Ajaib
Menu

Berita

JP Morgan Ungkap Saham Tambang Pilihan Awal 2026, Mana yang Menarik?

GloriaJanuary 15, 2026

JP Morgan Ungkap Saham Tambang Pilihan Awal 2026, Mana yang Menarik?

Perbankan investasi asal Amerika Serikat, JP Morgan, memperbarui daftar saham tambang unggulannya di Indonesia pada awal Januari 2026. Melalui riset bertajuk Best of ASEAN, ASEAN Metals yang terbit pada 9 Januari 2026, JP Morgan menyoroti dinamika sektor komoditas yang tengah dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang, khususnya di sektor nikel dan batu bara. Pembaruan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan pandangan institusi global terhadap prospek saham tambang Tanah Air di tengah ketidakpastian regulasi dan pergerakan harga komoditas dunia.

Tekanan Harga Nikel dan Tantangan RKAB Jadi Sorotan

Dalam laporannya, JP Morgan menyoroti sektor nikel Indonesia yang masih dibayangi ketidakpastian persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Sepanjang 2025, harga nikel di London Metal Exchange (LME) tercatat turun 7%, tertinggal dibandingkan tembaga yang naik 4% dan aluminium yang menguat 7,6%.

Kinerja yang relatif lemah ini disebabkan oleh kelebihan pasokan, terutama dari Indonesia, di saat permintaan global belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, JP Morgan menilai kondisi ini justru berpotensi lebih dulu menguntungkan penjual bijih di hulu. Dalam konteks tersebut, JP Morgan menetapkan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebagai pilihan utama di sektor nikel.

Menaikkan Peringkat Saham Batu Bara dan Aluminium

Di sektor batu bara, JP Morgan mengambil langkah yang lebih agresif dengan menaikkan peringkat PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dua tingkat, dari underweight menjadi overweight. JP Morgan menetapkan target harga ADRO sebesar Rp2.540 per saham untuk Desember 2026, dengan potensi kenaikan sekitar 26%.

Menurut analis JP Morgan, saham ADRO saat ini diperdagangkan dengan diskon signifikan dibandingkan nilai asetnya (SOTP), meskipun masih memiliki kepemilikan mayoritas di entitas anaknya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR). Selain itu, prospek dividen yang menarik dengan potensi imbal hasil tahunan hingga 16% turut memperkuat daya tarik saham ini.

Sementara itu, ADMR tetap dipertahankan pada peringkat overweight dengan target harga Rp2.170 per saham, didorong oleh eksposur langsung terhadap aluminium yang dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.

Sentimen positif terhadap sektor nikel juga datang dari UBS Global Research, yang memperkirakan saham-saham penambang nikel Indonesia akan tetap kuat setidaknya hingga kuartal I/2026. UBS menilai persepsi pengetatan kuota bijih akibat proses persetujuan RKAB yang berpotensi molor dapat menciptakan risiko kenaikan harga nikel.

Dengan perkiraan defisit nikel global pada 2026, berbalik dari surplus pada tahun sebelumnya, prospek sektor ini dinilai masih menarik untuk dicermati oleh investor yang mencari peluang di saham tambang Indonesia.

Saatnya Manfaatkan Peluang di Saham Tambang

Pantau dan manfaatkan peluang dari saham-saham tambang pilihan analis global dengan lebih praktis melalui Ajaib. Dengan akses ke berbagai saham unggulan dan data pasar terkini, kamu bisa mengambil keputusan investasi secara lebih terukur sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260115/656/1944425/saham-saham-tambang-pilihan-jp-morgan-awal-2026

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

JP Morgan Ungkap Saham Tambang Pilihan Awal 2026, Mana yang Menarik? - Ajaib