Cara Mendapatkan Passive Income dari Reksa Dana
Sarifa•January 1, 2026

Tahukah kamu bahwa kamu bisa mendapatkan aliran pendapatan rutin tanpa harus bekerja aktif setiap hari? Salah satu cara yang semakin populer adalah melalui investasi reksa dana. Instrumen investasi kolektif ini, yang dikelola oleh profesional, dapat menjadi sumber passive income yang stabil dan mudah diakses, cocok untuk kamu yang ingin mulai membangun kekayaan secara bertahap.
Apa Itu Passive Income?
Passive income adalah penghasilan yang kamu terima secara rutin dari aset atau investasi yang kamu miliki, tanpa memerlukan keterlibatan aktif sehari-hari. Berbeda dengan gaji dari pekerjaan, passive income berasal dari uang yang “bekerja” untuk kamu. Dalam konteks investasi, penghasilan pasif ini bisa berupa pembagian hasil investasi dari reksa dana, kupon dari obligasi, atau dividen dari saham.
Mengapa Reksa Dana Cocok untuk Passive Income?
Reksa dana memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya ideal sebagai pondasi passive income:
- Dikelola oleh Profesional: Dana kamu diatur oleh Manajer Investasi yang berpengalaman. Mereka yang melakukan analisis pasar dan memilih instrumen terbaik, sehingga kamu tidak perlu repot memantau terus-menerus.
- Diversifikasi Otomatis: Dana investasi kamu langsung tersebar ke berbagai aset (seperti obligasi, saham, atau pasar uang). Diversifikasi ini membantu menurunkan risiko kerugian besar jika satu jenis aset mengalami penurunan.
- Mudah dan Terjangkau: Kamu bisa memulai investasi dengan modal kecil, bahkan dari Rp100.000. Semua proses pembelian, pemantauan, dan pencairan bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi platform investasi.
Jenis Reksa Dana yang Berpotensi Memberikan Passive Income
Tidak semua reksa dana memiliki kebijakan pembagian pendapatan rutin. Jenis-jenis berikut ini umumnya lebih berpotensi memberikan passive income:
- Reksa Dana Pendapatan Tetap: Menginvestasikan minimal 80% dananya pada obligasi. Jenis ini sering memberikan Pembagian Hasil Investasi (PHI) atau dividen rutin, misalnya setiap kuartal, yang berasal dari pembayaran kupon obligasi.
- Reksa Dana Pasar Uang: Berinvestasi pada instrumen jangka pendek yang sangat likuid. Meski jarang membagikan dividen tunai, pertumbuhan NAB-nya relatif stabil dan cocok untuk tujuan jangka pendek.
- Reksa Dana Campuran: Kombinasi saham dan obligasi. Beberapa produk bisa memberikan PHI, dengan potensi pertumbuhan yang lebih seimbang antara pendapatan rutin dan kenaikan nilai aset.
Cara Kerja Passive Income dari Reksa Dana
Ada dua cara utama kamu mendapatkan keuntungan dari reksa dana:
- Pembagian Hasil Investasi (PHI) atau Dividen: Sebagian reksa dana memiliki kebijakan membagikan keuntungan yang diperoleh kepada investor secara berkala. Pembagian ini bisa dalam bentuk tunai yang ditransfer ke rekening bank kamu atau dalam bentuk tambahan unit penyertaan (reinvestasi). Contohnya, Trimegah Fixed Income Plan membagikan dividen tunai sekitar 1% setiap tiga bulan sekali.
- Kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB): Ini adalah keuntungan yang kamu peroleh ketika menjual unit penyertaan reksa dana pada NAB yang lebih tinggi daripada saat kamu membeli. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan nilai portofolio aset reksa dana tersebut.
Strategi Investasi Reksa Dana untuk Passive Income
Agar tujuan passive income-mu tercapai, terapkan strategi berikut:
- Investasi Rutin (Dollar-Cost Averaging): Rutin menyisihkan dana setiap bulan, terlepas dari kondisi pasar. Strategi ini mendisiplinkan diri dan rata-rata harga beli unit menjadi lebih optimal dalam jangka panjang.
