Ajaib
Menu

Berita

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak

SalsabillaAugust 18, 2026

Key Takeaways

  • IHSG hari ini dibuka menguat 1,01% ke 6.466,58, melanjutkan penguatan 1,59% pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang.
  • Rupiah masih menghadapi tekanan eksternal, terutama dari kenaikan harga minyak Brent, arah dolar AS, dan ekspektasi kebijakan The Fed.
  • Trader dapat mencermati sektor energi dan saham dengan momentum kuat, sembari memperhatikan RDG BI, RAPBN 2027, FOMC Minutes, serta perkembangan harga minyak.

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat

IHSG hari ini dibuka menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026), setelah Bursa Efek Indonesia kembali beroperasi usai libur dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Berdasarkan data perdagangan yang tersedia, indeks naik 64,69 poin atau 1,01% ke level 6.466,58 pada awal sesi. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif dari perdagangan Jumat (14/8/2026), ketika IHSG ditutup naik 1,59% ke level 6.401,89.

Pada awal perdagangan, sebanyak 282 saham menguat, 184 saham melemah, dan 497 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp452 miliar dengan volume 844,6 juta saham dan frekuensi 80.330 transaksi.

Sektor Energi Jadi Penggerak Utama

Penguatan IHSG juga didukung mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor energi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 2,15%, diikuti sektor industri sebesar 0,76% dan basic materials sebesar 0,75%. Infrastruktur naik 0,57%, barang konsumen primer 0,53%, dan barang konsumen nonprimer 0,47%.

Berikut gambaran pergerakan sektor pada awal perdagangan:

SektorPerubahan
Energi+2,15%
Industri+0,76%
Basic Materials+0,75%
Infrastruktur+0,57%
Barang Konsumen Primer+0,53%
Barang Konsumen Nonprimer+0,47%
Transportasi & Logistik+0,43%
Properti+0,27%
Teknologi+0,12%
Keuangan+0,08%
Kesehatan-0,05%

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang tercatat melemah pada awal perdagangan, dengan penurunan 0,05%. Dominasi sektor energi menjadi salah satu bagian penting dari pergerakan IHSG pagi ini, terutama ketika pasar global juga masih mencermati perkembangan harga minyak.

Saham yang Menguat dan Melemah Saat IHSG Dibuka

Pergerakan saham individual menunjukkan volatilitas yang cukup lebar pada awal perdagangan. PGUN menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, melesat 19,61% atau 1.500 poin ke Rp9.150. Di sisi lain, tekanan terbesar terjadi pada BAIK yang turun 14,87% ke Rp332, disusul YPAS yang terkoreksi 12,92% ke Rp1.045 dan ALKA yang melemah 9,20% ke Rp2.370.

SahamPerubahanHarga
$PGUN+19,61%Rp9.150
$BYAN+14,58%Rp16.500
$TEBE+14,18%Rp1.570
$JARR+11,94%Rp2.250

Kenaikan tajam pada sejumlah saham tersebut dapat menjadi referensi bagi trader untuk melihat saham yang sedang memiliki momentum, tetapi pergerakan pada awal sesi belum otomatis menggambarkan performa hingga penutupan. Dengan volatilitas yang cukup tinggi, perubahan harga dan volume sepanjang sesi menjadi bagian penting untuk membaca apakah momentum tersebut mampu bertahan.

Rupiah Hari Ini Dibayangi Harga Minyak dan Sentimen Global

Di pasar valuta asing, rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan Selasa (18/8/2026) setelah sebelumnya menguat pada perdagangan pekan lalu. Salah satu tekanan eksternal yang kembali diperhatikan pasar berasal dari kenaikan harga minyak Brent yang berada di US$90,87 per barel. Kenaikan minyak tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi, sementara ketidakpastian terkait hubungan AS dan Iran turut menjadi faktor yang diperhatikan pasar.

Di pasar offshore, rupiah NDF sempat bergerak dari Rp17.866/US$ ke Rp17.909/US$ sebelum kembali ke sekitar Rp17.875/US$. Secara year-to-date, rupiah masih melemah 6,37%, meski pada Agustus telah menguat 0,98%. Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di Rp18.180/US$ pada Juni.

BI Rate, The Fed, dan Harga Minyak Jadi Katalis Berikutnya

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026. BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Stabilnya rupiah di kisaran Rp17.850-Rp18.050/US$ sejak Juni serta inflasi yang relatif terjaga dalam target BI menjadi salah satu dasar yang diperkirakan mendukung keputusan tersebut.
Namun, keputusan mempertahankan suku bunga belum tentu menjadi katalis langsung bagi penguatan rupiah. Pasar juga akan melihat bagaimana BI menjaga stabilitas nilai tukar melalui instrumen selain suku bunga.

