Ajaib
Menu

Berita

Realisasi IPO di Bawah Ekspektasi Imbas Volatilitas Pasar

SalsabillaJuly 13, 2026

Realisasi IPO di Bawah Ekspektasi Imbas Volatilitas Pasar

IHSG dalam sepekan +0,83%, investor asing outflow di pasar reguler Rp1,68 triliun (10/7). Outflow sejalan dengan kekhawatiran penurunan pasar saham RI dari emerging ke frontier oleh S&P Global dan MSCI. Rupiah masih terdepresiasi 8% ytd ke Rp18.077/USD (13/7) senada dengan kenaikan harga minyak mentah, Brent +4,12% ke USD79/barel (13/7). Sementara, Bursa Efek indonesia (BEI) melaporkan jumlah dana IPO yang dihimpun hingga Juli 2026 sebesar Rp2,16 triliun atau 7 emiten. Angka tersebut jauh dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2023 sebesar Rp54,1 triliun (79 emiten IPO terbanyak sepanjang sejarah).

Adapun kinerja IHSG dan indeks utama lainnya pada pekan lalu periode 6-10 Juli 2026 data nya sebagai berikut:

IHSG5.924(+0,83%)LQ45589(+1,28%)JII348(+0,16%)IDX30333(+1,36%)

3 Direksi PGAS Borong Rp 1 Miliar di Harga Rp1.467

Direksi PGAS (Mirza Mahendra, Arief Kurnia Risdianto, dan Catur Dermawan) kompak akumulasi saham pada 9 Juli-10 Juli 2026 dengan total Rp1,06 miliar sebanyak 7.240 lot saham pada harga rata-rata tertimbang (Weighted Average Price/WAP) Rp1.467/saham. Aksi beli saham oleh jajaran direksi mencerminkan optimisme pertumbuhan bisnis PGAS kedepan. 

Provident Indonesia Divestasi MBMA Rp570 Miliar

Provident Indonesia sebagai pemegang saham terafiliasi dengan Komisaris MBMA, Winato Kartono, pada 9 Juli 2026 melakukan divestasi. Saham MBMA yang dijual sebanyak 11,94 juta lot pada harga Rp478/saham dengan total transaksi Rp570,83 miliar. Pasca penjualan, kepemilikan saham Provident Indonesia berkurang dari 2,04% ke 0,93%.  

BRMS Serap Anggaran Eskplorasi Rp64 Miliar

BRMS pada 2Q26 mendanai biaya eksplorasi USD3,57 juta (Rp64,2 miliar Kurs Rp18.000/USD) kepada lima anak usahanya. Alokasi terbanyak diserap oleh PT Gorontalo Minerals sebesar 59,46% atau USD 2,12 juta untuk mendanai kegiatan pengeboran sumber daya (resource-scout drilling), studi geoteknik, pemetaan geologi, serta pengujian metalurgi. 

Sementara sisanya, PT Citra Palu Minerals sebesar USD 762 ribu, PT Suma Heksa Sinergi sebesar USD 445 ribu, PT Linge Mineral Resources sebesar USD 217 ribu, dan PT Dairi Prima Mineral senilai USD 22 ribu. 

S&P Global: Saham Potensi RI ke Frontier. S&P DJI berpotensi menurunkan status pasar saham RI dari Emerging menjadi (Special Measures) / Frontier. S&P DJI terus memantau aturan terkait transparansi kepemilikan saham dan panduan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai pengungkapan data dan dampaknya terhadap likuiditas. Status pemantauan ini berlaku hingga 1H27.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Keterbukaan Informasi BEI, S&P Global, dan Ajaib Research

Financial Expert Ajaib Sekuritas: Ratih Mustikoningsih

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!