Dollar Cost Averaging Reksa Dana dengan Modal Rp10 Juta
Sarifa•January 9, 2026
Dalam berinvestasi, kamu sebagai investor pemula bisa menggunakan berbagai strategi investasi yang dirasa paling cocok dengan gaya investasimu.
Salah satu strategi investasi yang paling populer dan mudah untuk digunakan investor pemula adalah Dollar Cost Averaging (DCA).
Lantas, seberapa efektifkah strategi DCA ini untuk investor pemula? Mari kita simak bagaimana mekanisme dan cara kerja DCA dalam investasi beserta simulasinya dengan modal Rp10 juta.
Apa Itu Dollar Cost Averaging (DCA)?

Secara sederhana, Dollar Cost Averaging atau biasanya disebut DCA adalah sebuah strategi investasi di mana investor tidak langsung berinvestasi sekaligus dengan uang yang dimiliki. Melainkan, investor membeli aset investasi secara bertahap atau dikenal dengan sistem top-up.
Stretagi DCA ini cocok untuk investor pemula atau investor ritel yang tidak memiliki modal besar. Kenapa? Karena strategi DCA memungkinkan investor untuk berinvestasi secara teratur dan pembelian aset bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan finansial kamu.
Jadi, anggaplah bulan ini kamu cuma bisa berinvestasi Rp500 ribu. Namun karena ada kebutuhan mendesak, di bulan berikutnya kamu tidak bisa berinvestasi dengan nominal yang sama. Dalam penerapan strategi DCA untuk investor pemula, kamu punya fleksibilitas dalam mengalokasikan uang untuk investasi dan hal yang terpenting adalah konsistensi investasi secara berkala tanpa mempedulikan berapa jumlah uang yang diinvestasikan.
Mengapa DCA Cocok untuk Investasi Reksa Dana?
Investor pemula yang masih bingung ingin memulai investasi dari mana. Reksa dana adalah jawabannya dan strategi DCA bisa kamu terapkan selama investasi.
Kelebihan Dollar Cost Averaging (DCA) untuk investasi reksa dana adalah sebagai berikut:
- Mengurangi risiko timing pasar. Dengan menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA) saat berinvestasi reksa dana, investor tidak memerlukan waktu yang tepat untuk membeli reksa dana.
- Disiplin investasi. Investasi yang kamu lakukan secara berkala dapat melatih kedisplinan kamu. Karena di setiap periodenya kamu harus selalu menyisihkan sebagian besar penghasilanmu untuk diinvestasikan pada reksa dana.
- Kemudahan penerapan. Strategi DCA bisa dianggap seperti kamu sedang menabung rutin di celengan ayam. Namun ketika kamu berinvestasi reksa dana dengan DCA, celengan ayam tersebut berubah menjadi platform investasi seperti Ajaib.
Jenis Reksa Dana yang Cocok untuk Strategi Investasi Reksa Dana
Investasi secara berkala dan teratur dengan menggunakan strategi DCA cocok untuk beberapa jenis reksa dana tertentu. Terutama untuk jenis reksa dana yang punya grafik harga yang naik turun seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.
Strategi DCA untuk reksa dana campuran dan reksa dana saham sangat baik untuk investor. Karena dapat mengurangi dampak volatilitas reksa dana yang setiap harinya selalu naik maupun turun.
Tetapi, strategi DCA kurang efektif untuk jenis reksa dana yang punya grafik harga selalu naik seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tertentu. Penggunaan DCA untuk reksa dana pasar uang dan RDPT yang punya grafik selalu naik setiap hari akan mengurangi imbal hasil investasi kamu.
Cara Membagi Modal Rp10 Juta untuk DCA Reksa Dana
Dengan modal investasi Rp10 juta, kamu bisa membagi modal investasi tersebut berdasarkan frekuensi investasi. Misalnya dibagi per bulan atau per minggu.
Jika Anda membaginya ke dalam 12 bulan, maka kamu tinggal bagi saja Rp10 juta dengan 12 bulan menjadi Rp833 ribu per bulan.
Setiap bulannya, Anda akan menginvestasikan uang sebesar Rp833 ribu selama 12 bulan ke depan. Ini hanyalah sekadar contoh simulasi dan bukanlah rekomendasi investasi.
Untuk frekuensi investasi, total periode investasi, dan instrumen investasi yang dipilih bisa disesuaikan dengan jenis reksa dana yang paling cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi.
Simulasi Dollar Cost Averaging Reksa Dana dengan Modal Rp10 Juta
Misalnya, kamu punya modal sebesar Rp10 juta dan memiliki rencana untuk membeli reksa dana secara rutin setiap bulan dalam 10 bulan ke depan. Berikut adalah simulasi investasinya.
| Waktu | Investasi | NAB/unit | Jumlah Unit Reksa Dana |
| Bulan 1 | Rp1.000.000 | 1500 | 666.6667 |
| Bulan 2 | Rp1.000.000 | 1600 | 625 |
| Bulan 3 | Rp1.000.000 | 1700 | 588.2353 |
| Bulan 4 | Rp1.000.000 | 1800 | 555.5556 |
| Bulan 5 | Rp1.000.000 | 1900 | 526.3158 |
| Bulan 6 | Rp1.000.000 | 2000 | 500 |
| Bulan 7 | Rp1.000.000 | 2100 | 476.1905 |
| Bulan 8 | Rp1.000.000 | 2000 | 500 |
| Bulan 9 | Rp1.000.000 | 1900 | 526.3158 |
| Bulan 10 | Rp1.000.000 | 2000 | 500 |
| Total Modal Investasi | Rp10.000.000 | Total Unit Reksa Dana | 5464.28 |
Jika kamu ingin menjual reksa dana di bulan ke-13, di saat NAB reksa dana Rp2.100, maka berapa keuntungan investasi reksa dana yang kamu peroleh?
