Resmi! Haji Isam Beli 10 Miliar Saham BYAN Setara 30%, Ini Detail Akuisisi Bayan Resources
Tika•September 18, 2026

Key Takeaway
- Rumor akuisisi BYAN yang beredar sejak Agustus 2026 mendapat kepastian setelah Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026.
- Jhonlin Baratama akan mengambil 10.000.000.500 saham BYAN, setara sekitar 30% saham beredar.
- Jumlah saham yang akan diakuisisi lebih rendah dibandingkan rumor sebelumnya yang menyebut potensi pengambilalihan hingga 62% saham BYAN.
- Sebelum transaksi, Low Tuck Kwong tercatat memiliki 40,25% BYAN, sedangkan Elaine Low memiliki 22%, sehingga kepemilikan keduanya mencapai 62,25%.
Rumor Akuisisi BYAN Akhirnya Mendapat Kepastian

Rumor mengenai akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam yang telah beredar sejak Agustus 2026 akhirnya mendapat kepastian.
Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group, menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut mencakup 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
Dengan jumlah saham BYAN yang tercatat sebanyak 33,33 miliar saham per akhir Agustus 2026, saham yang akan diambil alih Jhonlin Baratama setara dengan sekitar 30% saham beredar BYAN.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan rumor yang sebelumnya beredar pada Agustus 2026 mengenai potensi pengambilalihan hingga 62% saham BYAN.
| Detail | Keterangan |
| Pembeli | PT Jhonlin Baratama |
| Penjual | Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low |
| Saham yang akan dialihkan | 10.000.000.500 saham |
| Total saham BYAN | 33,33 miliar saham |
| Porsi saham yang diakuisisi | Sekitar 30% |
| Tanggal CSPA | 16 September 2026 |
| Status transaksi | Menunggu pemenuhan syarat pendahuluan |
| Harga pembelian | Belum diungkapkan |
| Total nilai transaksi | Belum diungkapkan |
Transaksi BYAN Belum Sepenuhnya Selesai
Meskipun CSPA telah ditandatangani, transaksi pengalihan saham tersebut belum sepenuhnya selesai.
Pasalnya, perjanjian jual beli saham tersebut bersifat bersyarat dan penyelesaiannya masih menunggu pemenuhan sejumlah conditions precedent atau syarat pendahuluan.
Bayan Resources belum mengungkapkan secara lebih rinci persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan transaksi tersebut.
Setelah penyelesaian transaksi dan seluruh syarat pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
Harga pembelian saham dan total nilai transaksi juga belum diungkapkan dalam keterbukaan informasi terbaru.
Manajemen BYAN Sebut Transaksi Tidak Berdampak Material Negatif
Manajemen Bayan Resources menyatakan bahwa rencana transaksi jual beli saham tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap perseroan.
Direksi BYAN, Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, menyampaikan bahwa transaksi tersebut tidak mengganggu:
- kegiatan operasional;
- aspek hukum;
- kondisi keuangan; maupun
- kelangsungan usaha perseroan.
Sebelum Transaksi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low Kuasai 62,25% BYAN
Sebelum rencana pengalihan saham tersebut, Low Tuck Kwong tercatat menguasai 40,25% saham BYAN, sedangkan Elaine Low memiliki 22% saham BYAN.
Dengan demikian, kepemilikan keduanya secara gabungan mencapai 62,25% saham BYAN.
Dari jumlah tersebut, saham yang menjadi objek CSPA dengan PT Jhonlin Baratama sebanyak 10.000.000.500 saham atau sekitar 30% saham beredar BYAN.
Bukan Melalui Jhonlin Agro Raya (JARR)
Akuisisi 30% saham BYAN tersebut dilakukan melalui PT Jhonlin Baratama, bukan melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Sebelumnya, pada Agustus 2026, BYAN sempat diisukan akan dibeli Haji Isam melalui entitas perkebunan sawitnya, JARR. Saat itu, manajemen BYAN maupun JARR menyangkal adanya rencana tersebut.
Dalam keterangannya kepada BEI pada 18 Agustus 2026, manajemen BYAN menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali perseroan dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang dari waktu ke waktu untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan.
BYAN di Tengah Kondisi Force Majeure
Rencana pengalihan saham ini berlangsung ketika BYAN sebelumnya mengumumkan kondisi kahar atau force majeure akibat pembatasan kuota produksi batu bara Indonesia tahun 2026.
Direktur BYAN Low Yi Ngo mengatakan persetujuan atas tambahan kuota produksi batu bara untuk 2026 belum disetujui oleh pemerintah Indonesia.
BYAN merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Pada 2025, perseroan mencatat produksi batu bara sebanyak 68 juta ton.
Berapa Nilai Akuisisi 30% Saham BYAN?
Bayan Resources belum mengungkapkan harga pembelian maupun total nilai transaksi dalam keterbukaan informasi terbaru.
Namun, jika menggunakan harga saham BYAN di kisaran Rp11.525 per saham, maka nilai 10 miliar saham tersebut secara perhitungan mencapai sekitar Rp115,25 triliun.
Angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan harga saham BYAN yang diberikan, bukan nilai transaksi resmi yang telah diumumkan perseroan.
| Perhitungan | Nilai |
| Saham yang diakuisisi | 10.000.000.500 saham |
| Harga acuan | Rp11.525/saham |
| Perkiraan nilai berdasarkan harga tersebut | Rp115,25 triliun |
| Nilai transaksi resmi | Belum diungkapkan |
Saham BYAN Naik 12,99% dalam Dua Hari
Di pasar saham, BYAN ditutup naik 1,54% pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Sehari sebelumnya, pada perdagangan Rabu (16/9/2026), saham BYAN melonjak 11,27%.
Dengan demikian, berdasarkan data tersebut, saham BYAN mencatat kenaikan sekitar 12,99% dalam dua hari perdagangan.
Apa Selanjutnya untuk Transaksi BYAN?
Rencana pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama masih menunggu pemenuhan sejumlah conditions precedent atau syarat pendahuluan.
Setelah transaksi diselesaikan dan seluruh syarat pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 30% saham BYAN.
Sementara itu, harga pembelian dan total nilai transaksi masih belum diungkapkan dalam keterbukaan informasi terbaru.
Investor dapat mencermati keterbukaan informasi perseroan untuk mengikuti perkembangan transaksi BYAN selanjutnya.
Pantau saham BYAN dan berbagai saham pilihan lainnya di Ajaib
Ingin mengikuti perkembangan saham BYAN dan emiten batu bara lainnya? Pantau berita emiten, pergerakan harga saham, serta informasi pasar terbaru melalui Ajaib. Mulai pantau kondisi market sekarang di Ajaib Terminal dan atur strategi tradingmu dengan lebih cerdas! Download Ajaib dan daftar sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI, IDNFinancials, detikFinance.
Profil Penulis
SEO Writer
Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!