Bedah Saham BUMI, Mengapa Laba Tetap Naik Meski Pendapatan Turun?
Maulida•March 31, 2026

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) baru saja merilis laporan keuangan konsolidasi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Meskipun menghadapi dinamika pasar komoditas yang menantang, emiten pertambangan batu bara milik Grup Bakrie ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan bagi para pemegang sahamnya.
Bagi kamu yang sedang melakukan investasi saham, memahami performa saham BUMI secara mendalam sangatlah penting. Menariknya, kenaikan laba bersih ini terjadi di tengah penurunan pendapatan secara tahunan (year on year/yoy). Hal ini mengindikasikan adanya efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Rincian Laporan Keuangan BUMI 2025
Berdasarkan laporan resmi perusahaan, pendapatan konsolidasi BUMI (termasuk kinerja PT Kaltim Prima Coal/KPC) tercatat sebesar US$ 4,81 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan harga jual rata-rata batu bara yang juga terkoreksi.
Namun, manajemen BUMI berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 16,9% menjadi US$ 4,26 miliar. Hasilnya, meskipun laba usaha sedikit turun, margin usaha perusahaan justru mengalami perbaikan dari 5,9% menjadi 6,5% di tahun 2025.
Berikut adalah ringkasan performa finansial BUMI tahun 2025:
| Indikator Keuangan (Konsolidasi) | Capaian 2025 | Perubahan (YoY) |
| Pendapatan | US$ 4,81 Miliar | -15,9% |
| Laba Bruto | US$ 546,6 Juta | -7,7% |
| Laba Usaha | US$ 314 Juta | -7,1% |
| Laba Bersih (Atribusi Induk) | US$ 81 Juta | +20,1% |
| Margin Usaha | 6,5% | Naik dari 5,9% |
Jika melihat dari sisi operasional, produksi batu bara BUMI tetap stabil dengan pertumbuhan tipis 0,2% menjadi 74,8 juta ton. Namun, tantangan utama muncul dari harga Free On Board (FOB) yang merosot 17% menjadi US$ 59,7 per ton.
Dalam keterangan resminya, pihak manajemen menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari upaya menjaga stabilitas produksi di tengah volatilitas harga global.
Target Produksi dan Proyeksi Saham BUMI di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, BUMI menunjukkan optimisme dengan menetapkan target operasional yang lebih tinggi. Perusahaan mengincar volume penjualan yang lebih besar dibandingkan realisasi tahun lalu. Berikut adalah poin-poin utama target BUMI di 2026:
- Volume Penjualan: Ditargetkan mencapai kisaran 76 juta hingga 78 juta ton.
- Harga Jual Rata-rata: Diproyeksikan berada di level US$ 60 hingga US$ 62 per ton.
- Biaya Produksi (Cash Cost): Diperkirakan akan terjaga di angka US$ 43 hingga US$ 44 per ton.
Strategi BUMI untuk meningkatkan volume penjualan diharapkan mampu mengompensasi fluktuasi harga batu bara di pasar internasional. Dengan margin yang tetap terjaga, performa saham BUMI patut terus dipantau oleh para pelaku pasar.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Apakah menurut kamu performa BUMI di 2025 sudah cukup solid untuk masuk ke dalam portofolio? Jangan lewatkan momentum pasar dan mulai analisis saham favorit kamu sekarang.
Download aplikasi Ajaib di App Store atau Play Store. Nikmati kemudahan transaksi saham, reksa dana, hingga aset kripto dalam satu aplikasi yang aman dan terpercaya.
Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/bumi-resources-bumi-raih-laba-bersih-us-81-juta-pada-2025
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!