Perbedaan Consumer Staples dan Consumer Discretionary
Sarifa•January 20, 2026

Dalam dunia investasi saham, dua sektor yang selalu menarik perhatian adalah consumer staples dan consumer discretionary. Keduanya sama-sama bergerak di bidang barang konsumsi, namun memiliki karakter bisnis yang bertolak belakang. Lantas, apa perbedaan consumer staples dan consumer discretionary yang sebenarnya? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, contoh, serta strategi investasi di kedua sektor ini agar kamu bisa menyesuaikannya dengan tujuan finansialmu.
Apa Itu Consumer Staples?
Consumer Staples adalah sektor yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan menjual barang kebutuhan pokok. Produknya adalah barang esensial yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, sehingga permintaannya relatif stabil—bahkan saat kondisi ekonomi sulit sekalipun.
Karena menjual kebutuhan dasar, sektor ini bersifat defensif. Dalam situasi resesi atau ketidakpastian ekonomi, konsumen mungkin akan menunda membeli mobil baru atau liburan, tetapi mereka akan tetap membeli makanan, sabun, atau obat-obatan. Stabilitas inilah yang membuat saham-saham consumer staples sering menjadi “pelabuhan yang aman” bagi investor.
Contoh Industri Consumer Staples
Industri dalam sektor ini mencakup barang-barang yang kamu beli secara rutin:
- Makanan dan Minuman: Produsen mie instan, makanan ringan, susu, dan minuman kemasan. Contoh di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
- Produk Rumah Tangga: Pabrikan barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci, detergen, dan pembersih lantai (contoh: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)).
- Kebutuhan Personal & Farmasi: Perusahaan yang memproduksi sabun mandi, sampo, pasta gigi, serta obat-obatan dan jamu (contoh: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)).
- Ritel Kebutuhan Pokok: Supermarket dan minimarket yang menjual berbagai barang konsumsi harian.
Apa Itu Consumer Discretionary?
Kebalikan dari staples, Consumer Discretionary adalah sektor yang berisi barang dan jasa non-kebutuhan pokok. Pembelian produk ini bersifat diskresioner atau opsional, sangat bergantung pada keinginan (want) dan bukan kebutuhan (need) konsumen.
Permintaan terhadap sektor ini sangat dipengaruhi oleh daya beli dan kondisi ekonomi. Saat perekonomian baik dan pendapatan masyarakat meningkat, orang akan lebih leluasa membeli barang-barang untuk meningkatkan gaya hidup atau mendapatkan hiburan.
Mengapa Consumer Discretionary Disebut Sektor Siklikal?
Sektor ini disebut siklikal karena kinerjanya naik-turun mengikuti siklus ekonomi.
- Fase Ekspansi (Ekonomi Baik): Lapangan kerja terbuka, pendapatan meningkat, kepercayaan konsumen tinggi. Orang akan ramai-ramai makan di restoran, berlibur, membeli pakaian baru, atau mengganti mobil. Permintaan terhadap produk discretionary melonjak.
- Fase Kontraksi (Ekonomi Lesu): Daya beli melemah, konsumen menjadi lebih hemat. Pengeluaran untuk barang-barang yang dianggap kurang penting akan dipangkas atau ditunda terlebih dahulu. Hal ini langsung berdampak pada penurunan penjualan dan laba perusahaan di sektor ini.
Contoh Industri Consumer Discretionary
Sektor ini sangat beragam, mencakup segala sesuatu yang membuat hidup lebih menyenangkan namun tidak esensial:
- Otomotif dan Komponennya: Produsen mobil, motor, dan suku cadangnya (contoh di BEI: PT Astra Otopart Tbk (AUTO)).
- Ritel Non-Pokok, Fesyen, dan Gaya Hidup: Department store, toko peralatan rumah, dan gerai pakaian (contoh: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)).
- Hiburan dan Pariwisata: Perusahaan film, taman hiburan, hotel, maskapai penerbangan, dan biro perjalanan.
