2 Saham Cum Date Hari Ini (10/8): TAPG dan AMAR Siap Tebar Dividen!
Salsabilla•August 11, 2026

Key Takeaways
- AMAR dan TAPG memasuki cum date dividen pada 11 Agustus 2026 untuk perdagangan pasar reguler dan negosiasi. AMAR membagikan dividen interim Rp3,9 per saham, sedangkan TAPG sebesar Rp60 per saham.
- TAPG menyiapkan total dividen sekitar Rp1,19 triliun dengan dividend payout ratio 58,33% dari laba bersih semester I-2026. Sementara itu, AMAR mengalokasikan sekitar 49% dari laba bersih semester I-2026 untuk dividen interim.
Cum Date Hari Ini, Ini Daftar Saham yang Bagikan Dividen
Dua emiten, yakni Bank Amar Indonesia (AMAR) dan Triputra Agro Persada (TAPG), memasuki cum date dividen pada 11 Agustus 2026 untuk perdagangan pasar reguler dan negosiasi. Artinya, pemegang saham yang memenuhi ketentuan kepemilikan hingga batas cum date berhak atas pembagian dividen sesuai jadwal masing-masing emiten.
Berikut ringkasan jadwal dividen AMAR dan TAPG yang perlu dicermati:
| Saham | Dividen per Saham | Cum Date | Ex Date | Pembayaran |
|---|---|---|---|---|
| AMAR | Rp3,9 | 11 Agustus 2026 | 12 Agustus 2026 | 28 Agustus 2026 |
| TAPG | Rp60 | 11 Agustus 2026 | 12 Agustus 2026 | 31 Agustus 2026 |
AMAR Bagikan Dividen Interim Rp3,9 per Saham
Bank Amar Indonesia (AMAR) akan membagikan dividen interim sebesar Rp70,25 miliar, setara dengan Rp3,9 per saham. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 49% laba bersih perseroan per 30 Juni 2026 yang mencapai Rp143,55 miliar. Keputusan pembagian dividen interim telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris pada 31 Juli 2026.
Dari sisi fundamental, AMAR mencatat laba bersih Rp143,55 miliar sepanjang semester I-2026. Pada periode yang sama, saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi tercatat Rp248 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp3,43 triliun. Data tersebut menjadi dasar keuangan pembagian dividen interim yang dilakukan perseroan.
TAPG Tebar Dividen Rp60 per Saham, Yield 3,31%
Sementara itu, Triputra Agro Persada (TAPG) menetapkan dividen tunai interim sebesar Rp60 per saham dengan total nilai sekitar Rp1,19 triliun. Pembagian tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 58,33% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2026 sebesar Rp2,04 triliun.
Kinerja keuangan TAPG juga menunjukkan pertumbuhan pada semester I-2026. Pendapatan perseroan mencapai Rp5,86 triliun, naik 6,33% secara tahunan dari Rp5,51 triliun. Laba bersih meningkat 20,42% menjadi Rp2,04 triliun, sedangkan laba per saham (EPS) naik 21,18% menjadi Rp103 dari Rp85. Berdasarkan harga penutupan TAPG pada 11 Agustus sebesar Rp1.810 per saham, dividen Rp60 menghasilkan dividend yield sekitar 3,31%.
Cara Menghitung Dividend Yield AMAR dan TAPG
Dividend yield dapat membantu membandingkan besarnya dividen terhadap harga saham. Secara sederhana, rumusnya adalah dividen per saham dibagi harga saham, kemudian dikalikan 100%. Untuk dividen tahunan, jumlah dividen yang digunakan umumnya merupakan total dividen selama 12 bulan atau estimasi pembayaran ke depan.
Dividend Yield = (Dividen per Saham / Harga Saham) x 100%
Strategi Dividend Capture: Apa yang Perlu Diperhatikan?
