Mengenal Perdagangan Komoditi: Emas, Silver, dan Crude Oil
Tika•September 9, 2026

Key Takeaway
- Perdagangan berjangka komoditi merupakan transaksi kontrak untuk membeli atau menjual komoditi pada harga dan waktu tertentu di masa depan.
- Komoditi yang dibahas dalam perdagangan berjangka antara lain emas, silver, dan crude oil, dengan faktor penggerak harga yang berbeda.
- Perdagangan berjangka menggunakan margin dan leverage yang dapat memperbesar dampak perubahan harga terhadap keuntungan maupun kerugian.
Belakangan ini, istilah “perdagangan berjangka komoditi” atau “PBK” cukup sering muncul di berita ekonomi. Topiknya beragam, mulai dari kontrak emas dan silver (perak) hingga crude oil (minyak mentah). Namun, bagi yang belum pernah mengenalnya, cara kerja perdagangan berjangka komoditi mungkin masih terasa cukup rumit.
Padahal, memahami cara kerjanya penting sebelum mulai bertransaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko yang perlu dipahami karena menggunakan mekanisme margin dan leverage yang dapat memperbesar dampak perubahan harga terhadap keuntungan maupun kerugian. Artinya, peluang keuntungan memang bisa lebih besar, tetapi kerugiannya juga bisa meningkat dengan cepat.
Di Indonesia, kegiatan perdagangan berjangka komoditi diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) di bawah Kementerian Perdagangan. Perdagangan ini dilakukan melalui dua bursa berjangka resmi, yaitu Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).
Dalam artikel ini, kita akan mengenal perdagangan berjangka komoditi secara umum, melihat bagaimana emas, silver, dan crude oil diperdagangkan, serta memahami risiko dan hal-hal yang perlu diperiksa sebelum bertransaksi. Pembahasan ini ditujukan sebagai informasi edukasi, bukan ajakan untuk bertransaksi.
Apa Itu Perdagangan Berjangka Komoditi?
Sederhananya, perdagangan berjangka komoditi adalah transaksi kontrak untuk membeli atau menjual suatu komoditi pada harga dan waktu tertentu di masa depan. Komoditinya bisa berupa emas, silver, crude oil, kelapa sawit, dan berbagai komoditi lainnya.
Berbeda dengan membeli komoditi secara fisik, dalam perdagangan berjangka yang diperjualbelikan adalah kontraknya. Dalam praktiknya, sebagian besar posisi juga tidak berakhir dengan penyerahan barang fisik. Posisi biasanya ditutup dengan transaksi berlawanan sebelum kontrak jatuh tempo. Mekanisme ini dikenal sebagai offset.
Hal lain yang membedakan perdagangan berjangka adalah penggunaan margin. Nasabah tidak perlu menyetor seluruh nilai kontrak untuk membuka posisi. Cukup menyetor sejumlah dana sebagai jaminan awal atau initial margin. Sistem ini memungkinkan nasabah mengendalikan nilai transaksi yang lebih besar dari dana yang disetor, atau yang dikenal sebagai leverage.
Leverage dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga memperbesar kerugian. Jika nilai posisi turun cukup besar, nasabah bisa terkena margin call, yaitu permintaan untuk menambah dana jaminan. Jika dana tidak ditambahkan sesuai ketentuan, posisi dapat dilikuidasi secara paksa oleh pialang.
Di Indonesia, perdagangan berjangka komoditi berjalan melalui dua sistem utama.
Sistem Multilateral dilakukan melalui bursa seperti PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) atau PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX). Transaksi mempertemukan banyak pembeli dan penjual, sehingga harga terbentuk melalui mekanisme pasar. Penyelesaian transaksinya juga didukung oleh lembaga kliring, seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesia Clearing House (ICH).
Sementara itu, Sistem Bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) mempertemukan nasabah dan pialang berjangka secara langsung sebagai lawan transaksi. Salah satu contoh produk yang umum ditawarkan dalam sistem ini adalah kontrak emas Loco London.
Emas dalam Perdagangan Berjangka
Emas menjadi salah satu komoditi yang banyak diperdagangkan di industri PBK Indonesia. Produk emas tersedia baik melalui sistem bilateral maupun multilateral.
Dalam sistem bilateral atau SPA, salah satu kontrak yang dikenal adalah Loco London Gold. Kontrak ini mengacu pada harga emas batangan London dan biasanya menggunakan dolar AS per troy ons sebagai satuannya. Sementara dalam sistem multilateral, kontrak emas juga diperdagangkan melalui bursa seperti ICDX.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah kebijakan suku bunga bank sentral, terutama The Fed di Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, inflasi global, serta pembelian emas oleh bank sentral.
Emas juga sering dianggap sebagai safe haven, yaitu aset yang dicari ketika kondisi ekonomi atau geopolitik sedang tidak pasti. Karena itu, ketika ketidakpastian meningkat, pergerakan dan aktivitas perdagangan emas juga bisa ikut meningkat.
Silver dalam Perdagangan Berjangka
Silver atau perak sama-sama termasuk logam mulia, tetapi penggunaannya lebih beragam dibandingkan emas. Selain digunakan sebagai aset investasi, silver juga banyak dipakai dalam industri, termasuk elektronik, panel surya, dan komponen kendaraan listrik.