Dari eksternal, perhatian berikutnya tertuju pada FOMC Minutes pada Kamis dini hari waktu Indonesia, sementara harga minyak tetap menjadi variabel penting karena dapat memengaruhi inflasi, nilai tukar, dan sentimen terhadap aset berisiko.

Sentimen IHSG Hari Ini: Domestik Positif, Eksternal Masih Beragam

Selain BI Rate, pasar juga perlu mencermati Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) Juni 2026 serta perkembangan RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pendapatan negara Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun, dengan defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,40% terhadap PDB. Postur fiskal tersebut menjadi bagian dari informasi yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan.

Sementara itu, sentimen eksternal belum sepenuhnya mendukung. Ekonomi Jepang pada kuartal II-2026 tumbuh 0,3% secara kuartalan, di bawah ekspektasi 0,5%. Produksi industri China Juli tumbuh 4,5% secara tahunan, sedangkan penjualan ritel hanya tumbuh 0,6%, keduanya menunjukkan perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. Pasar juga masih memperhitungkan risiko geopolitik dan perkembangan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi harga energi.

Strategi Trading Saham yang Bisa Diterapkan

Dengan IHSG dibuka naik lebih dari 1%, trader dapat menggunakan penguatan awal sebagai titik untuk menyaring saham yang memiliki momentum, bukan sekadar mengejar saham yang sudah melonjak tinggi. Beberapa saham seperti PGUN, BYAN, TEBE, CTTH, dan JARR mencatat kenaikan dua digit pada awal perdagangan, sehingga pergerakan harga dan volume setelah pembukaan menjadi penting untuk melihat apakah momentum masih berlanjut atau justru mengalami aksi ambil untung.

Beberapa pendekatan yang dapat digunakan trader dalam kondisi seperti ini antara lain:

  • Pantau saham dengan momentum dan likuiditas. Kenaikan harga perlu dibaca bersama aktivitas transaksi agar trader tidak hanya berfokus pada persentase kenaikan.
  • Hindari mengejar harga setelah lonjakan terlalu tinggi. Saham yang sudah naik dua digit memiliki ruang volatilitas yang lebih besar sehingga level masuk dan batas risiko perlu ditentukan terlebih dahulu.
  • Gunakan pergerakan sektor sebagai filter. Sektor energi menjadi penguat terbesar pada awal perdagangan, sehingga saham dalam sektor tersebut dapat masuk radar selama momentum sektornya masih bertahan.
  • Perhatikan level IHSG setelah pembukaan. Penguatan awal perlu dibandingkan dengan pergerakan sepanjang sesi untuk melihat apakah minat beli tetap konsisten.
  • Pantau rupiah dan harga minyak secara bersamaan. Keduanya menjadi bagian dari sentimen eksternal yang dapat memengaruhi persepsi risiko pasar.

Pada kondisi pasar seperti ini, pendekatan yang lebih terukur adalah menunggu konfirmasi dari harga, volume, dan keberlanjutan momentum, lalu menyesuaikan posisi dengan trading plan. Gunakan fitur broker flow di Ajaib Terminal untuk membaca arah rotasi sektor.

Pantau IHSG Hari Ini dan Saham yang Sedang Bergerak di Ajaib

IHSG hari ini dibuka naik, sementara rupiah masih menghadapi sejumlah tekanan eksternal dari harga minyak, arah dolar AS, dan ekspektasi kebijakan The Fed. Di dalam negeri, keputusan BI, SULNI, serta perkembangan RAPBN 2027 menjadi agenda yang dapat membentuk sentimen pasar sepanjang pekan.

Momentum pasar seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk menyusun watchlist berdasarkan sektor, pergerakan harga, dan volume sekaligus mengikuti katalis makro yang sedang berlangsung. Simak pergerakan IHSG, rupiah, dan saham-saham yang sedang mendapat momentum di Ajaib untuk membantu kamu menentukan strategi trading dengan lebih terukur. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Salsabilla
Salsabilla

SEO Writer

Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260818080223-17-760156/breaking-news-ihsg-dibuka-ngebut-pagi-ini-naik-1
[2] https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ihsg-dibuka-naik-089-persen-ke-6459-pasca-hut-ri
[3] https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118631/rupiah-berpotensi-melemah-hari-ini-harga-minyak-jadi-tekanan

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!