IHSG Rebound 3,4% ke Level 6.215, Sentimen Damai AS-Iran dan Penguatan Rupiah Jadi Pendorong
Tika•June 15, 2026

Key Takeaways:
- IHSG menguat 3,4% ke level 6.215 pada perdagangan pagi (15/6/2026), didorong sentimen positif dari dalam negeri dan global.
- Kesepakatan damai AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz menekan harga minyak Brent hingga turun 4%, sementara pasar menantikan keputusan BI-Rate pekan ini.
IHSG Rebound 3,4% ke Level 6.215
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan penguatan signifikan pada Senin (15/6/2026). Hingga pukul 09.25 WIB, IHSG tercatat naik 3,4% ke level 6.215, didukung oleh kombinasi katalis positif dari dalam negeri maupun global.
Penguatan pasar saham domestik terjadi seiring membaiknya sentimen investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penguatan Rupiah Jadi Katalis Domestik
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari langkah agresif Bank Indonesia yang sebelumnya menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.
Kebijakan tersebut turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah yang terapresiasi ke level Rp17.779 per dolar AS pada 12 Juni. Stabilisasi rupiah dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mengurangi tekanan terhadap pasar keuangan domestik.
Kesepakatan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar Global
Dari sisi global, pasar menyambut positif perkembangan terbaru terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Pada akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump disebut telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran yang mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Pemerintah Iran juga dikabarkan menyetujui kesepakatan tersebut, dengan penandatanganan resmi direncanakan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.
Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global yang sebelumnya membayangi perdagangan komoditas dan pasar keuangan internasional.
Harga Minyak Brent Turun 4%
Meredanya risiko geopolitik langsung tercermin pada pergerakan harga minyak dunia. Setelah pengumuman kesepakatan damai tersebut, harga minyak mentah Brent turun sekitar 4% menjadi USD 83,8 per barel pada 15 Juni.
Penurunan harga minyak berpotensi memberikan dampak positif bagi negara pengimpor energi seperti Indonesia karena dapat membantu mengurangi tekanan inflasi dan memperbaiki prospek neraca perdagangan.
Pasar Menanti Keputusan BI-Rate Pekan Ini
Meski IHSG bergerak positif, perhatian investor kini beralih pada agenda penting Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 18 Juni mendatang.
Pelaku pasar menilai BI masih memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 hingga 50 basis poin. Langkah tersebut diperkirakan bertujuan menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global sekaligus mengurangi risiko capital outflow dari pasar domestik.
Keputusan BI pekan ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pergerakan IHSG dan pasar keuangan Indonesia dalam jangka pendek.
Sumber : Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!