Karena punya dua fungsi tersebut, harga silver dipengaruhi oleh sentimen investasi sekaligus permintaan industri. Saat kondisi ekonomi berubah, kebutuhan industri terhadap silver juga dapat berubah dan ikut memengaruhi harganya.
Karakter tersebut membuat pergerakan harga silver cenderung lebih fluktuatif dibandingkan emas. Bagi nasabah PBK, pergerakan harga yang lebih cepat berarti nilai margin juga dapat berubah dengan cepat. Risiko margin call pun perlu diperhatikan, bukan hanya potensi keuntungannya.
Karena itu, sebelum bertransaksi silver, penting untuk memahami bukan hanya pergerakan harga, tetapi juga faktor yang memengaruhi permintaan industrinya.
Crude Oil dalam Perdagangan Berjangka
Crude oil atau minyak mentah merupakan salah satu komoditi energi yang sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi global. Perubahan harga minyak dapat berdampak pada biaya transportasi dan produksi, serta ikut memengaruhi inflasi.
Harga crude oil dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah keputusan produksi Organization of the Petroleum Exporting Countries Plus (OPEC+), yang dapat memengaruhi pasokan minyak dunia. Selain itu, kondisi geopolitik di kawasan penghasil minyak, tingkat persediaan minyak di negara konsumen besar seperti Amerika Serikat, serta permintaan energi global juga dapat memengaruhi harga.
Pertumbuhan ekonomi juga menjadi faktor penting. Ketika aktivitas ekonomi meningkat, permintaan energi biasanya ikut bertambah. Di sisi lain, perkembangan energi terbarukan dapat memengaruhi kebutuhan minyak dalam jangka panjang.
Salah satu kontrak minyak yang diperdagangkan di ICDX secara multilateral mengacu pada harga West Texas Intermediate (WTI), salah satu acuan harga minyak dunia.
Seperti dikutip dari IDCX, aktivitas perdagangan kontrak minyak juga dapat meningkat ketika terjadi ketidakpastian pasokan, misalnya akibat konflik atau ketegangan geopolitik. Selain untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga, pelaku usaha dapat menggunakan kontrak berjangka untuk hedging atau melindungi diri dari risiko perubahan harga energi.
| Komoditi | Faktor yang Memengaruhi Harga |
|---|---|
| Emas | Suku bunga bank sentral, dolar AS, inflasi global, pembelian emas oleh bank sentral |
| Silver | Sentimen investasi dan permintaan industri |
| Crude Oil | Produksi OPEC+, geopolitik, persediaan minyak, permintaan energi global, pertumbuhan ekonomi, perkembangan energi terbarukan |
Risiko yang Wajib Dipahami
Perdagangan berjangka memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari instrumen seperti saham atau reksa dana. Salah satu alasannya adalah penggunaan leverage.
Kerugian bisa lebih besar dari modal awal. Penggunaan leverage memungkinkan Nasabah melakukan transaksi dengan nilai yang lebih besar dibandingkan data yang disetorkan sebagai margin. Pada kondisi tertentu, pergerakan harga yang tidak sesuai dengan posisi Nasabah dapat menyebabkan kerugian yang melebihi dana yang disetorkan sebagai margin awal. Oleh karena itu, Calon Nasabah dan/atau Nasabah perlu memahami karakteristik, mekanisme, dan ketentuan produk sebelum melakukan transaksi.
Ada risiko margin call dan likuidasi. Pergerakan harga dapat mempengaruhi nilai posisi dan kecukupan margin Nasabah. Apabila margin yang tersedia tidak lagi memenuhi persyaratan margin yang berlaku, Nasabah dapat diminta untuk menambah dana sebagai margin. Apabila persyaratan tersebut tidak dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, posisi Nasabah dapat dilikuidasi
Harga bisa bergerak sangat cepat. Emas, silver, maupun crude oil dapat mengalami perubahan harga dalam waktu singkat. Karena kontrak juga memiliki jangka waktu tertentu, nasabah perlu memahami kontrak yang diperdagangkan dan memantaunya secara aktif.
Ada risiko bertransaksi melalui pihak yang tidak berizin. Tingginya minat terhadap komoditi membuat sektor ini juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang menawarkan produk perdagangan berjangka tanpa izin.
Waspadai janji keuntungan pasti. Penawaran yang menjanjikan keuntungan besar dengan risiko kecil, mengajak calon nasabah berhutang untuk menambah modal, atau menjamin keuntungan tertentu patut diwaspadai.
Hal yang Wajib Dicek Sebelum Bertransaksi
Sebelum membuka rekening atau menyerahkan dana, ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa.
Pertama, pastikan bursa dan pialang berjangka yang digunakan memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Status legalitas Pialang Berjangka dapat diperiksa melalui laman Legalitas BAPPEBTI. Calon Nasabah juga perlu memastikan bahwa dana yang disetorkan ke Rekening Terpisah atas nama Perusahaan dan bukan melalui rekening pribadi atau rekening pihak lain yang tidak berkaitan dengan Perusahaan.