- Restoran dan Kafe: Usaha makanan dan minuman yang dikonsumsi di luar rumah.
- Barang Elektronik dan Mewah: TV, smartphone terbaru, perhiasan, dan barang mewah lainnya.
Perbedaan Consumer Staples dan Consumer Discretionary
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah perbandingan mendasar antara kedua sektor ini:
| Aspek | Consumer Staples | Consumer Discretionary |
|---|---|---|
| Jenis Kebutuhan | Pokok dan esensial (need). | Sekunder/tersier dan keinginan (want). |
| Ketahanan Siklus Ekonomi | Tinggi (Defensif). Permintaan stabil di segala cuaca ekonomi. | Rendah (Siklikal). Sangat tergantung kondisi ekonomi. |
| Volatilitas Harga Saham | Relatif rendah, pergerakan harga cenderung stabil. | Relatif tinggi, lebih fluktuatif mengikuti sentimen pasar. |
| Potensi Pertumbuhan | Konsisten dan moderat. Pertumbuhan mengikuti pertumbuhan populasi dan inflasi. | Tinggi saat ekonomi ekspansi, tetapi bisa negatif saat resesi. |
| Pendorong Permintaan | Kebutuhan dasar dan populasi. | Daya beli, kepercayaan konsumen, dan tren gaya hidup. |
| Contoh Produk | Mie instan, sabun, susu, obat. | Mobil, pakaian merek, tiket liburan, smartphone. |
Consumer Staples vs Discretionary dari Sudut Pandang Investor
Pemahaman tentang perbedaan kedua sektor ini sangat krusial untuk menyusun strategi investasi saham yang baik.
Bagaimana Investor Memanfaatkan Kedua Sektor Ini?
Kedua sektor memiliki peran strategis yang berbeda dalam sebuah portofolio:
- Consumer Staples sebagai Penjaga Stabilitas: Sektor ini biasa dimanfaatkan sebagai pilar defensif. Ketika pasar sedang bergejolak atau ekonomi diperkirakan akan melambat, alokasi ke saham consumer staples dapat membantu mengurangi volatilitas portofolio dan melindungi modal. Saham ini juga sering dikenal dengan pembagian dividen yang stabil.
- Consumer Discretionary sebagai Pemburu Pertumbuhan: Sektor ini adalah pilihan untuk mengejar pertumbuhan (capital gain) saat kondisi ekonomi diperkirakan akan membaik atau sedang kuat. Investor yang memiliki profil risiko lebih agresif dapat memanfaatkan momentum naiknya daya beli masyarakat untuk mendapatkan potensi return yang lebih tinggi.
Intinya, investor cerdas tidak memilih salah satu, tetapi mempelajari kapan harus memberi porsi lebih besar pada salah satunya, atau menyeimbangkan keduanya untuk diversifikasi.
Kesimpulan
Memahami perbedaan consumer staples dan consumer discretionary adalah langkah penting sebelum berinvestasi. Consumer staples adalah sektor defensif dengan permintaan stabil, cocok untuk tujuan menjaga kekayaan di tengah ketidakpastian. Sementara consumer discretionary adalah sektor siklikal yang menawarkan potensi pertumbuhan tinggi saat ekonomi membaik, namun dengan risiko yang juga lebih besar.
Kunci suksesnya adalah mengenali karakter masing-masing dan menyesuaikannya dengan profil risiko, tujuan investasi, serta pandanganmu terhadap kondisi ekonomi ke depan. Dengan demikian, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi dan terukur.
Ingin mulai menganalisis dan berinvestasi di berbagai sektor saham, termasuk consumer goods, dengan mudah? Platform Ajaib hadir dengan beragam fitur analisis yang ramah untuk pemula, notifikasi real-time, dan alat pemantauan portofolio yang lengkap. Ajaib membantumu mempelajari dinamika pasar dan membangun portofolio yang sesuai dengan strategimu. Yuk, wujudkan rencana investasimu bersama Ajaib!
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!