Kala IHSG Anjlok, Investor Pemula Jangan Panik dan Perhatikan Hal Ini
Sarifa•January 28, 2026

IHSG anjlok lebih dari 8% pada 28 Januari 2026, memicu perhentian perdagangan sementara (trading halt) di Bursa Efek Indonesia. Saat melihat grafik portofolio memerah, panik adalah reaksi yang wajar bagi investor pemula. Namun, sejarah pasar menunjukkan bahwa penurunan adalah bagian alami dari siklus investasi jangka panjang. Daripada mengambil keputusan gegabah, inilah panduan investor pemula untuk menyikapi situasi ini dengan kepala dingin.
Mengapa IHSG Bisa Anjlok Tajam Hari Ini?
Penurunan signifikan IHSG hari ini terutama dipicu oleh pengumuman dari MSCI, penyusun indeks pasar modal global. MSCI mengumumkan pembekuan sementara penilaian untuk saham-saham Indonesia, menyoroti kekhawatiran akan transparansi struktur kepemilikan. Keputusan ini berpotensi memengaruhi bobot Indonesia dalam indeks pasar berkembang global dan memicu arus keluar modal asing.
Merespons volatilitas ekstrem, BEI memberlakukan trading halt, mekanisme penghentian perdagangan sementara selama 30 menit saat indeks turun lebih dari 8%. Ini adalah prosedur normal untuk menenangkan pasar dan memberi waktu investor mencerna informasi.
3 Prinsip Mental untuk Investor Pemula
Sebelum mengambil tindakan apa pun, kendalikan diri dengan tiga prinsip ini:
- Pahami: Penurunan adalah Bagian dari Perjalanan
Pasar saham tidak pernah naik terus-menerus. Koreksi (penurunan sekitar 10%) bahkan kejatuhan lebih dalam adalah peristiwa normal. Pada 2022, indeks S&P 500 AS pernah turun sekitar 19.4%. Fase-fase sulit seperti ini justru membersihkan pasar dari spekulasi berlebihan dan merupakan bagian dari siklus sehat menuju pertumbuhan jangka panjang. - Bedakan: Rugi di Atas Kertas vs Rugi Nyata
Kerugian yang Kamu lihat di aplikasi saat ini adalah unrealized loss (rugi belum direalisasi). Kerugian ini baru menjadi kenyataan (realized loss) jika Kamu menjual saham di harga rendah itu. Selama Kamu belum menjual, masih ada peluang nilai portofolio pulih seiring waktu. - Fokus pada Rencana, Bukan pada Berita
Banjir berita negatif dapat memperbesar kecemasan. Ingat kembali tujuan investasi awalmu: apakah untuk dana pensiun 20 tahun lagi atau tujuan jangka panjang lain? Jika iya, maka gejolak harian atau mingguan tidak seharusnya mengubah rencana itu. Manajer aset global seperti Vanguard menekankan untuk tetap berpegang pada tujuan jangka panjang.
Langkah Nyata yang Bisa Kamu Ambil Saat Pasar Turun
Setelah pikiran lebih tenang, berikut adalah panduan investor pemula untuk bertindak strategis:
- Jangan Jual karena Panik: Menjual saat harga jatuh hanya mengunci kerugian. Banyak investor kehilangan potensi keuntungan karena keluar pasar saat turun dan masuk kembali saat sudah naik. Prinsipnya adalah time in the market (lama di pasar) lebih penting daripada timing the market (tebak waktu masuk).
- Evaluasi Portofolio dan Kondisi Keuangan: Tinjau ulang:
- Manfaatkan Strategi Averaging: Daripada mencoba menebak titik terendah pasar yang sulit diprediksi, terapkan Dollar-Cost Averaging (DCA). Dengan DCA, Kamu berinvestasi dalam jumlah tetap secara rutin (misal, setiap bulan). Saat harga turun, uang yang sama akan membeli lebih banyak unit saham, sehingga rata-rata harga belimu lebih baik.
- Jika Ingin Menambah, Pilih dengan Seleksi Ketat: Bagi yang memiliki dana segar, penurunan bisa jadi kesempatan membeli aset berkualitas dengan harga diskon. Fokus pada saham dengan fundamental kuat: perusahaan dengan laba konsisten, utang sehat, dan model bisnis tahan banting. Hindari membeli saham hanya karena harganya “tampak” murah tanpa analisis.
- Diversifikasi dan Rebalancing: Ini adalah saat yang tepat untuk mengecek diversifikasi portofolio. Apakah semua danamu tertumpu pada satu sektor? Market correction mengingatkan kita akan pentingnya menyebar risiko. Rebalancing, atau menyesuaikan kembali komposisi portofolio ke proporsi awal yang direncanakan, juga bisa dilakukan untuk mendisiplinkan diri.
Hal yang Harus Dihindari Saat IHSG Anjlok
- Mengalihkan Semua Portofolio ke Kas: Keluar total dari pasar saham justru bisa membuatmu kehilangan momentum pemulihan.
- Menggunakan Dana Darurat untuk “Averaging” atau Beli Agresif: Investasi harus menggunakan dana yang siap kamu pertaruhkan.
- Mengikuti Rumor dan Saran “Ajaib”: Jadilah investor yang independen dan kritis. Lakukan riset kecil-kecilan atau konsultasi dengan profesional yang kompeten dan teregulasi.
Kesimpulan
Kejadian IHSG anjlok hari ini adalah ujian nyata bagi ketahanan mental dan kedisiplinan rencana investasi kamu. Ingatlah bahwa pasar memiliki siklus naik-turun, dan ketenangan adalah sahabat terbaik investor jangka panjang.
Takeaway utama: Kendalikan emosi, pegang teguh rencana investasi jangka panjangmu, dan jangan biarkan sentimen jangka pendek menghalangi tujuan finansial masa depan kamu. Bagi investor pemula, pengalaman melalui fase pasar seperti ini justru akan membangun kedewasaan dan fondasi yang lebih kuat untuk perjalanan investasi selanjutnya.
Membangun kebiasaan investasi yang baik dimulai dari langkah pertama yang tepat. Pelajari lebih lanjut tentang Investasi Saham dan cara memulainya dengan prinsip yang benar. Untuk memudahkan kamu memulai dan mengelola portofolio, download aplikasi Ajaib sekarang dan mulailah perjalanan investasimu dengan panduan yang jelas dan aman.
Profil Penulis
Writer
-
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/28/125706326/ihsg-anjlok-ini-yang-perlu-dilakukan-investor-pemula-agar-tak-salah-langkah?page=all#page2
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