Momentum cum date sering menjadi perhatian karena membuka peluang bagi strategi dividend capture, yaitu membeli saham sebelum cum date untuk memperoleh hak atas dividen, kemudian mengelola posisi setelah memasuki ex date. Namun, strategi ini tidak berarti investor otomatis memperoleh keuntungan sebesar nilai dividen karena harga saham dapat bergerak setelah memasuki ex date.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan strategi ini:
- Hitung potensi dividend yield. Bandingkan dividen per saham dengan harga beli. Yield yang lebih tinggi dapat terlihat menarik, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya pertimbangan.
- Perhatikan ex date. Setelah memasuki ex date, pembeli baru saham tidak lagi memperoleh hak atas dividen untuk periode tersebut. Karena itu, pergerakan harga setelah ex date menjadi bagian penting dari perhitungan strategi.
- Bandingkan potensi dividen dengan volatilitas saham. Dividen Rp60 per saham, misalnya, tidak otomatis berarti keuntungan bersih Rp60 jika harga saham bergerak turun lebih besar dari nilai tersebut.
- Perhitungkan biaya transaksi. Keuntungan dari dividend capture perlu dilihat setelah memperhitungkan biaya beli dan jual serta biaya lain yang relevan.
- Jangan mengabaikan fundamental. Strategi jangka pendek tetap memiliki risiko apabila harga saham mengalami koreksi lebih besar daripada nilai dividen yang diterima.
Dengan kata lain, dividend capture lebih tepat dipandang sebagai strategi memanfaatkan momentum korporasi, bukan cara untuk memperoleh keuntungan tanpa risiko. Perbedaan antara harga beli, potensi pergerakan harga setelah ex date, nilai dividen, dan biaya transaksi akan menentukan hasil akhirnya.
Waspadai Dividend Trap, Jangan Hanya Mengejar Yield Tinggi
Dividend trap dapat terjadi ketika sebuah saham terlihat menarik karena menawarkan dividend yield tinggi, tetapi tingginya yield justru disebabkan oleh penurunan harga saham atau adanya risiko bahwa dividen tersebut tidak berkelanjutan. .
Karena itu, beberapa ciri yang dapat menjadi sinyal untuk ditelusuri lebih lanjut antara lain:
- Harga saham terus menurun, sementara yield terlihat semakin tinggi. Kondisi ini dapat membuat yield tampak menarik secara matematis, tetapi sekaligus menunjukkan pasar sedang memberikan valuasi lebih rendah terhadap perusahaan.
- Payout ratio terlalu agresif dibandingkan kemampuan laba atau arus kas. Payout ratio menunjukkan seberapa besar laba yang dialokasikan untuk dividen sehingga perlu dibandingkan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan kas.
- Laba dan arus kas melemah, tetapi dividen tetap tinggi. Kondisi ini perlu dicermati karena keberlanjutan dividen bergantung pada kemampuan perusahaan menghasilkan dana untuk membayarnya.
- Dividen tidak konsisten. Dividen yang besar dalam satu periode belum tentu menjadi pola yang berulang. Perusahaan dapat menaikkan, mengurangi, atau menghentikan pembayaran dividen.
- Yield tinggi terutama karena harga saham jatuh. Ini merupakan salah satu penyebab umum mengapa sebuah saham terlihat memiliki yield sangat tinggi.
Pantau Cum Date dan Momentum Saham di Ajaib
AMAR dan TAPG memasuki cum date pada 11 Agustus 2026, dengan dividen masing-masing Rp3,9 dan Rp60 per saham. TAPG menawarkan dividend yield sekitar 3,31% berdasarkan harga Rp1.810 pada 11 Agustus 2026, sementara AMAR membagikan dividen interim Rp70,25 miliar.
Jika kamu ingin memanfaatkan momentum cum date, pastikan strategi tidak hanya berfokus pada besarnya dividen. Harga beli, potensi pergerakan setelah ex date, fundamental, payout ratio, dan total return tetap menjadi bagian penting sebelum mengambil posisi. Mulai pantau pergerakan saham dan manfaatkan momentum pasar untuk trading saham di Ajaib. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis
Writer
-
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8613134/tapg-bagi-dividen-rp1-19-t-cmry-dan-ifsh-catat-kinerja-positif
[2] https://emitennews.com/news/amar-salurkan-dividen-rp7025-miliar-cum-date-11-agustus-2026
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!