PTRO Emiten Prajogo Pangestu Bakal Rights Issue 1,7% Saham, untuk Apa?
Tika•October 15, 2026

Key Takeaways:
- PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana menggelar rights issue maksimal 170 juta saham baru, setara 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan nilai nominal Rp5 per saham.
- Dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja, terutama untuk mendukung proyek-proyek rekayasa dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) yang menjadi kegiatan usaha utama PTRO.
- RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan pada 23 November 2026. Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 1,66%.
PTRO Bakal Rights Issue Maksimal 170 Juta Saham
PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10/2026), perseroan berencana menerbitkan maksimal 170 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp5 per saham. Penerbitan dan pencatatan saham baru akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rencana rights issue ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Untuk Apa Dana Rights Issue PTRO?
Manajemen PTRO menyampaikan bahwa dana yang diperoleh dari pelaksanaan rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.
Penggunaan dana tersebut ditujukan untuk mendukung proyek-proyek rekayasa dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction (EPC), yang merupakan salah satu kegiatan usaha utama Petrosea.
Menurut manajemen, rencana penambahan modal ini diharapkan dapat meningkatkan ekuitas dan memperkuat struktur permodalan perseroan. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha dan pendapatan PTRO pada masa mendatang.
Adapun rincian final mengenai rencana penggunaan dana, harga pelaksanaan, jumlah saham yang diterbitkan, serta ketentuan pelaksanaan rights issue akan disampaikan lebih lanjut melalui prospektus perseroan.
Jadwal RUPSLB dan Rencana Rights Issue PTRO
Untuk merealisasikan rencana penambahan modal tersebut, PTRO akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 23 November 2026.
Berikut informasi yang telah diumumkan terkait rencana rights issue PTRO:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Emiten | PT Petrosea Tbk (PTRO) |
| Aksi korporasi | Rights issue atau PMHMETD |
| Maksimal saham baru | 170 juta saham |
| Porsi terhadap modal ditempatkan dan disetor | Maksimal 1,69% |
| Nilai nominal | Rp5 per saham |
| Sumber saham baru | Saham portepel perseroan |
| Tujuan penggunaan dana | Modal kerja untuk proyek rekayasa dan konstruksi (EPC) |
| Jadwal RUPSLB | Senin, 23 November 2026 |
| Harga pelaksanaan | Belum diumumkan dalam informasi yang tersedia |
| Jadwal pelaksanaan rights issue | Belum diumumkan dalam informasi yang tersedia |
Berdasarkan ketentuan PMHMETD yang dikutip manajemen, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB dan tanggal efektifnya pernyataan pendaftaran tidak boleh lebih dari 12 bulan.
Pemegang Saham PTRO Berpotensi Mengalami Dilusi 1,66%
Dalam pelaksanaan rights issue, pemegang saham yang tidak menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 1,66%.
Dilusi terjadi ketika penerbitan saham baru meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga persentase kepemilikan pemegang saham yang tidak berpartisipasi dapat berkurang.
Besaran akhir dilusi dan ketentuan pelaksanaan aksi korporasi akan mengikuti informasi final yang disampaikan perseroan dalam prospektus.
Saham PTRO Melemah pada Perdagangan 15 Oktober 2026

Seiring pemberitaan mengenai rencana rights issue, saham PTRO tercatat melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026).
Hingga pukul 14.19 WIB, saham PTRO turun 4,85% ke level Rp3.920 per saham. Pada saat itu, kapitalisasi pasar PTRO tercatat sebesar Rp39,54 triliun.
Pantau Corporate Action PTRO di Ajaib Terminal
Rencana rights issue merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dipantau investor. Informasi mengenai jadwal, ketentuan, dan perkembangan aksi korporasi dapat menjadi bagian dari pemantauan terhadap emiten yang masuk dalam watchlist.
Investor dapat memanfaatkan fitur Corporate Action di Ajaib Terminal untuk membantu memantau informasi aksi korporasi emiten, termasuk perkembangan rights issue sesuai informasi yang tersedia pada platform.
Pantau perkembangan aksi korporasi dan pergerakan harga PTRO, lalu trading saham potensial di Ajaib sesuai strategi dan profil risiko masing-masing.
Sumber:
- CNBC Indonesia & IDNFinancials
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruh risiko menjadi tanggung jawab investor. Informasi ini disusun berdasarkan sumber yang disebutkan dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual atau beli efek. Harga saham dapat berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan dan profil risiko masing-masing.
Profil Penulis
SEO Writer
Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
