Ajaib
Menu

Kripto

5 Altcoin yang Bisa Jadi Incaran di Bulan Agustus 2026

MaulidaAugust 4, 2026

ondo

Key Takeaways

  • ONDO, SUI, XLM, ARB, dan ENA memiliki katalis masing-masing, mulai dari tokenisasi aset dunia nyata hingga perkembangan infrastruktur blockchain.
  • Konsolidasi pasar belum tentu berakhir dengan kenaikan. Arah Bitcoin, kebijakan suku bunga, dan likuiditas global masih menjadi faktor penting.
  • Trader perlu memperhatikan token unlock, aktivitas jaringan, volume perdagangan, serta konfirmasi teknikal sebelum mengambil posisi.

Pasar kripto memasuki Agustus 2026 dengan pergerakan yang cenderung terbatas. Bitcoin masih bergerak dalam rentang harga tertentu, sementara performa altcoin semakin beragam. Ada yang mulai pulih berkat katalis spesifik, tetapi tidak sedikit yang masih tertekan oleh pelemahan pasar dan penambahan suplai token.

Kondisi ini membuat pemilihan aset perlu dilakukan lebih selektif. Harga yang sudah turun jauh tidak otomatis berarti murah atau siap berbalik naik. Fundamental proyek, aktivitas jaringan, tokenomics, hingga kondisi makro tetap perlu menjadi pertimbangan.

Di tengah fase konsolidasi tersebut, 5 altcoin berikut bisa masuk watchlist kamu pada Agustus 2026. Apa saja? Simak yuk!

Apa Itu Market Consolidation?

Market consolidation adalah fase ketika harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas tanpa tren naik atau turun yang dominan. Dalam kondisi ini, volatilitas dan volume perdagangan biasanya menurun karena pembeli maupun penjual masih menunggu pemicu baru.

Pada awal Agustus 2026, Bitcoin bergerak di sekitar area US$62.000–US$65.000. Harga beberapa kali tertahan di area atas, tetapi juga masih mendapat dukungan ketika mendekati batas bawah rentang tersebut.

Fase seperti ini dapat berakhir dalam dua arah:

  • Breakout, ketika harga menembus resistance dan melanjutkan kenaikan.
  • Breakdown, ketika support gagal bertahan dan tekanan jual kembali meningkat.

Bagi altcoin, arah pergerakan Bitcoin sangat penting. Ketika Bitcoin menembus support, altcoin biasanya mengalami penurunan yang lebih besar. Sebaliknya, jika Bitcoin mulai stabil dan likuiditas beralih ke aset berkapitalisasi lebih kecil, sejumlah altcoin berpeluang bergerak lebih agresif.

Sentimen Makro yang Memengaruhi Harga Altcoin

Selain perkembangan dari masing-masing proyek, terdapat beberapa faktor makro yang perlu dipantau trader pada Agustus 2026.

1. Kebijakan Suku Bunga

Ekspektasi suku bunga masih menjadi penggerak utama aset berisiko. Suku bunga yang bertahan tinggi atau kembali naik dapat memperketat likuiditas dan mengurangi minat terhadap altcoin.

Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih longgar berpotensi meningkatkan selera risiko. Karena volatilitasnya lebih tinggi dibandingkan Bitcoin, altcoin biasanya merespons perubahan ekspektasi likuiditas dengan lebih tajam.

2. Arus Dana Institusional

Arus dana menuju produk investasi berbasis Bitcoin dan Ethereum dapat memberikan gambaran mengenai minat investor institusional. Inflow yang konsisten berpotensi mendukung sentimen pasar, sedangkan outflow berkepanjangan bisa menjadi tanda bahwa pelaku besar masih berhati-hati.

3. Dominasi Bitcoin

Jika dominasi Bitcoin terus meningkat, sebagian besar modal cenderung bertahan di Bitcoin. Kondisi ini dapat membuat altcoin kesulitan mencatatkan kenaikan yang berkelanjutan.

Sebaliknya, penurunan dominasi Bitcoin yang disertai peningkatan volume altcoin dapat menjadi indikasi awal rotasi modal.

4. Regulasi dan Keamanan

Perkembangan regulasi aset digital dapat memengaruhi minat institusi terhadap altcoin. Di saat yang sama, kasus peretasan dan gangguan keamanan berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap proyek yang menyimpan dana pengguna dalam jumlah besar.