Untuk menghitung keuntungan investasi reksa dana, kamu bisa menghitungnya dengan rumus berikut:
(NAB sekarang x jumlah unit reksa dana) – total modal investasi)
(2100 x 5464,28) – Rp10 juta = Rp1.478.988, ini adalah keuntungan investasi reksa dana kamu. Dengan menggunakan DCA, kamu tidak perlu waktu yang tepat untuk membeli reksa dana. Cukup rutin dan konsisten dalam berinvestasi secara berkala adalah kunci untuk mengoptimalkan cuan reksa dana kamu.
Keuntungan & Risiko Menerapkan DCA Reksa Dana dengan Modal Terbatas
Dalam penerapannya, strategi DCA memiliki keuntungan bagi investor sebagai berikut:
- Konsistensi. Investor bisa secara rutin berinvestasi reksa dana dengan menggunakan DCA tanpa mempedulikan jumlah uang yang diinvestasikan.
- Psikologi investor stabil. Penerapan DCA dapat mengurangi rasa stres selama investasi. Karena kamu tidak perlu menunggu waktu dan harga terbaik untuk membeli reksa dana.
- Potensi hasil jangka panjang. Akumulasi pembelian reksa dana yang kamu lakukan secara rutin dengan DCA akan membuat jumlah unit reksa dana semakin banyak. Hal ini tentu sangat menguntungkan untuk investasi jangka panjang dan semakin memperbesar potensi cuan reksa dana kamu.
Selain memiliki kelebihan, strategi DCA juga memiliki beberapa risiko yang wajib diketahui investor dan bisa membuat kamu boncos saat investasi reksa dana. Faktor tersebut bisa datang dari kinerja reksa dana yang kurang perform dan faktor kondisi pasar.
Untuk mengurangi risiko investasi tersebut, kamu sebagai investor sangat disarankan memilih jenis reksa dana yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu.
Apakah DCA pada Reksa Dana Cocok untuk Pemula?
Melakukan DCA ketika kamu berinvestasi reksa dana dengan modal Rp10 juta adalah salah satu strategi investasi yang baik untuk investor pemula. Kenapa? Karena kamu bisa membagi uang Rp10 juta berdasarkan frekuensi investasi atau bahkan menyesuaikan alokasi keuangan dengan kondisi keuanganmu saat ini.
DCA bukan hanya melatih investor pemula untuk disiplin dan konsisten investasi. Melainkan, DCA juga memberikan fleksibilitas bagi setiap investor dalam mengalokasikan uangnya untuk investasi dan bukan seberapa banyak uang yang bisa kamu investasikan. Karena ada hal yang jauh lebih penting, yaitu membangun kebiasaan dan kedisiplinan dalam berinvestasi.
Tips Memaksimalkan Strategi DCA Reksa Dana
Ada beberapa tips praktis yang bisa coba investor lakukan untuk memaksimalkan strategi DCA Reksa Dana:
Memilih Reksa Dana Sesuai dengan Tujuan
Dalam memaksimalkan strategi DCA, setiap investor disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan. Ini karena setiap jenis reksa dana memiliki potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda.
Sehingga, penerapan strategi DCA belum tentu cocok untuk semua jenis reksa dana.
Rutin Evaluasi
Melakukan evaluasi DCA secara rutin untuk investasi reksa dana sangatlah disarankan. Dengan evaluasi rutin, kamu bisa memantau dan memastikan apakah strategi DCA kamu sudah berjalan sesuai tujuan dan apakah sudah mengikuti kondisi pasar yang berkembang.
Konsistensi Investasi
Dengan berinvestasi secara rutin dan berkala sesuai frekuensi investasi, apakah per minggu atau per bulan. Sebenarnya, kamu sudah melatih dirimu untuk disiplin dan konsistensi investasi sedini mungkin.
Kesimpulan
DCA dengan modal Rp10 juta bisa menjadi langkah awal investasi reksa dana yang terencana. Selama investor melakukannya dengan pemahaman yang baik terkait bagaimana mekanisme dan cara kerja DCA pada reksa dana dalam investasi.
Kamu bisa membagi uang Rp10 juta tersebut berdasarkan frekuensi investasi, apakah per bulan atau per minggu. Untuk penjelasannya bisa kamu lihat pada simulasi DCA reksa dana yang sudah kami bahas di artikel ini.
Investasi Reksa Dana Mudah
Memulai investasi reksa dana tidak membutuhkan modal yang besar hingga jutaan rupiah. Melainkan, cukup dengan Rp10 ribu kamu sudah bisa memulai investasi reksa dana dengan mudah di aplikasi Ajaib yang sudah terdaftar dan diawasi OJK.
Mulai Investasi di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!