6 Fakta IPO JELI, Emiten dari Sektor Konsumer yang Incar Dana Rp392 Miliar
Salsabilla•June 15, 2026

Key Takeaways:
- IPO JELI menawarkan hingga 350 juta saham baru dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp392 miliar.
- Mayoritas dana IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi dan penguatan operasional bisnis.
- JELI menargetkan pembagian dividen tunai maksimal 30% laba bersih setelah IPO, sesuai kondisi keuangan dan keputusan RUPS.
Produsen Inaco Siap Melantai di Bursa Lewat IPO JELI
PT Niramas Utama Tbk, perusahaan di balik merek Inaco, bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan kode saham JELI. Emiten sektor konsumer ini dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
Perusahaan yang berdiri sejak 1990 tersebut dikenal sebagai produsen berbagai produk olahan kelapa dan serat alami seperti Nata de Coco, I’m Coco, dan Jelly Drink. Selain memiliki jaringan distribusi yang luas di Indonesia, JELI juga telah mengekspor produknya ke Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Tabel Ringkasan IPO JELI
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode Saham | JELI |
| Nama Perusahaan | PT Niramas Utama Tbk |
| Bidang Usaha | Produk olahan kelapa dan serat alami |
| Jumlah Saham Ditawarkan | Maksimal 350 juta saham |
| Persentase Saham IPO | 25,93% |
| Harga Penawaran | Rp900 – Rp1.120 per saham |
| Nilai Nominal | Rp100 per saham |
| Dana Maksimal Dihimpun | Rp392 miliar |
| Tanggal Pencatatan di BEI | 7 Juli 2026 |
Dalam aksi korporasi ini, JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.
Kehadiran JELI di pasar modal menjadi salah satu IPO yang menarik perhatian karena perusahaan telah memiliki merek yang cukup dikenal di pasar domestik sekaligus memiliki eksposur ekspor ke berbagai negara.
6 Fakta IPO JELI yang Perlu Diketahui Investor
1. Menawarkan Saham ke Publik Sebesar 25,93%
JELI akan menerbitkan maksimal 350 juta saham baru yang mewakili 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Langkah ini akan meningkatkan jumlah saham beredar dari 1 miliar saham menjadi 1,35 miliar saham.
Melalui penawaran ini, masyarakat berkesempatan memiliki porsi kepemilikan di perusahaan yang telah beroperasi lebih dari tiga dekade di industri makanan berbasis olahan kelapa dan serat alami.
2. Potensi Raih Dana Hingga Rp392 Miliar
Dengan rentang harga penawaran Rp900-Rp1.120 per saham, perusahaan berpotensi memperoleh dana segar hingga Rp392 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat struktur keuangan perseroan.
Besarnya dana yang dihimpun menunjukkan fokus perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan bisnis di tengah permintaan produk yang terus berkembang.
3. Mayoritas Dana IPO untuk Ekspansi Produksi
Berikut alokasi penggunaan dana hasil IPO:
| Penggunaan Dana | Porsi |
|---|---|
| Penyertaan modal ke PT NPS | 51,04% |
| Belanja modal produksi dan logistik | 18,36% |
| Pelunasan pinjaman Bank Mandiri | 10,63% |
| Modal kerja | 19,97% |
Porsi terbesar dana IPO akan disalurkan kepada anak usaha PT NPS untuk pembelian dan instalasi mesin produksi serta peralatan pendukung. Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan dana untuk peningkatan kapasitas gudang, efisiensi logistik, pengurangan utang jangka pendek, serta kebutuhan modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis ke depan.
4. Memiliki Pasar Ekspor yang Luas
Selain kuat di pasar domestik, JELI telah berhasil menembus berbagai pasar internasional seperti Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Perseroan juga tengah mengembangkan produk berbahan aloe vera dan konnyaku. Pada 2026, perusahaan berencana memperluas penetrasi pasar ke kawasan Afrika dan Eropa sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
5. Menyiapkan Kebijakan Dividen hingga 30%
Setelah menjadi perusahaan terbuka, JELI berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30% dari laba bersih setiap tahun buku setelah menyisihkan cadangan wajib.
Selain dividen tahunan, perusahaan juga membuka peluang pembagian dividen interim apabila kondisi keuangan memungkinkan dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Kebijakan final tetap akan ditentukan melalui RUPS sesuai kondisi bisnis dan kebutuhan ekspansi perusahaan.
6. Jadwal IPO Dimulai Juni 2026
Berikut jadwal lengkap IPO JELI:
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) | 15 – 22 Juni 2026 |
| Tanggal Efektif OJK | 29 Juni 2026 |
| Masa Penawaran Umum | 1 – 3 Juli 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 3 Juli 2026 |
| Distribusi Saham Elektronik | 6 Juli 2026 |
| Pencatatan Saham di BEI | 7 Juli 2026 |
Jadwal tersebut menjadi acuan bagi investor yang ingin mengikuti proses beli saham IPO JELI sejak masa penawaran awal hingga pencatatan saham di bursa.
Struktur Pemegang Saham Sebelum dan Sesudah IPO
Sebelum IPO
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Nilai Nominal | Kepemilikan |
|---|---|---|---|
| PT Niramas Utama International | 998 juta | Rp99,8 miliar | 99,8% |
| Sadikun Wiratno | 2 juta | Rp200 juta | 0,2% |
| Total | 1 miliar | Rp100 miliar | 100% |
Setelah IPO
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Nilai Nominal | Kepemilikan |
|---|---|---|---|
| PT Niramas Utama International | 998 juta | Rp99,8 miliar | 73,92% |
| Sadikun Wiratno | 2 juta | Rp200 juta | 0,15% |
| Masyarakat | 350 juta | Rp35 miliar | 25,93% |
| Total | 1,35 miliar | Rp135 miliar | 100% |
Setelah IPO, masyarakat akan memiliki hingga 25,93% saham perusahaan. Sementara kepemilikan pemegang saham pengendali akan terdilusi menjadi 73,92%.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa kendali perusahaan tetap berada di tangan pemegang saham eksisting, sementara publik memperoleh ruang partisipasi yang cukup signifikan melalui pasar modal.
Susunan Manajemen JELI
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Sadikun Wiratno
- Komisaris: Tjokro Susilo
- Komisaris Independen: Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.
Direksi
- Direktur Utama: Ham Pak Japyusuf Hamdani
- Direktur: Adhi Siswaya Lukman
- Direktur: Erijanto Djajasudarma
- Direktur: Trisno Kuntjoro Wirawan
Susunan manajemen tersebut akan menjadi bagian penting dalam menjalankan strategi ekspansi perusahaan pasca-IPO, termasuk peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar ekspor.
Dengan rekam jejak bisnis yang telah berjalan lebih dari 35 tahun serta rencana penggunaan dana yang berfokus pada ekspansi operasional, IPO JELI menjadi salah satu penawaran saham perdana yang layak dicermati oleh pelaku pasar pada pertengahan 2026.
Pesan IPO JELI di Ajaib!
Tertarik mengikuti perkembangan IPO terbaru di BEI, termasuk IPO JELI? Kamu bisa memantau jadwal penawaran umum, prospektus, hingga peluang investasi saham langsung melalui aplikasi Ajaib. Dengan fitur yang mudah digunakan, kamu dapat mengakses berbagai informasi pasar modal dan berpartisipasi dalam penawaran saham perdana secara praktis. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a2e4908484e2/5-fakta-ipo-produsen-inaco-jeli-incar-rp-392-miliar-hingga-janji-bagi-dividen
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
