IHSG Hari Ini Ditutup Rebound Usai Rilis Angka PDB Kuartal II 2026, Simak Top Gainer & Top Loser LQ45
Ratih Mustikoningsih•August 5, 2026

Pelaku pasar mengalihkan perhatian ke data makroekonomi hari ini, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026 yang melampaui perkiraan konsensus. Kabar positif ini turut menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang ditutup menguat di tengah rilis kinerja keuangan sejumlah emiten perbankan besar, termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ($BBNI).
Ringkasan Penutupan IHSG
IHSG hari ini (5/8/2026) ditutup di level 6.351, menguat +0,50% (+31,53 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.316–6.367.
Statistik Pasar Hari Ini:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Nilai Transaksi | Rp14,93 Triliun |
| Volume Transaksi | 403 Juta Lot |
| Frekuensi Transaksi | 2,33 Juta Kali |
Saham Penggerak LQ45
Top 5 Gainer LQ45:
- KLBF +8,84%
- AMRT +7,55%
- BUMI +6,55%
- ANTM +6,23%
- HRTA +5,26%
Top 5 Loser LQ45:
- MAPI -6,18%
- ISAT -4,52%
- MEDC -4,01%
- TLKM -2,87%
- ASII -1,95%
PDB 2Q26 Tumbuh 5,29%, Konsumsi Pemerintah Jadi Penopang Utama
Penguatan IHSG hari ini sejalan dengan rilis data PDB Indonesia kuartal II 2026 yang tumbuh +5,29% yoy, berada di atas ekspektasi konsensus sebesar 5,1%, meski sedikit melambat dibandingkan capaian kuartal I 2026 yang tercatat 5,61% yoy.
Berdasarkan komponen pembentuknya, pertumbuhan PDB pada kuartal II 2026 masih ditopang oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh +15,97% yoy dengan kontribusi pembobotan 7,57% terhadap PDB. Angka ini menurun dibandingkan kuartal sebelumnya, di mana konsumsi pemerintah tumbuh +21,8% yoy dengan kontribusi 6,72% terhadap PDB.
BBNI: Kredit Tumbuh Double Digit, Laba Bersih Naik di Tengah Tekanan Marjin
Dari sisi korporasi, BBNI turut menjadi sorotan usai merilis kinerja keuangan semester I 2026. Secara konsolidasi, penyaluran kredit BBNI tumbuh +24,4% yoy menjadi Rp968,5 triliun, didorong oleh ekspansi pada segmen wholesale dan korporasi.
Dari sisi bottom line, laba bersih konsolidasi BBNI pada semester I 2026 mencapai Rp10,7 triliun, tumbuh +6,6% yoy. Sementara itu, secara kuartalan, laba bersih kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp5,1 triliun, naik +8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy), namun turun -10,0% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq).
Di balik ekspansi kredit yang masif tersebut, BBNI menghadapi tekanan pada rasio profitabilitas. Marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perseroan tercatat turun ke level 3,6%, dibandingkan 3,8% pada semester I 2025. Kondisi ini mencerminkan pola umum di industri perbankan, di mana pertumbuhan kredit yang agresif kerap diiringi kompresi marjin akibat kenaikan biaya dana.
Kesimpulan
IHSG rebound senada dengan rilis PDB kuartal II 2026 yang berada di atas ekspektasi pasar. Pertumbuhan ekonomi yang ditopang belanja pemerintah, dikombinasikan dengan kinerja solid emiten perbankan besar seperti BBNI, memberikan sentimen yang mendukung pergerakan pasar saham hari ini. Ke depan, pelaku pasar kemungkinan akan terus mencermati keseimbangan antara ekspansi kredit perbankan dan tekanan marjin bunga bersih, sebagai salah satu indikator kesehatan sektor keuangan domestik.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!