Kedua, baca dan pahami Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko (risk disclosure statement) yang diberikan oleh pialang. Dokumen ini menjelaskan karakteristik dan risiko perdagangan berjangka yang perlu dipahami sebelum melakukan transaksi. Jangan ragu untuk meminta penjelasan kepada Pialang Berjangka terhadap istilah, mekanisme atau ketentuan yang belum dipahami.
Ketiga, pahami cara kerja produk yang akan diperdagangkan. Kenali karakteristik produk, termasuk margin, leverage, mark-to-market, dan offset. Jangan hanya melihat potensi keuntungannya.
Terakhir, sesuaikan transaksi dengan kemampuan finansial dan toleransi risiko. Jangan menggunakan dana yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari atau kewajiban penting lainnya untuk melakukan transaksi. Calon nasabah perlu mempertimbangkan seberapa besar kerugian yang mampu ditanggung dan memahami bahwa pergerakan harga dapat terjadi dengan cepat. Hindari keputusan berdasarkan janji keuntungan pasti, imbal hasil tinggi dengan risiko rendah, atau dorongan untuk menambah dana di luar kemampuan finansial.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda perdagangan berjangka komoditi dengan membeli komoditi fisik biasa?
Dalam perdagangan berjangka, yang diperjualbelikan adalah kontrak atas komoditi untuk periode tertentu di masa depan, menggunakan margin/leverage, dan umumnya diselesaikan lewat mekanisme offset, bukan serah-terima barang fisik. Membeli komoditi fisik (misalnya emas batangan) berarti kepemilikan langsung tanpa leverage maupun jatuh tempo kontrak.
Apa beda sistem multilateral dan bilateral (SPA) dalam PBK?
Transaksi multilateral terjadi di dalam bursa (JFX/ICDX), mempertemukan banyak pembeli dan penjual dengan harga yang terbentuk transparan lewat mekanisme bursa. Transaksi bilateral (SPA) terjadi di luar bursa, langsung antara nasabah dan pialang berjangka sebagai lawan transaksi, kontrak emas Loco London adalah contoh paling umum dari sistem ini.
Kenapa silver dianggap lebih fluktuatif dibanding emas di pasar berjangka?
Karena silver memiliki votalitas yang lebih tinggi dibandingkan emas pada kondisi pasar tertentu. Salah satu faktornya adalah silver memiliki permintaan investasi sekaligus permintaan industri yang mengikuti siklus ekonomi global membuat harga silver bergerak lebih tajam, sehingga risiko margin call pada kontrak silver relatif lebih cepat muncul dibanding kontrak emas.
Kenapa transaksi kontrak berjangka crude oil bisa melonjak drastis dalam waktu singkat?
Perubahan aktivitas perdagangan kontrak crude oil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya meningkatkan ketidakpastian pasokan energi global akibat perkembangan geopolitik di kawasan penghasil minyak utama. Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha dapat menggunakan kontrak berjangka sebagai salah satu sarana hedging (lindung nilai) terhadap risiko perubahan harga. Di sisi lain, peningkatan aktivitas perdagangan juga dapat dipengaruhi oleh ekspektasi dan respons pelaku pasar terhadap perubahan kondisi fundamental maupun harga minyak.
Bagaimana cara memastikan pialang berjangka yang menawarkan produk emas/silver/crude oil berizin resmi?
Cek status legalitasnya langsung di ceklegalitas.bappebti.go.id sebelum menyerahkan dana dalam bentuk apapun ke pialang atau platform mana pun yang menawarkan produk perdagangan berjangka komoditi.
Apakah ada pemberitahuan dalam penutupan posisi/ketika likuidasi? Ya, ada. Sebelum penutupan posisi atau saat likuidasi, nasabah lazimnya diberi peringatan lebih dulu (margin call) saat dana jaminannya mulai menipis, sebagai kesempatan untuk menambah dana atau menutup sendiri posisinya. Jadi, sebelum mulai, pastikan tanyakan dan pahami dulu aturan ini ke pialang berjangka terdaftar BAPPEBTI yang akan digunakan.
Artikel ini murni bersifat edukasi dalam rangka Bulan Literasi Perdagangan Berjangka 2026 dengan tema “Komoditi Berkelanjutan, Literasi Berkelanjutan, Ekonomi Berkelanjutan”, dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan atau rekomendasi untuk bertransaksi produk investasi maupun perdagangan berjangka komoditi tertentu. Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan tidak mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan, tujuan, maupun profil risiko masing-masing individu.
Source:
- BAPPEBTI — Sebelum Melakukan Transaksi Kontrak Berjangka
- BAPPEBTI — Cek Legalitas Pelaku Usaha Perdagangan Berjangka Komoditi
- BAPPEBTI — Kontrak Derivatif Emas Loco London PT BBJ (SPA)
- ICDX — Apa Bedanya Transaksi Multilateral & Bilateral?
- ICDX — Ditengah Krisis Timur Tengah, ICDX Catat Lonjakan Transaksi Kontrak Berjangka Minyak Mentah
Profil Penulis
SEO Writer
Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!