IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,29%, Rupiah Melemah, Harga Minyak Jadi Sorotan
Salsabilla•August 11, 2026

Key Takeaways
- IHSG hari ini dibuka menguat 0,29% ke level 6.383,81, dengan 222 saham menguat pada awal perdagangan. Namun, pergerakan indeks masih dibayangi sentimen global dan arus dana asing.
- Rupiah kembali melemah 0,23% ke Rp17.796 per dolar AS pada pembukaan Selasa (11/8/2026), setelah sehari sebelumnya menguat 0,79%.
- Harga minyak menjadi salah satu sentimen utama pasar setelah WTI naik ke US$82,13 per barel dan Brent ke US$87,72 per barel di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat
IHSG hari ini dibuka menguat pada perdagangan Selasa (11/8/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah indeks mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berada di level 6.383,81 pada pukul 09.00 WIB, atau naik 0,29% dari penutupan sebelumnya.
Aktivitas transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp139,52 miliar dengan volume 385,31 juta saham dan 28.660 kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 222 saham menguat, 79 saham melemah, dan 318 saham belum bergerak.
| Indikator | Posisi |
|---|---|
| IHSG | 6.383,81 |
| Perubahan | +0,29% |
| Nilai transaksi | Rp139,52 miliar |
| Volume transaksi | 385,31 juta saham |
| Frekuensi transaksi | 28.660 kali |
| Saham menguat | 222 |
| Saham melemah | 79 |
| Saham stagnan | 318 |
Rupiah Hari Ini Melemah, Harga Minyak Jadi Sorotan
Berbeda dengan IHSG yang dibuka menguat, rupiah hari ini kembali tertekan terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot melemah 41 poin atau 0,23% ke level Rp17.796 per dolar AS.
Pada perdagangan Senin (10/8/2026), rupiah sebenarnya ditutup menguat 142 poin atau 0,79% ke Rp17.755 per dolar AS. Pelemahan pada pembukaan Selasa menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih belum sepenuhnya mereda.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah penguatan dolar AS bersamaan dengan kenaikan harga minyak. Indeks dolar AS tercatat naik 0,20% ke level 99,80, sementara harga minyak melonjak sekitar 5% setelah muncul keraguan mengenai kesepakatan Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
| Aset/Indikator | Pergerakan |
|---|---|
| Rupiah | Rp17.796/US$ |
| Perubahan rupiah | -0,23% |
| Indeks dolar AS | 99,80 (+0,20%) |
| WTI | US$82,13/barel |
| Brent | US$87,72/barel |
Sentimen IHSG Hari Ini: Konflik Timur Tengah hingga Arus Asing
Pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi domestik. Ketidakpastian geopolitik kembali menjadi perhatian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons tuntutan Iran terkait kesepakatan damai dengan tuntutan tambahan berupa kompensasi atas korban dan kerusakan akibat perang, serangan, serta demonstrasi.
Situasi tersebut berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi perdagangan energi global. Jika ketidakpastian berlanjut, kenaikan harga minyak dapat menjadi salah satu faktor yang membuat pasar saham lebih berhati-hati.
Selain geopolitik, arus dana asing juga menjadi indikator penting untuk melihat seberapa kuat penguatan IHSG. Pada perdagangan Senin, investor asing memang mencatat net foreign inflow Rp829,69 miliar di all market, tetapi masih membukukan net foreign sell Rp875,51 miliar di pasar reguler.
Artinya, perbaikan aliran dana asing belum cukup untuk mengubah tren secara keseluruhan. Dari 141 hari perdagangan sejak 2 Januari 2026, asing tercatat melakukan net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari.
Secara year-to-date, akumulasi net foreign outflow masih mencapai Rp70,46 triliun di all market dan Rp95,37 triliun di pasar reguler. Kondisi tersebut membuat penguatan IHSG pada awal perdagangan perlu dilihat bersama dengan keberlanjutan arus dana asing hingga akhir sesi.
Strategi yang Bisa Digunakan Trader
Kondisi saat ini memperlihatkan adanya dua sinyal yang bergerak berbeda. IHSG dibuka menguat, tetapi rupiah kembali melemah dan harga minyak meningkat. Kombinasi tersebut membuat pemilihan saham dan pengelolaan posisi menjadi lebih penting dibanding sekadar mengikuti arah indeks.
Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian trader dalam kondisi pasar seperti ini:
- Pantau keberlanjutan penguatan IHSG. Jika indeks mampu mempertahankan level pembukaan disertai kenaikan volume dan breadth yang sehat, penguatan memiliki konfirmasi yang lebih baik dibanding kenaikan yang hanya terjadi pada awal sesi.
- Perhatikan pergerakan rupiah. Pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan berbeda kepada emiten, khususnya perusahaan yang memiliki eksposur terhadap biaya atau utang dalam dolar AS.
- Ikuti pergerakan harga minyak. Kenaikan harga minyak dapat memberikan sentimen positif bagi sektor tertentu, tetapi sekaligus meningkatkan tekanan biaya bagi perusahaan yang bergantung pada energi.
- Cermati foreign flow. Penguatan IHSG yang tidak diikuti perbaikan arus dana asing secara konsisten dapat membuat reli lebih rentan terhadap aksi ambil untung.
- Gunakan manajemen risiko yang disiplin. Dalam kondisi sentimen global yang cepat berubah, ukuran posisi dapat disesuaikan dan level cut loss sebaiknya ditentukan sebelum transaksi dilakukan.
Dengan kondisi tersebut, pendekatan buy on weakness dapat dipertimbangkan pada saham dengan fundamental dan tren yang masih sehat ketika terjadi koreksi terukur. Sementara itu, trader dengan horizon lebih pendek dapat menunggu konfirmasi pergerakan harga dan volume sebelum mengejar momentum.
Pantau IHSG dan Trading Saham Lebih Mudah di Ajaib
Pergerakan pasar saham tidak selalu berjalan satu arah. Saat IHSG menguat tetapi rupiah melemah, kamu perlu melihat lebih dari sekadar perubahan indeks untuk memahami peluang dan risikonya. Memantau harga saham, transaksi, serta sentimen pasar secara bersamaan dapat membantu kamu mengambil keputusan trading dengan lebih terukur. Melalui Ajaib, kamu bisa memantau pasar dan melakukan trading saham dalam satu platform.Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis
Writer
-
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260811084941-17-758153/ihsg-sesi-i-dibuka-menguat-029-ke-level-6383
[2] https://investor.id/market/449872/nilai-tukar-rupiah-hari-ini-selasa-11-agustus-2026-tergerus-lagi
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!