IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tembus Rp17.720/US$, Pasar Menanti Rilis Data NPI
Salsabilla•August 21, 2026

Key Takeaways
- IHSG hari ini dibuka menguat 0,38% ke level 6.526,30, melanjutkan penguatan setelah kembali menembus level psikologis 6.500 pada perdagangan sebelumnya.
- Rupiah ikut menguat 0,11% ke Rp17.720 per dolar AS, didukung pelemahan indeks dolar AS (DXY).
- Pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah katalis, terutama rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), transaksi berjalan, dan data uang beredar, serta perkembangan sentimen global.
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat
IHSG hari ini dibuka menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2026), melanjutkan reli setelah indeks kembali berada di atas level psikologis 6.500 pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.526,30, naik 24,71 poin atau 0,38% dari penutupan Kamis di level 6.501,59.
Penguatan tersebut juga terlihat dari breadth pasar. Sebanyak 307 saham menguat, sementara 101 saham melemah dan 555 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp307,1 miliar, dengan volume 588,6 juta saham dan frekuensi 47.950 transaksi.
Sentimen IHSG Hari Ini Masih Dibayangi Faktor Global dan Domestik
Penguatan IHSG pada awal perdagangan Jumat (21/8/2026) terjadi di tengah sentimen pasar yang masih beragam. Dari sisi global, investor mencermati perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Eskalasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi inflasi global apabila gangguan terhadap distribusi energi berlangsung lebih lama.
Di saat yang sama, pasar masih menghadapi ketidakpastian dari pasar obligasi AS dan arah suku bunga The Fed. Yield US Treasury tenor panjang kembali meningkat meski Departemen Keuangan AS berencana memperbesar program buyback surat utang jangka panjang hingga sedikitnya US$4 miliar per penerbitan. Langkah tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pasar terkait defisit fiskal, inflasi, dan besarnya pasokan utang pemerintah AS.
Sementara itu, risalah FOMC Juli menunjukkan bahwa pandangan pejabat The Fed masih terbagi terkait arah suku bunga. Sejumlah pejabat bahkan menilai kenaikan suku bunga dapat diperlukan apabila inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan aset berisiko, termasuk saham, masih perlu dicermati.
Dari kawasan Asia, sentimen juga datang dari perkembangan ekonomi Jepang dan China. Inflasi Jepang kembali mencapai 2% secara tahunan pada Juli, sementara neraca perdagangan negara tersebut mencatat defisit JPY634,5 miliar. Di China, PBOC mempertahankan LPR 1 tahun di 3% dan LPR 5 tahun di 3,5% untuk bulan ke-15 berturut-turut di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi domestik.
Dari dalam negeri, perhatian berikutnya beralih ke data NPI dan transaksi berjalan kuartal II-2026 yang akan dirilis Bank Indonesia. Pada kuartal I-2026, NPI mencatat defisit US$9,1 miliar, sementara transaksi berjalan mengalami defisit sekitar US$4 miliar atau 1,1% terhadap PDB.
Selain NPI, pasar juga menantikan data uang beredar Juli 2026. Pada Juni 2026, M2 tumbuh 8,7% secara tahunan menjadi Rp10.432,8 triliun, sedangkan kredit tumbuh 12,1%. Data terbaru akan menjadi salah satu indikator untuk melihat kondisi likuiditas dan momentum penyaluran kredit di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.720, Pasar Menunggu NPI
Sejalan dengan IHSG, rupiah hari ini juga menguat terhadap dolar AS. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka naik 0,11% ke level Rp17.720 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif dalam dua perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (20/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,48% ke Rp17.740 per dolar AS setelah sehari sebelumnya naik 0,14%.
Penguatan rupiah terjadi ketika DXY melemah 0,10% ke 98,799 sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, ruang penguatan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan pasar obligasi AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. Pasar juga memperhatikan rilis NPI dan transaksi berjalan Indonesia kuartal II-2026 yang dijadwalkan pada Jumat.
Pantau Pergerakan IHSG dan Trading Lebih Cepat di Ajaib
IHSG hari ini dibuka menguat 0,38% dan rupiah ikut bergerak positif, tetapi pasar masih menghadapi sejumlah katalis yang dapat menentukan arah perdagangan berikutnya. Perkembangan yield US Treasury, kebijakan The Fed, konflik AS-Iran, serta rilis NPI dan data uang beredar menjadi faktor yang dapat mengubah sentimen sepanjang sesi. Karena itu, membaca pergerakan harga bersama volume dan sentimen makro dapat membantu kamu menyusun strategi trading yang lebih terukur.
Untuk mengikuti pergerakan pasar secara lebih mudah, kamu bisa memantau saham yang berpotensi bergerak mengikuti sentimen IHSG dan rupiah di aplikasi Ajaib. Gunakan data harga dan pergerakan pasar sebagai bagian dari proses menentukan entry, target, dan batas risiko sesuai strategi kamu. Simak pergerakan harga saham yang berpotensi menguat hari ini di Ajaib, lalu sesuaikan strategi dengan kondisi pasar dan profil risiko kamu. Download aplikasi Ajaib dan Ajaib Terminal sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821085913-17-761162/ihsg-lanjut-menguat-pagi-ini-dibuka-naik-038
[2] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821082446-17-761156/rupiah-dibuka-hijau-dolar-as-turun-ke-rp17720-pagi-ini
Profil Penulis

SEO Writer
Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!