5 Altcoin yang Bisa Dipantau pada Agustus 2026

1. Ondo (ONDO)

Ondo merupakan proyek yang berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Ekosistemnya berupaya membawa instrumen keuangan tradisional, seperti saham, ETF, dan surat utang, ke jaringan blockchain.

Katalis ONDO berasal dari perkembangan infrastruktur tokenisasi serta bertambahnya akses terhadap produk keuangan berbasis blockchain. Pada Juli 2026, ekosistem Ondo juga mengumumkan sejumlah pengembangan infrastruktur dan perizinan yang mendukung ekspansi produk aset tokenisasi.

Namun, pertumbuhan ekosistem belum tentu langsung tercermin pada harga token. Berdasarkan data Ajaib, suplai maksimal ONDO mencapai 10 miliar token, sementara sekitar 4,87 miliar token telah beredar. Artinya, risiko dilusi dari token yang belum beredar masih perlu diperhatikan.

Hal yang perlu dipantau:

  • Perkembangan adopsi produk RWA.
  • Pertumbuhan nilai aset yang ditokenisasi.
  • Jadwal token unlock.
  • Kemampuan harga mempertahankan area support setelah koreksi.

2. Sui (SUI)

Sui adalah blockchain Layer-1 yang dirancang untuk menawarkan transaksi cepat dengan latensi rendah. Jaringan ini menggunakan bahasa pemrograman Move dan mendukung berbagai aplikasi, mulai dari DeFi hingga gim berbasis blockchain.

Salah satu sentimen positif yang disorot pada Juli 2026 adalah penggunaan jaringan Sui untuk produk keuangan dan kredit berbasis aset digital. Perkembangan tersebut memperkuat posisi Sui sebagai blockchain yang tidak hanya menyasar pengguna ritel, tetapi juga kebutuhan institusional.

Meski demikian, pemulihan harga SUI masih perlu mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Pergerakannya juga tetap sensitif terhadap arah Bitcoin, dominasi pasar, dan kondisi likuiditas altcoin secara keseluruhan.

Hal yang perlu dipantau:

  • Pertumbuhan pengguna dan transaksi aktif.
  • Perkembangan sektor DeFi di jaringan Sui.
  • Arus likuiditas menuju ekosistem Layer-1.
  • Konfirmasi breakout dengan dukungan volume.

3. Stellar (XLM)

Stellar dikenal sebagai jaringan blockchain yang berfokus pada pembayaran dan transfer aset lintas negara. Token XLM digunakan untuk membantu proses transaksi serta menjaga operasional jaringan.

Katalis Stellar datang dari perkembangan tokenisasi aset dan bertambahnya partisipasi institusi dalam jaringan. Stellar juga terus mengembangkan kapabilitas smart contract dan sistem autentikasi untuk mendukung penggunaan blockchain yang lebih luas.

Namun, beberapa katalis institusional Stellar memiliki jangka waktu implementasi yang relatif panjang. Artinya, pasar bisa saja tidak langsung memberikan respons besar. XLM juga perlu membuktikan kemampuannya bertahan di atas resistance penting agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara.

Hal yang perlu dipantau:

  • Nilai aset dunia nyata di jaringan Stellar.
  • Perkembangan produk pembayaran dan stablecoin.
  • Aktivitas validator dan smart contract.
  • Kemampuan harga menembus resistance dengan volume yang kuat.

4. Arbitrum (ARB)

Arbitrum merupakan solusi Layer-2 yang membantu meningkatkan kecepatan dan kapasitas transaksi Ethereum. Arbitrum menggunakan teknologi rollup untuk memproses transaksi dengan biaya lebih rendah sambil tetap memanfaatkan keamanan jaringan Ethereum.

Sentimen positif ARB berasal dari penggunaan teknologi Arbitrum untuk membangun blockchain khusus bagi layanan keuangan global. Perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastrukturnya tetap diminati meskipun harga token mengalami tekanan.

Tantangan utama ARB terletak pada tokenomics. Token unlock yang dialokasikan kepada tim, penasihat, dan investor dapat menambah suplai di pasar. Karena itu, pertumbuhan aktivitas jaringan belum tentu langsung mendorong harga ARB jika tekanan jual akibat penambahan suplai masih tinggi.

