa harus bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Apakah Inflasi Selalu Berdampak Negatif bagi Reksa Dana?

Dampak inflasi tidak selalu negatif, tergantung jenis reksa dana, kondisi pasar, dan strategi pengelolaan portofolio.

Inflasi yang tinggi sangat berisiko untuk reksa dana pasar uang karena imbal hasil investasi yang kecil. Sementara untuk reksa dana saham walaupun di saat inflasi kinerjanya terlihat terseok-seok, namun dalam jangka panjang jenis reksa dana saham menyimpan potensi cuan yang sangat tinggi di saat kondisi ekonomi mulai kembali normal.

Kesimpulan: Memahami Inflasi dalam Investasi Reksa Dana

Setelah membaca artikel ini hingga selesai, investor menjadi tahu bahwa inflasi bisa menggerus imbal hasil investasi kamu dan mengurangi nilai riil investasi kamu. Strategi praktis yang bisa investor terapkan saat inflasi tinggi adalah mempertimbangkan untuk memilih jenis reksa dana yang lebih kebal inflasi atau mempertimbangkan memilih jenis reksa dana yang punya imbal hasil lebih tinggi dibanding rata-rata inflasi tahunan.

Dengan memahami pengaruh inflasi pada reksa dana, investor bukan hanya bisa menyesuaikan alokasi aset. Melainkan, investor juga bisa melindungi nilai uang dan mengetahui sektor-sektor mana saja yang diuntungkan saat inflasi, dan juga dapat mengukur imbal hasil riil investasi kamu setelah inflasi.

Sehingga, investor dapat mengambil keputusan investasi reksa dana yang lebih terukur.

Investasi Reksa Dana Aman

Memulai investasi reksa dana sebenarnya tidaklah sulit. Kenapa? Karena cukup dengan sisa uang jajan kamu senilai Rp10 ribu, kamu sudah bisa memulai investasi di pasar modal melalui reksa dana.

Kamu bisa dengan mudah menyesuaikan alokasi aset berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi dengan mengikuti test profil risiko online yang tersedia di aplikasi Ajaib. Agar investor bisa berinvestasi reksa dana secara lebih terukur dan menyeimbangkan risiko-imbal hasil investasi.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!