- Reinvestasi Hasil (Compound Effect): Jika dividen yang diterima tidak segera dibutuhkan, pilih opsi untuk mengubahnya menjadi tambahan unit penyertaan. Efek bunga berbunga dari reinvestasi ini akan mempercepat pertumbuhan portofolio dan passive income-mu di masa depan.
- Pilih Sesuai Tujuan: Tentukan apakah kamu butuh pendapatan tunai rutin (pilih reksa dana dengan PHI tunai) atau ingin fokus menumbuhkan aset untuk jangka panjang (pilih opsi reinvestasi).
Berapa Lama Jangka Waktu untuk Membangun Passive Income?
Membangun aliran passive income yang signifikan membutuhkan kesabaran dan jangka investasi yang tepat.
- Jangka Pendek (1-3 tahun): Fokusnya lebih pada akumulasi aset. Pendapatan pasif yang diterima mungkin belum besar, tetapi konsistensi investasi adalah kunci.
- Jangka Panjang (5 tahun ke atas): Di sinilah kekuatan strategi jangka panjang dan efek bunga berbunga benar-benar terlihat. Portofolio yang telah bertumbuh dapat menghasilkan aliran pendapatan pasif yang lebih stabil dan berarti. Data historis menunjukkan bahwa kinerja reksa dana pendapatan tetap, misalnya, bisa memberikan total return (NAB+dividen) yang jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibandingkan instrumen seperti deposito.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Seperti investasi lainnya, reksa dana tidak lepas dari risiko. Memahami hal ini adalah bagian dari investasi yang cerdas:
- Risiko Pasar: Nilai NAB bisa turun karena gejolak kondisi ekonomi, politik, atau sentimen pasar.
- Risiko Kredit: Terutama pada reksa dana pendapatan tetap, ada risiko penerbit obligasi gagal membayar kupon atau pokok utangnya.
- Risiko Likuiditas: Kesulitan mencairkan dana dengan cepat jika Manajer Investasi kesulitan menjual aset dasarnya.
- Risiko Kinerja Manajer Investasi: Keputusan investasi yang kurang tepat dari pengelola dapat mempengaruhi kinerja reksa dana.
- Risiko Inflasi: Imbal hasil investasi harus mampu mengalahkan laju inflasi agar nilai uangmu tidak tergerus.
Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, kenali profil risiko dirimu (konservatif, moderat, atau agresif) dan pilih produk yang sesuai.
Tips Memulai Investasi Reksa Dana untuk Passive Income
- Tetapkan Tujuan Jelas: Apakah untuk dana pendidikan, pensiun, atau tambahan penghasilan bulanan? Tujuan menentukan jangka investasi dan pemilihan produk.
- Pahami Profil Risiko: Jawab kuesioner profil risiko yang disediakan platform investasi. Jangan memaksakan produk berisiko tinggi jika toleransimu rendah.
- Lakukan Diversifikasi: Jangan taruh semua dana di satu jenis reksa dana. Kombinasikan beberapa jenis untuk menyeimbangkan risiko dan potensi return.
- Mulai dengan Nominal Terjangkau: Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar di awal. Manfaatkan fitur investasi rutin otomatis.
- Pelajari Dokumen: Selalu baca Prospektus dan Fund Fact Sheet sebelum membeli untuk memahami kebijakan PHI, risiko, dan kinerja historis.
Investasi Reksa Dana Aman Sebagai Langkah Awal
Reksa Dana bisa menjadi pilihan yang relatif aman dan terukur untuk mulai membangun passive income. Keamanan ini datang dari pengelolaan oleh Manajer Investasi berlisensi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta transparansi informasi yang wajib diberikan kepada investor.
Kesimpulannya, passive income dari reksa dana bukanlah skema cepat kaya, tetapi sebuah perjalanan finansial yang membutuhkan perencanaan, disiplin, dan pemahaman yang baik. Dengan memulai dari sekarang, memilih strategi yang tepat, dan mengelola risiko dengan bijak, kamu dapat secara bertahap membangun sumber penghasilan pasif yang mendukung stabilitas keuanganmu di masa depan.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!