Saham Sektor Tekstil Kompak Melesat, Ada Apa?
Sarifa•January 19, 2026

Saham sektor tekstil di Bursa Efek Indonesia sedang ramai diperbincangkan. Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, belasan emiten terkait tekstil dan garmen mencetak kenaikan fantastis hingga 35% . Lalu, apa yang mendorong kenaikan luar biasa saham tekstil ini? Jawabannya berasal dari kebijakan pemerintah yang berpotensi mengubah peta industri nasional. Artikel ini akan membahas penyebab rally ini dan apa artinya bagimu sebagai investor pemula.
Saham Tekstil Melesat, Pemicu Utama Kebijakan Pemerintah
Pergerakan pasar saham kerap dipicu oleh suatu sentimen atau berita penting. Dalam kasus ini, sentimen utamanya adalah keputusan pemerintah untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan rencana suntikan dana sebesar USD 6 miliar atau setara Rp101 triliun untuk merealisasikan hal ini .
Dana segar sebesar ini adalah angin baik bagi industri. Para pelaku pasar melihatnya sebagai komitmen serius pemerintah untuk memperkuat industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja ini. Rencananya, BUMN tekstil baru ini akan bertugas memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir dan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas .
Akibatnya, sentimen positif ini langsung direfleksikan oleh pasar. Dalam satu hari, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) meroket 34,75%, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 34,15%, dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) menguat 24,73% . Kenaikan massal seperti ini menunjukkan bahwa investor percaya kebijakan ini akan menguntungkan seluruh rantai industri tekstil.
Prospek Ekspor: Pintu ke Pasar Eropa Mulai Terbuka
Selain suntikan dana domestik, ada satu lagi pendorong optimisme, yaitu peluang ekspor melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian dagang ini, yang diharapkan efektif pada 2027, akan menghapus tarif impor untuk hampir 98% barang, termasuk produk tekstil dan pakaian jadi .
Bagi industri tekstil Indonesia, ini adalah peluang emas. Uni Eropa adalah pasar ekspor terbesar kedua setelah Amerika Serikat . Dengan tarif yang mendekati nol, produk tekstil Indonesia bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan negara pesaing seperti Vietnam atau Bangladesh . Presiden Prabowo Subianto juga dikabarkan tengah menyiapkan roadmap untuk mencari pasar-pasar baru, dengan IEU-CEPA sebagai salah satu fokusnya .
Artinya, perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki rekam jejak ekspor dan kualitas produk internasional, seperti PT Trisula Textile (BELL) dengan merek Bellini dan Caterina-nya, dipandang memiliki posisi bagus untuk menangkap peluang ini .
Tantangan di Balik Peluang: Standar dan Keberlanjutan
Namun, jalan menuju ekspor yang mulus tidak tanpa tantangan. Pintu masuk ke pasar Eropa dibarengi dengan standar yang sangat ketat, terutama terkait keberlanjutan (sustainability) dan industri hijau. Uni Eropa memiliki regulasi ketat soal penggunaan energi terbarukan dan praktik ramah lingkungan .
Ini menjadi tantangan serius. Sebagian besar industri tekstil nasional masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara. Sementara itu, infrastruktur untuk energi yang lebih bersih, seperti jaringan pipa gas, belum menjangkau semua sentra industri . Para pelaku industri khawatir, tanpa dukungan percepatan infrastruktur energi bersih, mereka bisa kehilangan pesanan dari Eropa karena produknya dianggap tidak memenuhi standar .
Jadi, meski peluangnya besar, kemampuan masing-masing perusahaan untuk beradaptasi dengan standar global ini akan menjadi penentu kesuksesan jangka panjang.
Bagaimana Investor Pemula Menyikapinya?
Melihat volatilitas (gejolak harga) yang tinggi, bagaimana kamu sebagai investor pemula sebaiknya bersikap? Berikut beberapa tips sederhana:
- Pahami Dulu, Baru Bertindak: Jangan langsung tergiur membeli hanya karena harganya naik. Pelajari dulu apa bisnis perusahaannya. Misalnya, BELL adalah produsen kain dan seragam korporat , sementara INDR mungkin lebih fokus pada benang sintetis. Pahami di bagian rantai pasok mana mereka beroperasi.
- Bedakan Antara “Trading” dan “Investing”: Rally seperti ini sering menarik para trader yang mencari keuntungan jangka pendek. Sebagai pemula, fokuslah pada konsep investing: menganalisis fundamental perusahaan dan prospek jangka panjangnya, bukan sekadar mengejar harga.
- Lihat Kinerja Jangka Panjang: Cek bagaimana kinerja saham tersebut dalam setahun atau lebih. Saham BELL, contohnya, tercatat mengalami kenaikan lebih dari 146% dalam satu tahun terakhir . Data historis bisa memberi gambaran tentang volatilitas saham tersebut.
- Diversifikasi: Jangan “masukkan semua telur dalam satu keranjang”. Alih-alih fokus pada satu saham tekstil, pertimbangkan untuk menyebar modal ke berbagai sektor lain untuk mengurangi risiko.
Kesimpulan: Momentum dan Kehati-hatian
Saham tekstil memang sedang mendapatkan momen emasnya, didorong oleh dua kekuatan besar: dukungan likuiditas dari pemerintah dan prospek ekspor melalui IEU-CEPA. Kebijakan pemerintah senilai Rp101 triliun telah menyulut sentimen positif yang kuat di pasar .
Namun, penting untuk diingat bahwa kenaikan tajam dalam waktu singkat sering kali mengandung gejolak. Sebagai investor yang cerdas, manfaatkan momen ini untuk belajar dan menganalisis, bukan sekadar ikut arus. Pelajari perusahaan mana yang memiliki fundamental kuat, manajemen baik, dan strategi jelas untuk menghadapi tantangan keberlanjutan di masa depan.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan berpengetahuan, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi, tidak hanya di saham tekstil, tetapi juga di berbagai peluang lain di pasar modal.
Siap Menjelajahi Peluang Investasi Lainnya?
Analisis dan informasi lebih mendalam tentang berbagai saham, termasuk Saham ESTI, Saham BELL, dan Saham INDR, tersedia di platform Ajaib. Download aplikasi Ajaib sekarang untuk mulai membangun portofolimu dengan panduan yang tepat.
Sumber:
1. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/96508/prabowo-effect-saham-sektor-tekstil-beterbangan
2. https://www.idxchannel.com/market-news/belasan-saham-pesta-berkat-rencana-pembentukan-bumn-tekstil-ini-daftar-emitennya
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!