Hal yang perlu dipantau:

  • Jadwal dan besaran token unlock.
  • Total value locked di jaringan Arbitrum.
  • Aktivitas aplikasi DeFi dan stablecoin.
  • Perbandingan pertumbuhan jaringan dengan performa token.

5. Ethena (ENA)

Ethena merupakan protokol di balik USDe, aset dolar sintetis yang menggunakan aset kripto serta strategi lindung nilai sebagai bagian dari mekanismenya.

Salah satu katalis yang dapat memengaruhi ENA adalah potensi aktivasi mekanisme pembagian pendapatan kepada pemegang token yang melakukan staking. Jika diterapkan, perubahan tersebut dapat memperkuat fungsi ENA di luar tata kelola protokol.

Meski begitu, ENA menjadi salah satu aset dengan risiko paling tinggi dalam daftar ini. Pendapatan protokol dan suplai USDe sempat mengalami penurunan, sementara token unlock masih berpotensi menambah tekanan jual. Model Ethena juga dipengaruhi oleh funding rate pasar derivatif. Ketika sentimen pasar melemah, sumber imbal hasil protokol dapat ikut tertekan.

Hal yang perlu dipantau:

  • Perubahan suplai USDe.
  • Pendapatan protokol.
  • Keputusan terkait mekanisme pembagian pendapatan.
  • Token unlock dan aktivitas pengguna.

Risiko Membeli Altcoin Saat Pasar Berkonsolidasi

Konsolidasi sering dianggap sebagai kesempatan akumulasi, tetapi kondisi ini tetap memiliki sejumlah risiko.

1. Breakdown Pasar

Pergerakan mendatar tidak menjamin harga akan naik. Jika Bitcoin kehilangan support penting, tekanan jual dapat menyebar ke altcoin dengan intensitas lebih besar.

2. Token Unlock dan Dilusi

ONDO, ARB, dan ENA masih memiliki risiko penambahan suplai. Apabila token baru masuk ke pasar tanpa diimbangi kenaikan permintaan, harga dapat mengalami tekanan.

3. Likuiditas yang Lebih Tipis

Volume perdagangan biasanya menurun ketika pasar berkonsolidasi. Kondisi ini dapat menimbulkan pergerakan harga yang lebih tajam ketika muncul transaksi besar.

4. Katalis Belum Tentu Berdampak pada Token

Pertumbuhan pengguna, kemitraan, atau aktivitas jaringan tidak selalu membuat harga token naik. Trader perlu memahami hubungan antara penggunaan protokol, fungsi token, serta distribusi nilai kepada pemegangnya.

5. Harga Murah Bukan Jaminan Peluang

Penurunan besar dari harga tertinggi tidak otomatis membuat suatu aset undervalued. Harga bisa terus melemah apabila fundamental memburuk, suplai bertambah, atau permintaan tidak pulih.

Apa yang Perlu Dicermati Trader?

Sebelum mengambil posisi, trader dapat memperhatikan beberapa indikator berikut:

  • Arah Bitcoin terhadap area support dan resistance.
  • Volume yang menyertai breakout atau breakdown.
  • Perubahan dominasi Bitcoin.
  • Jadwal rilis data ekonomi dan keputusan suku bunga.
  • Token unlock masing-masing aset.
  • Pertumbuhan pengguna, transaksi, dan likuiditas jaringan.
  • Rasio risiko dan potensi keuntungan sesuai trading plan.

Hindari mengambil posisi hanya karena takut ketinggalan atau melihat harga sudah turun jauh. Strategi masuk bertahap, penggunaan stop-loss, dan pembatasan ukuran posisi dapat membantu menjaga risiko ketika arah pasar belum jelas.

Pantau dan Trading Altcoin di Ajaib

ONDO, SUI, XLM, ARB, dan ENA membawa narasi berbeda, mulai dari RWA, Layer-1, pembayaran, Layer-2, hingga aset dolar sintetis. Namun, potensi masing-masing token tetap perlu dinilai bersama risiko tokenomics dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Kamu dapat memantau grafik harga, mempelajari informasi aset, membuat watchlist, dan melakukan trading kripto melalui Ajaib. Ajaib Kripto berizin dan diawasi oleh OJK, sehingga kamu bisa mengakses aset kripto dalam satu aplikasi dengan lebih praktis. Download aplikasi Ajaib sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun. Artikel ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual aset kripto tertentu. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://cryptoticker.io/en/top-5-altcoins-august-2026-market-consolidation/

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!