Selain Trading Halt, Rupiah Hari Ini Sentuh Rp18.000
Stephanie Irena•October 16, 2026

Key Takeaways:
- Pelemahan IHSG memicu trading halt dan rupiah merosot hingga menembus Rp18.000 per dolar AS akibat tekanan pasar domestik.
- Bank Indonesia konsisten berintervensi di pasar spot, DNDF, NDF offshore, dan SBN demi menjaga stabilitas rupiah.
- Fitur analisis real-time dan eksekusi cepat jadi kunci utama merespons volatilitas pasar secara presisi.
Pasar Keuangan Memanas Akibat Tekanan Sentimen Global

Pasar keuangan Indonesia hari ini sedang bergejolak hebat akibat nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS. Tekanan ini terjadi bersamaan dengan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Oleh karena itu, sentimen risk-off global membuat banyak investor cenderung menarik dananya keluar dari pasar keuangan domestik. Fenomena ini memicu lonjakan permintaan dolar AS sekaligus meningkatkan risiko kestabilan harga aset di dalam negeri.
Sikap Bank Indonesia di Tengah Sentimen Risk-Off Global
Menanggapi tekanan mata uang, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus hadir di pasar keuangan untuk mengawal stabilitas nilai tukar sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Komitmen ini ditunjukkan melalui pemantauan ketat serta langkah taktis untuk meredam kecemasan para pelaku pasar secara berkelanjutan.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), NDF offshore, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI juga mencatat posisi cadangan devisa Indonesia tetap memadai di angka 146,3 miliar dolar AS per akhir September 2026 untuk mendukung kecukupan likuiditas pasar.
Wacana Standalone Market MSCI dan Trading Halt IHSG
Gejolak di pasar valuta asing bergerak beriringan dengan guncangan di pasar modal domestik. Pemicu utamanya adalah pengumuman penyedia indeks global MSCI yang membuka konsultasi terkait usulan perubahan status klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dampak dari sentimen tersebut langsung terasa pada pembukaan perdagangan bursa, di mana IHSG anjlok 8,01 persen (469,86 poin) ke posisi 5.393,92 sehingga sistem bursa memberlakukan trading halt. Sementara itu, Indeks LQ45 turut terkoreksi 8,33 persen ke level 540,95. Keputusan final terkait status pasar saham Indonesia sendiri baru akan diumumkan MSCI paling lambat akhir Juni 2027.
Pantau dan Maksimalkan Strategi Trading di Ajaib
Lewat Broker Summary, Custom Layout, dan Fast Trade di Ajaib Terminal, Kamu bisa merespons pasar secara real-time. Fitur ini membantu membaca smart money sekaligus melindungi portofolio dari volatilitas ekstrem via Stop Loss otomatis.
Mulai perjalanan investasimu secara praktis dan amankan peluang profit harian dengan download aplikasi Ajaib sekarang!
Sumber: Antara News
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
Stephanie Irena adalah SEO Writer di Ajaib yang berfokus menyajikan konten pasar modal dan investasi secara sederhana. Menggabungkan riset kata kunci dan pendekatan yang mudah dipahami, ia hadir membantu masyarakat umum mengenali dunia finansial dengan lebih percaya diri.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!