SOFA Bidik Proyek WTE Danantara, Simak Transformasi Bisnis dan Aktivitas Sahamnya
Muhammad Razid Alvian•September 30, 2026

Key Takeaways:
- SOFA menyiapkan transformasi bisnis menuju sektor waste-to-energy (WtE) melalui anak usaha PT Ananta Energi Asia (AEA).
- AEA memiliki 10% kepemilikan pada konsorsium proyek PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.
- Kebutuhan pendanaan proyek diperkirakan mencapai Rp131 miliar hingga kuartal II 2028.
- SOFA masih mencatat rugi bersih Rp5,69 miliar pada semester I 2026.
- Broker TP menjadi top buyer saham SOFA dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar pada periode 1-29 September 2026.
SOFA Bersiap Transformasi Bisnis ke Sektor Waste-to-Energy
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) tengah menyiapkan transformasi bisnis dari kegiatan usaha existing menuju sektor waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Ekspansi tersebut dilakukan melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), yang telah masuk ke dalam konsorsium proyek PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.
AEA memiliki kepemilikan sebesar 10% pada masing-masing perusahaan konsorsium yang mengembangkan kedua proyek tersebut.
Keterlibatan SOFA dalam proyek tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan menuju sektor energi dan lingkungan. Untuk mendukung perubahan arah bisnis tersebut, SOFA juga menyiapkan penambahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Induk.
SOFA Siapkan Pendanaan Rp131 Miliar untuk Proyek WTE
Untuk mendukung proyek tersebut, SOFA memperkirakan kebutuhan pendanaan selama masa konstruksi mencapai sekitar Rp131 miliar hingga kuartal II 2028.
Pendanaan tersebut rencananya dapat berasal dari rights issue, pinjaman bank, maupun kombinasi keduanya.
Di sisi lain, proyek WtE Denpasar Raya telah memiliki perjanjian jual beli listrik dengan PLN dengan tenor 30 tahun sejak commercial operation date (COD). Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi sekitar kuartal II 2028.
Dengan kepemilikan AEA di dalam konsorsium, proyek tersebut diharapkan dapat memberikan potensi aliran dividen jangka panjang bagi SOFA setelah proyek memasuki tahap operasional.
Kinerja SOFA Masih Catat Rugi di Semester I 2026
Di tengah rencana membangun sumber pertumbuhan baru, bisnis existing SOFA masih mencatatkan kerugian.
Pada semester I 2026, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp5,69 miliar. Kondisi ini membuat perkembangan bisnis WtE menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam melihat arah transformasi SOFA.
Dengan target operasional proyek pada 2028, kontribusi terhadap kinerja keuangan SOFA juga masih bergantung pada progres proyek dan realisasi investasi selama periode konstruksi.
Broker TP Jadi Top Buyer Saham SOFA
Selain katalis dari sisi bisnis, aktivitas broker menjadi salah satu data yang dapat digunakan trader untuk membaca pergerakan transaksi saham SOFA.
Berdasarkan Broker Summary periode 1 September-29 September 2026, broker TP terlihat paling dominan melakukan akumulasi SOFA dengan nilai sekitar Rp3,4 miliar pada average price Rp360.

Sementara itu, dalam periode 1 Agustus-30 September 2026, broker CC dan PD tercatat melakukan distribusi. PD mencatat net sell sekitar 93 ribu lot, sedangkan CC sekitar 69 ribu lot.
Berikut gambaran aktivitas broker SOFA berdasarkan data dalam periode tersebut:
| Broker | Aktifitas | Periode | Data |
| TP | Top Buyer | 1-29 September 2026 | Rp3,4 miliar, avg Rp360 |
| PD | Net Sell | 1 Agustus-30 September 2026 | ±93 ribu lot |
| CC | Net Sell | 1 Agustus-30 September 2026 | ±69 ribu lot |
Perbedaan aktivitas tersebut dapat menjadi perhatian trader untuk melihat apakah akumulasi dan distribusi broker berlangsung secara konsisten atau hanya terjadi dalam periode tertentu.
Pantau Saham SOFA dan Temukan Aset Lain di Ajaib Terminal
Trader dapat menggunakan Ajaib Terminal untuk membantu melakukan asset discovery dengan memantau aktivitas broker pada saham SOFA maupun aset lainnya.
Pantau pergerakan saham dan mulai trading di Ajaib Terminal. Download sekarang.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!